<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jangan Pakai Kartu Kredit Kalau Punya &quot;Tumpukan&quot; Utang</title><description>Berikut hal yang dapat dipertimbangkan ketika menggunakan kartu kredit.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/27/320/2122336/jangan-pakai-kartu-kredit-kalau-punya-tumpukan-utang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/27/320/2122336/jangan-pakai-kartu-kredit-kalau-punya-tumpukan-utang"/><item><title>Jangan Pakai Kartu Kredit Kalau Punya &quot;Tumpukan&quot; Utang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/27/320/2122336/jangan-pakai-kartu-kredit-kalau-punya-tumpukan-utang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/27/320/2122336/jangan-pakai-kartu-kredit-kalau-punya-tumpukan-utang</guid><pubDate>Minggu 27 Oktober 2019 20:28 WIB</pubDate><dc:creator>Rizqa Leony Putri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/27/320/2122336/jangan-pakai-kartu-kredit-kalau-punya-tumpukan-utang-ylXnLa0twK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kartu Kredit (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/27/320/2122336/jangan-pakai-kartu-kredit-kalau-punya-tumpukan-utang-ylXnLa0twK.jpg</image><title>Kartu Kredit (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kartu kredit mungkin bukan hal baru bagi kita saat ini. Dengan kartu kredit, seseorang bisa mendapatkan kemudahan dari segi metode pembayaran.
Namun, tak sedikit pula yang justru tak bisa mengelola keuangannya ketika menggunakan kartu kredit. Oleh karena itu, berikut hal yang dapat dipertimbangkan ketika menggunakan kartu kredit, melansir Business Insider, Jakarta, Minggu (27/10/2019).
Baca Juga: Tips agar Terhindar dari Jeratan Utang Pinjaman Online
1. Hanya melakukan pembayaran bulanan minimum
Jika saldo kartu kredit mu kian merayap naik seiring waktu, bisa jadi penyebabnya adalah karena kerap melakukan pembayaran minimum. Dengan melakukan pembayaran minimum mungkin merupakan sinyal bahwa kamu telah melakukan sesuatu di luar kemampuanmu. Jangan lupa, kartu kredit pada dasarnya adalah pinjaman kecil.
Jika ternyata kamu tidak dapat mengurangi saldo kartu kreditmu, atau saldo itu perlahan-lahan tumbuh seiring waktu, kamu mungkin menghabiskan biaya lebih banyak daripada yang kamu hasilkan. Jika demikian, mungkin ini saatnya untuk memotong akses kredit yang terlalu mudah.

2. Melewatkan pembayaran
Ketika kamu melewatkan pembayaran atau melakukan pembayaran terlambat dengan alasan apapun pasti akan tetap terkena pinalti. Ini adalah biaya yang dikenakan selain pembayaran bunga yang akan kamu lakukan untuk memegang saldo.
Biaya pembayaran yang terlewat merupakan indikasi lain bahwa kamu tidak siap untuk menggunakan kartu kredit. Mengelola satu atau lebih kartu kredit membutuhkan ketekunan. Kamu bisa mulai berhenti menggunakannya dengan mengatur manajemen keuangan sebaik mungkin.3. Memiliki tingkat utang yang tinggi
Jika kamu sudah merasa kewalahan oleh pembayaran utang, maka  sebaiknya hindari skenario yang membuat kamu akan terbelit utang lebih  banyak lagi. Jika jumlah utang yang kamu ambil perlahan-lahan terasa  bertambah seiring waktu, sebaiknya kamu harus memikirkan jeda.
Kartu kredit adalah alat keuangan yang dapat digunakan untuk  keuntunganmu, atau justru sebaliknya dapat merugikan. Bukalah kartu  kredit hanya jika kamu yakin dapat menggunakannya secara bertanggung  jawab dan itu tidak akan menambah beban utang di kemudian hari.

4. Tidak yakin dengan suku bunga
Perusahaan kartu kredit mengandalkan fakta bahwa kamu tidak  benar-benar tahu atau peduli bagaimana kartu kredit menarik minat kamu.  Cara yang paling sederhana untuk mendapatkan gambaran tentang berapa  banyak kartu kredit akan membebanimu sepanjang tahun adalah dengan  melihat Tingkat Persentase Tahunan (APR) yang diiklankan.
APR kartu kredit mencerminkan tingkat bunga yang dibebankan pada  saldo dan biaya tambahan yang dinilai sepanjang tahun. Sebagian besar  kartu kredit menghitung pembayaran bunga setiap hari, tetapi memberikan  APR untuk menggambarkan biaya terkait yang direntangkan selama setahun.
Kartu kredit mungkin saja memiliki beberapa APR. Misalnya APR penalti  yang mulai berlaku setelah satu atau dua pembayaran tidak  terselesaikan. atau APR yang berbeda untuk transfer saldo dan pembelian  baru. Cara terbaik untuk menghindari pembayaran bunga adalah dengan  selalu melunasi saldo itu secara penuh setiap bulannya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kartu kredit mungkin bukan hal baru bagi kita saat ini. Dengan kartu kredit, seseorang bisa mendapatkan kemudahan dari segi metode pembayaran.
Namun, tak sedikit pula yang justru tak bisa mengelola keuangannya ketika menggunakan kartu kredit. Oleh karena itu, berikut hal yang dapat dipertimbangkan ketika menggunakan kartu kredit, melansir Business Insider, Jakarta, Minggu (27/10/2019).
Baca Juga: Tips agar Terhindar dari Jeratan Utang Pinjaman Online
1. Hanya melakukan pembayaran bulanan minimum
Jika saldo kartu kredit mu kian merayap naik seiring waktu, bisa jadi penyebabnya adalah karena kerap melakukan pembayaran minimum. Dengan melakukan pembayaran minimum mungkin merupakan sinyal bahwa kamu telah melakukan sesuatu di luar kemampuanmu. Jangan lupa, kartu kredit pada dasarnya adalah pinjaman kecil.
Jika ternyata kamu tidak dapat mengurangi saldo kartu kreditmu, atau saldo itu perlahan-lahan tumbuh seiring waktu, kamu mungkin menghabiskan biaya lebih banyak daripada yang kamu hasilkan. Jika demikian, mungkin ini saatnya untuk memotong akses kredit yang terlalu mudah.

2. Melewatkan pembayaran
Ketika kamu melewatkan pembayaran atau melakukan pembayaran terlambat dengan alasan apapun pasti akan tetap terkena pinalti. Ini adalah biaya yang dikenakan selain pembayaran bunga yang akan kamu lakukan untuk memegang saldo.
Biaya pembayaran yang terlewat merupakan indikasi lain bahwa kamu tidak siap untuk menggunakan kartu kredit. Mengelola satu atau lebih kartu kredit membutuhkan ketekunan. Kamu bisa mulai berhenti menggunakannya dengan mengatur manajemen keuangan sebaik mungkin.3. Memiliki tingkat utang yang tinggi
Jika kamu sudah merasa kewalahan oleh pembayaran utang, maka  sebaiknya hindari skenario yang membuat kamu akan terbelit utang lebih  banyak lagi. Jika jumlah utang yang kamu ambil perlahan-lahan terasa  bertambah seiring waktu, sebaiknya kamu harus memikirkan jeda.
Kartu kredit adalah alat keuangan yang dapat digunakan untuk  keuntunganmu, atau justru sebaliknya dapat merugikan. Bukalah kartu  kredit hanya jika kamu yakin dapat menggunakannya secara bertanggung  jawab dan itu tidak akan menambah beban utang di kemudian hari.

4. Tidak yakin dengan suku bunga
Perusahaan kartu kredit mengandalkan fakta bahwa kamu tidak  benar-benar tahu atau peduli bagaimana kartu kredit menarik minat kamu.  Cara yang paling sederhana untuk mendapatkan gambaran tentang berapa  banyak kartu kredit akan membebanimu sepanjang tahun adalah dengan  melihat Tingkat Persentase Tahunan (APR) yang diiklankan.
APR kartu kredit mencerminkan tingkat bunga yang dibebankan pada  saldo dan biaya tambahan yang dinilai sepanjang tahun. Sebagian besar  kartu kredit menghitung pembayaran bunga setiap hari, tetapi memberikan  APR untuk menggambarkan biaya terkait yang direntangkan selama setahun.
Kartu kredit mungkin saja memiliki beberapa APR. Misalnya APR penalti  yang mulai berlaku setelah satu atau dua pembayaran tidak  terselesaikan. atau APR yang berbeda untuk transfer saldo dan pembelian  baru. Cara terbaik untuk menghindari pembayaran bunga adalah dengan  selalu melunasi saldo itu secara penuh setiap bulannya.</content:encoded></item></channel></rss>
