<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fakta Menarik Sofyan Djalil, 6 Kali Bolak-balik Jadi Menteri</title><description>Sofyan Djalil resmi dilantik menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/320/2122047/fakta-menarik-sofyan-djalil-6-kali-bolak-balik-jadi-menteri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/320/2122047/fakta-menarik-sofyan-djalil-6-kali-bolak-balik-jadi-menteri"/><item><title>Fakta Menarik Sofyan Djalil, 6 Kali Bolak-balik Jadi Menteri</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/320/2122047/fakta-menarik-sofyan-djalil-6-kali-bolak-balik-jadi-menteri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/320/2122047/fakta-menarik-sofyan-djalil-6-kali-bolak-balik-jadi-menteri</guid><pubDate>Senin 28 Oktober 2019 09:23 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/26/320/2122047/fakta-menarik-sofyan-djalil-6-kali-bolak-balik-jadi-menteri-H9xzCMzucx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sofyan Djalil (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/26/320/2122047/fakta-menarik-sofyan-djalil-6-kali-bolak-balik-jadi-menteri-H9xzCMzucx.jpg</image><title>Sofyan Djalil (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Sofyan Djalil resmi dilantik menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Kabinet Indonesia Maju. Di mana dirinya kembali lagi menjadi menteri di Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Sebelumnya, dia juga menjadi salah satu sosok yang datang ke Istana untuk memenuhi panggilan Presiden Jokowi. Kembali dipanggilnya Sofyan Djalil bukan tanpa alasan, setumpuk prestasi dan pengalaman yang mumpuni dimiliki olehnya. Bahkan, sepak terjangnya dalam dunia pemerintahan telah lama dilakukannya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Duet Bareng Sofyan Djalil, Wamen ATR: Mohon Diajarin Pak
Tidak hanya sebagai Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil juga telah melanglang buana dalam ranah kementerian. Seperti selama menjalani masa jabatannya di Bappenas, dia telah memperkenalkan sistem perencanaan melalui pendekatan yang bersifat Holistik, Integratif, Tematik dan Spatial (HITS). Hal itu merupakan koreksi dari pendekatan perencanaan yang selama ini yang lebih bersifat pendekatan sektoral.
Dengan demikian, maka Sofyan Djalil merupakan salah satu tokoh yang jadi langganan untuk dijadikan menteri. Mulai dari Menteri Komunikasi dan Informasi hingga Menteri ATR/BPN, berikut fakta-fakta menarik yang berhasil Okezone rangkum, Senin (28/10/2019).
1. Sempat Jadi Kepercayaan Habibie
Sebenarnya, sepak terjang Sofyan Djalil dalam dunia pemerintahan telah lama dilakukannya. Lihat saja, pada periode Pemerintahan Presiden Habibie, dia bahkan dipercaya menjabat sebagai Asisten Menteri Negara BUMN (1998-2000).
2. 6 Kali Bolak-balik Jadi Menteri
Di ranah kementerian, dirinya sempat menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid I pada Oktober 2004. Usai menjabat selama 3 tahun, dirinya pun ditunjuk menjadi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Oktober 2009.
&amp;nbsp;Baca Juga: Surya Tjandra Jadi Wamen ATR, Sofyan Djalil: Kalau Tidak Bagus, Terlalu
Berganti pemerintahan ke Jokowi-Jusuf Kalla, Dirinya mendapat kepercayaan menjadi Menteri Koordinator bidang Ekonomi di Kabinet Kerja. Belum genap satu tahun, perombakan kabinet pun membuat dirinya menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional hingga Juli 2016.
Perombakan kedua Kabinet Kerja Jokowi-JK, dirinya kembali dipindahtugaskan ke Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia mulai 27 Juli 2016. Hingga saat ini, dirinya kembali diberi kepercayaan untuk meneruskan jabatan Menteri ATR di Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin pada Kabinet Indonesia Maju.
&amp;nbsp;3. Kekayaan Rp73 miliar
Rupanya, kekayaan Sofyan Djalil mencapai Rp73 miliar. Tercatat, Dia  memiliki harta berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Depok,  Jakarta, dan Bogor dengan total nilai Rp28.305.232.000. Lalu, Sofyan  juga memiliki 3 alat transportasi berupa mobil senilair Rp630.000.000.
Tidak berhenti sampai situ, Dia memiliki kekayaan dalam klasifikasi  harta bergerak lainnya sebanyak Rp684.000.000. Kemudian, untuk surat  berharga Sofyan memiliki Rp20.135.602.084 di dalamnya. Lalu, ada juga  kas dan setara kas yang tidak kalah fantastisnya sebesar  Rp22.621.359.100. Yang terakhir ada harta lainnya sebanyak  Rp1.465.417.626.
Meski memiliki banyak harta, Sofyan juga tidak lepas dari utang. Tercatat, ada Rp686.077.885 utang yang harus dia lunasi.
4. Menyambut Positif Wamen ATR/BPN
Sofyan Djalil menyambut positif dilantiknya Surya Tjandra sebagai  Wakil Menterinya. Dengan dilantiknya Surya Tjandra, dirinya meyakini  kinerja di sektor agraria akan lebih baik lagi.
Bukan tanpa alasan Sofyan mengumbar janji tersebut. Sosok ini  merupakan lulusan dari almamater yang sama yakni dari Fakultas Hukum  Universitas Indonesia (UI).
Menurutnya dengan duet FH UI, permasalahan terkait agraria bisa  terselesaikan. Justru, jika tidak terselesaikan dirinya akan sangat malu  kepada publik.
&amp;ldquo;Saya lihat semua sama dengan CV saya. Kami punya kesamaan almamater  di UI cuma saya lebih senior. Jadi kalau dua alumni (UI) ini enggak  bagus terlalu,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Komplek Istana Kepresidenan,  Jakarta.
&amp;nbsp;5. Diminta untuk Ajarkan Wamen ATR
Saat ditemui di kompleks istana, Surya Tjandra mengaku bahagia bisa   membantu Presiden Joko Widodo untuk bersama-sama dengan Sofyan Djalil   menyelesaikan masalah agraria. Apalagi, Sofyan merupakan salah satu   menteri favorit dan terbaik dari Presiden Jokowi dan minta diajarin   olehnya.
&amp;ldquo;Pertama saya senang sekali membantu Pak Jokowi dan dipartnerkan   dengan Pak Sofyan. Pak Sofyan ini dari dulu favorit saya dari dulu.   Mohon diajarin juga,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di kompleks Istana   Kepresidenan, Jakarta.
6. Program 5 Tahun
Saat ditanya mengenai program dalam jangka lima tahun ke depan,   Sofyan membeberkan beberapa program yang segera diluncurkan. Misalnnya   mendigitalisai dalam pengurusan sertifikat.
Dalam layanan elektronik nantinya akan mencakup pada empat hal.   Pertama, layanan Elektronik Hak Tanggungan/HT-el yang meliputi   Pendaftaran Hak Tanggungan, roya, cessie, subrogasi.
Kedua adalah Layanan Elektronik Informasi Pertanahan untuk Zona Nilai   Tanah (ZNT). Ketiga adalah Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT)   dan Pengecekan. Dan yang terakhir ini adalah modernisasi layanan   permohonan keputusan pemberian hak atas tanah.
&quot;Programnya sudah ada di roadmap kita ingin laksanakan seluruh tanah   bisa terdaftar semua. Kemudian mendigitalisai mudah-mudahan 2025 semua   layanan BPN sudah pakai digital,&amp;rdquo; jelas Sofyan.
7. Lulusan UI hingga Luar Negeri
Pria kelahiran 23 September 1953 ini memperoleh gelar sarjana hukum   dari Universitas Indonesia pada tahun 1984. Ia kemudian melanjutkan   pendidikannya di Master of Arts in Law and Diplomacy (MAL) pada 1991 dan   Master of Arts in Public Policy dari Universitas yang sama di tahun   1989.
Beberapa tahun kemudian, ia berhasil memperoleh gelar Ph.D dalam   bidang International Financial and Capital Market Law and Policy dari   the Fletcher School of Law and Diplomacy Tufts University.
</description><content:encoded>JAKARTA - Sofyan Djalil resmi dilantik menjadi Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Kabinet Indonesia Maju. Di mana dirinya kembali lagi menjadi menteri di Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).
Sebelumnya, dia juga menjadi salah satu sosok yang datang ke Istana untuk memenuhi panggilan Presiden Jokowi. Kembali dipanggilnya Sofyan Djalil bukan tanpa alasan, setumpuk prestasi dan pengalaman yang mumpuni dimiliki olehnya. Bahkan, sepak terjangnya dalam dunia pemerintahan telah lama dilakukannya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Duet Bareng Sofyan Djalil, Wamen ATR: Mohon Diajarin Pak
Tidak hanya sebagai Menteri ATR/BPN, Sofyan Djalil juga telah melanglang buana dalam ranah kementerian. Seperti selama menjalani masa jabatannya di Bappenas, dia telah memperkenalkan sistem perencanaan melalui pendekatan yang bersifat Holistik, Integratif, Tematik dan Spatial (HITS). Hal itu merupakan koreksi dari pendekatan perencanaan yang selama ini yang lebih bersifat pendekatan sektoral.
Dengan demikian, maka Sofyan Djalil merupakan salah satu tokoh yang jadi langganan untuk dijadikan menteri. Mulai dari Menteri Komunikasi dan Informasi hingga Menteri ATR/BPN, berikut fakta-fakta menarik yang berhasil Okezone rangkum, Senin (28/10/2019).
1. Sempat Jadi Kepercayaan Habibie
Sebenarnya, sepak terjang Sofyan Djalil dalam dunia pemerintahan telah lama dilakukannya. Lihat saja, pada periode Pemerintahan Presiden Habibie, dia bahkan dipercaya menjabat sebagai Asisten Menteri Negara BUMN (1998-2000).
2. 6 Kali Bolak-balik Jadi Menteri
Di ranah kementerian, dirinya sempat menjadi Menteri Komunikasi dan Informasi dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid I pada Oktober 2004. Usai menjabat selama 3 tahun, dirinya pun ditunjuk menjadi Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pada Oktober 2009.
&amp;nbsp;Baca Juga: Surya Tjandra Jadi Wamen ATR, Sofyan Djalil: Kalau Tidak Bagus, Terlalu
Berganti pemerintahan ke Jokowi-Jusuf Kalla, Dirinya mendapat kepercayaan menjadi Menteri Koordinator bidang Ekonomi di Kabinet Kerja. Belum genap satu tahun, perombakan kabinet pun membuat dirinya menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional hingga Juli 2016.
Perombakan kedua Kabinet Kerja Jokowi-JK, dirinya kembali dipindahtugaskan ke Menteri Agraria dan Tata Ruang Indonesia mulai 27 Juli 2016. Hingga saat ini, dirinya kembali diberi kepercayaan untuk meneruskan jabatan Menteri ATR di Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin pada Kabinet Indonesia Maju.
&amp;nbsp;3. Kekayaan Rp73 miliar
Rupanya, kekayaan Sofyan Djalil mencapai Rp73 miliar. Tercatat, Dia  memiliki harta berupa tanah dan bangunan yang tersebar di Depok,  Jakarta, dan Bogor dengan total nilai Rp28.305.232.000. Lalu, Sofyan  juga memiliki 3 alat transportasi berupa mobil senilair Rp630.000.000.
Tidak berhenti sampai situ, Dia memiliki kekayaan dalam klasifikasi  harta bergerak lainnya sebanyak Rp684.000.000. Kemudian, untuk surat  berharga Sofyan memiliki Rp20.135.602.084 di dalamnya. Lalu, ada juga  kas dan setara kas yang tidak kalah fantastisnya sebesar  Rp22.621.359.100. Yang terakhir ada harta lainnya sebanyak  Rp1.465.417.626.
Meski memiliki banyak harta, Sofyan juga tidak lepas dari utang. Tercatat, ada Rp686.077.885 utang yang harus dia lunasi.
4. Menyambut Positif Wamen ATR/BPN
Sofyan Djalil menyambut positif dilantiknya Surya Tjandra sebagai  Wakil Menterinya. Dengan dilantiknya Surya Tjandra, dirinya meyakini  kinerja di sektor agraria akan lebih baik lagi.
Bukan tanpa alasan Sofyan mengumbar janji tersebut. Sosok ini  merupakan lulusan dari almamater yang sama yakni dari Fakultas Hukum  Universitas Indonesia (UI).
Menurutnya dengan duet FH UI, permasalahan terkait agraria bisa  terselesaikan. Justru, jika tidak terselesaikan dirinya akan sangat malu  kepada publik.
&amp;ldquo;Saya lihat semua sama dengan CV saya. Kami punya kesamaan almamater  di UI cuma saya lebih senior. Jadi kalau dua alumni (UI) ini enggak  bagus terlalu,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di Komplek Istana Kepresidenan,  Jakarta.
&amp;nbsp;5. Diminta untuk Ajarkan Wamen ATR
Saat ditemui di kompleks istana, Surya Tjandra mengaku bahagia bisa   membantu Presiden Joko Widodo untuk bersama-sama dengan Sofyan Djalil   menyelesaikan masalah agraria. Apalagi, Sofyan merupakan salah satu   menteri favorit dan terbaik dari Presiden Jokowi dan minta diajarin   olehnya.
&amp;ldquo;Pertama saya senang sekali membantu Pak Jokowi dan dipartnerkan   dengan Pak Sofyan. Pak Sofyan ini dari dulu favorit saya dari dulu.   Mohon diajarin juga,&amp;rdquo; ujarnya saat ditemui di kompleks Istana   Kepresidenan, Jakarta.
6. Program 5 Tahun
Saat ditanya mengenai program dalam jangka lima tahun ke depan,   Sofyan membeberkan beberapa program yang segera diluncurkan. Misalnnya   mendigitalisai dalam pengurusan sertifikat.
Dalam layanan elektronik nantinya akan mencakup pada empat hal.   Pertama, layanan Elektronik Hak Tanggungan/HT-el yang meliputi   Pendaftaran Hak Tanggungan, roya, cessie, subrogasi.
Kedua adalah Layanan Elektronik Informasi Pertanahan untuk Zona Nilai   Tanah (ZNT). Ketiga adalah Surat Keterangan Pendaftaran Tanah (SKPT)   dan Pengecekan. Dan yang terakhir ini adalah modernisasi layanan   permohonan keputusan pemberian hak atas tanah.
&quot;Programnya sudah ada di roadmap kita ingin laksanakan seluruh tanah   bisa terdaftar semua. Kemudian mendigitalisai mudah-mudahan 2025 semua   layanan BPN sudah pakai digital,&amp;rdquo; jelas Sofyan.
7. Lulusan UI hingga Luar Negeri
Pria kelahiran 23 September 1953 ini memperoleh gelar sarjana hukum   dari Universitas Indonesia pada tahun 1984. Ia kemudian melanjutkan   pendidikannya di Master of Arts in Law and Diplomacy (MAL) pada 1991 dan   Master of Arts in Public Policy dari Universitas yang sama di tahun   1989.
Beberapa tahun kemudian, ia berhasil memperoleh gelar Ph.D dalam   bidang International Financial and Capital Market Law and Policy dari   the Fletcher School of Law and Diplomacy Tufts University.
</content:encoded></item></channel></rss>
