<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Naik 11,9%, Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp20,3 Triliun</title><description>PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengantongi laba bersih sebesar Rp20,3 triliun di kuartal III-2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/278/2122838/naik-11-9-bank-mandiri-kantongi-laba-bersih-rp20-3-triliun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/278/2122838/naik-11-9-bank-mandiri-kantongi-laba-bersih-rp20-3-triliun"/><item><title>Naik 11,9%, Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp20,3 Triliun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/278/2122838/naik-11-9-bank-mandiri-kantongi-laba-bersih-rp20-3-triliun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/278/2122838/naik-11-9-bank-mandiri-kantongi-laba-bersih-rp20-3-triliun</guid><pubDate>Senin 28 Oktober 2019 20:10 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/28/278/2122838/naik-11-9-bank-mandiri-kantongi-laba-bersih-rp20-3-triliun-yb9vDqycAJ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Mandiri (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/28/278/2122838/naik-11-9-bank-mandiri-kantongi-laba-bersih-rp20-3-triliun-yb9vDqycAJ.jpeg</image><title>Bank Mandiri (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengantongi laba bersih sebesar Rp20,3 triliun di kuartal III-2019. Realiasi itu tumbuh 11,9% dari periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp18,1 triliun.
Laba bersih hingga akhir September 2019 tersebut, ditopang pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 7,78% menjadi sebesar Rp841,9 triliun. Tahun lalu pada akhir September, penyaluran kredit Bank Mandiri sebesar Rp781,1 triliun.
Baca Juga: Erick Thohir Punya 2 Wamen BUMN, Apa Tugasnya?
&quot;Pertumbuhan kredit secara rata-rata cukup baik dengan mencapai 11%, namun secara ending sekitar 7%,&quot; ujar Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi dalam konferensi pers di Mandiri Plaza, Jakarta, Senin (28/10/2019).
Pertumbuhan kredit tersebut dibarengi dengan perbaikan kualitas rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL). Pada kuartal III-2019 Bank Mandiri mencatat NPL gross sebesar 2,53%, turun 48 basis point (bps) dari periode yang sama tahun lalu sebesar 3,01%.

Perbaikan ini membuat bank pelat merah tersebut menurunkan biaya cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) bank pelat merah tersebut sebesar 6,27%. Menurutnya, otomatisasi dan digitalisasi mendorong pertumbuhan kredit dan perbaikan kualitas kredit, serta pengendalian operasional.
&quot;Metode ini mampu menjadikan pertumbuhan bisnis Bank Mandiri lebih sustain dan berkualitas sehingga mampu meberikan nilai tambah yang jauh lebih baik bagi pemegang saham,&amp;rdquo; kata Hery.Kinerja Bank Mandiri juga di dorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga  (DPK)  yang sebesar 7,2% menjadi Rp891,2 triliun dari sebelumnya Rp831,2  triliun di September 2018. Adapun kontribusi DPK anak perusahaan  tercatat mencapai Rp107,3 triliun atau tumbuh 13,5% secara tahunan.

Dia juga menjelaskan, saat ini permodalan dan likuiditas Bank Mandiri  terjaga dengan rasio  kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank  Only di 22,50% dan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) di 91,72%.
&quot;Rasio yang sangat baik ini akan meningkatkan optimisme kami untuk  bisa menjaga sustainabilitas kinerja,&amp;rdquo; kata dia. Adapun aset Bank  Mandiri pada kuartal III-2019 tercatat sebesar Rp1.276 triliun. Tumbuh  8,7% dari akhir September 2018.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengantongi laba bersih sebesar Rp20,3 triliun di kuartal III-2019. Realiasi itu tumbuh 11,9% dari periode yang sama di tahun lalu sebesar Rp18,1 triliun.
Laba bersih hingga akhir September 2019 tersebut, ditopang pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 7,78% menjadi sebesar Rp841,9 triliun. Tahun lalu pada akhir September, penyaluran kredit Bank Mandiri sebesar Rp781,1 triliun.
Baca Juga: Erick Thohir Punya 2 Wamen BUMN, Apa Tugasnya?
&quot;Pertumbuhan kredit secara rata-rata cukup baik dengan mencapai 11%, namun secara ending sekitar 7%,&quot; ujar Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi dalam konferensi pers di Mandiri Plaza, Jakarta, Senin (28/10/2019).
Pertumbuhan kredit tersebut dibarengi dengan perbaikan kualitas rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL). Pada kuartal III-2019 Bank Mandiri mencatat NPL gross sebesar 2,53%, turun 48 basis point (bps) dari periode yang sama tahun lalu sebesar 3,01%.

Perbaikan ini membuat bank pelat merah tersebut menurunkan biaya cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) bank pelat merah tersebut sebesar 6,27%. Menurutnya, otomatisasi dan digitalisasi mendorong pertumbuhan kredit dan perbaikan kualitas kredit, serta pengendalian operasional.
&quot;Metode ini mampu menjadikan pertumbuhan bisnis Bank Mandiri lebih sustain dan berkualitas sehingga mampu meberikan nilai tambah yang jauh lebih baik bagi pemegang saham,&amp;rdquo; kata Hery.Kinerja Bank Mandiri juga di dorong pertumbuhan Dana Pihak Ketiga  (DPK)  yang sebesar 7,2% menjadi Rp891,2 triliun dari sebelumnya Rp831,2  triliun di September 2018. Adapun kontribusi DPK anak perusahaan  tercatat mencapai Rp107,3 triliun atau tumbuh 13,5% secara tahunan.

Dia juga menjelaskan, saat ini permodalan dan likuiditas Bank Mandiri  terjaga dengan rasio  kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) Bank  Only di 22,50% dan Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) di 91,72%.
&quot;Rasio yang sangat baik ini akan meningkatkan optimisme kami untuk  bisa menjaga sustainabilitas kinerja,&amp;rdquo; kata dia. Adapun aset Bank  Mandiri pada kuartal III-2019 tercatat sebesar Rp1.276 triliun. Tumbuh  8,7% dari akhir September 2018.</content:encoded></item></channel></rss>
