<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Laba BCA Naik 13% Jadi Rp20,9 Triliun pada Kuartal III</title><description>PT Bank Central Asia Tbk alias Bank BCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp20,9 triliun hingga triwulan III-2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/278/2122756/laba-bca-naik-13-jadi-rp20-9-triliun-pada-kuartal-iii</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/278/2122756/laba-bca-naik-13-jadi-rp20-9-triliun-pada-kuartal-iii"/><item><title>Laba BCA Naik 13% Jadi Rp20,9 Triliun pada Kuartal III</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/278/2122756/laba-bca-naik-13-jadi-rp20-9-triliun-pada-kuartal-iii</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/278/2122756/laba-bca-naik-13-jadi-rp20-9-triliun-pada-kuartal-iii</guid><pubDate>Senin 28 Oktober 2019 17:37 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/28/278/2122756/laba-bca-naik-13-jadi-rp20-9-triliun-pada-kuartal-iii-wCNIOLdvFW.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bank BCA (Foto: Okezone.com/Giri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/28/278/2122756/laba-bca-naik-13-jadi-rp20-9-triliun-pada-kuartal-iii-wCNIOLdvFW.jpeg</image><title>Bank BCA (Foto: Okezone.com/Giri)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk alias Bank BCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp20,9 triliun hingga triwulan III-2019. Angka tersebut meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pencapaian kinerja ini sejalan dengan pertumbuhan kredit dari Bank BCA yang moncer.  Kuartal III-2019, total kredit yang sudah disalurkan adalah sebesar Rp585 triliun atau tumbuh 10,9%.
Baca juga: Presiden Komisaris BCA Setijoso Lepas Saham Rp10 Miliar
&amp;ldquo;BCA mencatat pertumbuhan kredit di berbagai segmen serta membukukan peningkatan dana CASA. Kepercayaan nasabah pada layanan keuangan BCA telah mendukung pencapaian kinerja bisnis BCA yang berkelanjutan. Bank terus menciptakan inovasi-inovasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin berkembang,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (28/10/2019).
Pertumbuhan kredit utama didukung oleh segmen bisnis di mana kredit korporasi meningkat 16,5% yoy menjadi Rp232 triliun. Sementara kredit komersial dan UKM mengalami pertumbuhan 10,5% menjadi Rp192,2 triliun.
Sedangkan kredit konsumen meningkat 4,1% yoy menjadi Rp156,3 triliun. Dalam kredit konsumen, kredit beragun properti (KPR) mencapai Rp92,1 triliun tumbuh 6,8%.

Sementara Kredit Kepemilikan Bermotor (KKB) turun 2% menjadi Rp47,8 triliun. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan pembiayaan kendaraan roda dua dan saldo pinjamanan kartu kredit yang tumbuh 10,4% yoy menjadi Rp13,4 triliun pda September 2019.
Pada periode yang sama pembiayaan syariah meningkat 5,9% yoy menjadi Rp5 triliun. Sementara angka Non Performing Loan (NPL) tercatat pada level 1,6% di September 2019.
&quot;BCA tetap mengembangkan bisnis secara hati-hati, dengan mencermati kondisi lingkungan bisnis namun mengoptimalkan peluang-peluang yang ada,&quot; jelasnya.Jahja menambahkan, BCA mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar  10,4% menjadi Rp673,1 triliun. Adapun kontribusi CASA sebesar 74,2%  dari total dana pihak ketiga.
Menurut Jahja, keunggulan dalam perbankan transaksi terus mendukung  peningkatan dana inti BCA yang berupa dana giro dan tabungan (CASA).  CASA sendiri tumbuh 7,6% YOY menjadi Rp514,9 triliun ditopang oleh  tingginya pertumbuhan jumlah transaksi khususnya pada e-channels.

Sementara itu deposito berjangka meningkat 10,7% yoy menjadi Rp169,2  triliun. Rasio kecukupan modal (CAR) dan rasio kredit terhadap dana  pihak ketiga (LDR) tercatat pada level yang sehat masing-masing sebesar  23,7% dan 80,6% rasio. Sementara rasio pengembalian terhadap aset (ROA)  tercatat sebesar 4%.
&amp;ldquo;Fokus dalam menjaga posisi likuiditas dan permodalan yang solid  serta kualitas kredit yang sehat akan menopang kinerja bisnis BCA secara  berkelanjutan. BCA tetap mengembangkan bisnis secara hati-hati dengan  mencermati kondisi lingkungan bisnis namun mengoptimalkan  peluang-peluang yang ada, bank-bank ada bersikap terbuka terhadap  perubahan dan beradaptasi sesuai perubahan perilaku nasabah agar tetap  di tengah perkembangan industri keuangan yang dinamis,&amp;rdquo; jelas Jahja.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Central Asia Tbk alias Bank BCA mencatatkan laba bersih sebesar Rp20,9 triliun hingga triwulan III-2019. Angka tersebut meningkat 13% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy).
Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, pencapaian kinerja ini sejalan dengan pertumbuhan kredit dari Bank BCA yang moncer.  Kuartal III-2019, total kredit yang sudah disalurkan adalah sebesar Rp585 triliun atau tumbuh 10,9%.
Baca juga: Presiden Komisaris BCA Setijoso Lepas Saham Rp10 Miliar
&amp;ldquo;BCA mencatat pertumbuhan kredit di berbagai segmen serta membukukan peningkatan dana CASA. Kepercayaan nasabah pada layanan keuangan BCA telah mendukung pencapaian kinerja bisnis BCA yang berkelanjutan. Bank terus menciptakan inovasi-inovasi untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang semakin berkembang,&amp;rdquo; ujarnya dalam acara konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta, Senin (28/10/2019).
Pertumbuhan kredit utama didukung oleh segmen bisnis di mana kredit korporasi meningkat 16,5% yoy menjadi Rp232 triliun. Sementara kredit komersial dan UKM mengalami pertumbuhan 10,5% menjadi Rp192,2 triliun.
Sedangkan kredit konsumen meningkat 4,1% yoy menjadi Rp156,3 triliun. Dalam kredit konsumen, kredit beragun properti (KPR) mencapai Rp92,1 triliun tumbuh 6,8%.

Sementara Kredit Kepemilikan Bermotor (KKB) turun 2% menjadi Rp47,8 triliun. Hal ini terutama disebabkan oleh penurunan pembiayaan kendaraan roda dua dan saldo pinjamanan kartu kredit yang tumbuh 10,4% yoy menjadi Rp13,4 triliun pda September 2019.
Pada periode yang sama pembiayaan syariah meningkat 5,9% yoy menjadi Rp5 triliun. Sementara angka Non Performing Loan (NPL) tercatat pada level 1,6% di September 2019.
&quot;BCA tetap mengembangkan bisnis secara hati-hati, dengan mencermati kondisi lingkungan bisnis namun mengoptimalkan peluang-peluang yang ada,&quot; jelasnya.Jahja menambahkan, BCA mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga sebesar  10,4% menjadi Rp673,1 triliun. Adapun kontribusi CASA sebesar 74,2%  dari total dana pihak ketiga.
Menurut Jahja, keunggulan dalam perbankan transaksi terus mendukung  peningkatan dana inti BCA yang berupa dana giro dan tabungan (CASA).  CASA sendiri tumbuh 7,6% YOY menjadi Rp514,9 triliun ditopang oleh  tingginya pertumbuhan jumlah transaksi khususnya pada e-channels.

Sementara itu deposito berjangka meningkat 10,7% yoy menjadi Rp169,2  triliun. Rasio kecukupan modal (CAR) dan rasio kredit terhadap dana  pihak ketiga (LDR) tercatat pada level yang sehat masing-masing sebesar  23,7% dan 80,6% rasio. Sementara rasio pengembalian terhadap aset (ROA)  tercatat sebesar 4%.
&amp;ldquo;Fokus dalam menjaga posisi likuiditas dan permodalan yang solid  serta kualitas kredit yang sehat akan menopang kinerja bisnis BCA secara  berkelanjutan. BCA tetap mengembangkan bisnis secara hati-hati dengan  mencermati kondisi lingkungan bisnis namun mengoptimalkan  peluang-peluang yang ada, bank-bank ada bersikap terbuka terhadap  perubahan dan beradaptasi sesuai perubahan perilaku nasabah agar tetap  di tengah perkembangan industri keuangan yang dinamis,&amp;rdquo; jelas Jahja.</content:encoded></item></channel></rss>
