<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Daftar Jembatan Ikonik di Indonesia, dari Papua hingga Palembang</title><description>Banyak kota yang berlomba-lomba membangun jembatan yang indah. Tak heran  jika banyak wisatawan yang mengunjungi jembatan indah ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/320/2122764/daftar-jembatan-ikonik-di-indonesia-dari-papua-hingga-palembang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/320/2122764/daftar-jembatan-ikonik-di-indonesia-dari-papua-hingga-palembang"/><item><title>Daftar Jembatan Ikonik di Indonesia, dari Papua hingga Palembang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/320/2122764/daftar-jembatan-ikonik-di-indonesia-dari-papua-hingga-palembang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/320/2122764/daftar-jembatan-ikonik-di-indonesia-dari-papua-hingga-palembang</guid><pubDate>Senin 28 Oktober 2019 20:08 WIB</pubDate><dc:creator>Delia Citra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/28/320/2122764/daftar-jembatan-ikonik-di-indonesia-dari-papua-hingga-palembang-uO4yrK1vdT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jembatan Youtefa (Foto: Instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/28/320/2122764/daftar-jembatan-ikonik-di-indonesia-dari-papua-hingga-palembang-uO4yrK1vdT.jpg</image><title>Jembatan Youtefa (Foto: Instagram)</title></images><description>JAKARTA - Jembatan bukan hanya menjadi penghubung dua wilayah. Tetapi, di beberapa kota jembatan justru menjadi sebuah landmark kota tersebut.
Banyak kota yang berlomba-lomba membangun jembatan yang indah. Tak heran jika banyak wisatawan yang mengunjungi jembatan indah ini. Oleh karena itu Okezone telah mengutip dari berbagai sumber, mengenai jembatan ikonik di Indonesia. Berikut daftarnya:
1. Jembatan Holtekamp atau Youtefa
Empat tahun dibangun, akhirnya Jembatan Holtekamo di Papua diresmikan Presiden Jokowi hari ini, Senin (28/10) bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Jembatan Holtekamp ini menghubungkan daerah Hamadi menuju Holtekamp.

Dengan diresmikannya jembatan ini, waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju PLBN Skouw akan lebih singkat, dari semula sekitar 1,5-2 jam menjadi sekitar 30 - 45 menit. Jembatan Youtefa juga mendorong pengembangan Kota Jayapura ke arah Skouw, menunjang wisata bahari di Teluk Youtefa, dan akan mendukung pelaksanaan PON XX Papua Tahun 2020.
Jembatan Holtekamp karya anak bangsa menjadi ikon baru Kota Jayapura. Pasalnya, jembatan ini menyajikan desain yang mencolok dengan warna merah. Selain mencolok, jembatan ini juga memiliki desain yang kuat dengan berdiri kokoh dan menawan di atas Teluk Youtefa. Tak heran, jembatan ini dirancang bisa berdiri kokoh hingga 100 tahun ke depan.
Sebelumnya, jembatan tersebut sempat tertunda karena persoalan status kepemilikan lahan yang masih belum selesai. Jembatan yang menghubungkan Hamadi menuju Holtekamp memiliki panjang kurang lebih 1.800 meter dan lebar 17 meter.
Baca Juga: Jembatan Youtefa Diresmikan, Jayapura-PLBN Skouw Jadi 30-45 Menit Saja
2. Jembatan Barito &amp;ndash; Banjarmasin
Jembatan Barito adalah jembatan yang melintang di atas Sungai Barito, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Secara administratif, jembatan ini berada di wilayah Kabupaten Barito Kuala dan berjarak 15 km dari Kota Banjarmasin.
Jembatan ini memiliki panjang 1.082 meter yang melintasi Sungai Barito selebar 800 meter dan Pulau Bakut selebar 200 meter. Jembatan ini terdiri dari jembatan utama sepanjang 902 meter, dan jembatan pendekat 180 meter, dengan lebar 10,37 meter.
Merupakan akses jalan Trans Kalimantan dari Banjarmasin menuju ke Palangkaraya dan sebaliknya. Ketinggian ruang bebas jembatan utama 15 - 18 meter, sehingga bisa digunakan untuk lalu lintas perairan seperti Kapal Tongkang.
Baca Juga: Lindungi Laut, Indonesia Capai Target Perluasan Kawasan Konservasi
Jembatan Barito sering disebut pula jembatan Pulau Bakut, sesuai nama delta (pulau kecil) yang ada di bawahnya atau jembatan pulau Bakut, sesuai nama daerah tepi barat sungai Barito (sungai Banjar).
Jembatan ini pertama kali diresmikan pada tanggal 24 April 1997 oleh Presiden Soeharto. Jembatan, yang tercatat dalam rekor Muri sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia ini, jembatan yang menghubungkan jalan trans Kalimantan.
Jalan ini merupakan jalan poros yang menghubungkan dua provinsi bertetangga yaitu provinsi Kalimantan Tengah, sebelum ada jembata ini masyarakat sangat mengandalkan jalur transportasi seperti sungai menggunakan alat transpor seperti boat atau kapal bermotor untuk menuju ke Banjarmasin atau sebaliknya.3. Jembatan Barelang &amp;ndash; Batam
Jembatan Barelang singkatan dari Batam, Rempang, dan Galang adalah  sekumpulan jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yaitu Pulau Batam,  Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang  Baru di daerah Batam, provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.
Jembatan Belerang yang dibangun dari tahun 1992 sampai 1998 ini kerap  dijuluki sebagai Jembatan Habibie karena sebagai bentuk penghargaan  atas jasa beliau dalam mengembangkan pulau Batam sebagai pulau industri  serta mempelopori pembangunan jembatan ini.
Jembatan Barelang yang memiliki panjang 385 m merupakan ikon Kota  Batam yang populer, khususnya bagi masyarakat Kepulauan Riau. Jembatan  ini menjadi salah satu tujuan utama dalam berwisata di Pulau Batam.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/06/30/39234/215375_medium.jpg&quot; alt=&quot;Peningkatan Arus Balik Jembatan Suramadu Diprediksi Sabtu-Minggu&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
4. Jembatan Nasional Suramadu &amp;ndash; Surabaya dan Madura
Jembatan Suramadu yang menghubungkan pulau Jawa yakni Surabaya -  Madura memiliki panjang 5.438 m. Jembatan ini merupakan jembatan  terpanjang di Indonesia saat ini.
Ground Breaking pembangunan jembatan ini dilakukan oleh Presiden  Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan dibangun serta  diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10  Juni 2009
Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di  Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura yang  relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Provinsi Jawa Timur.  Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/07/09/39626/216160_medium.jpg&quot; alt=&quot; Mencari Lorjuk di Suramadu&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
5. Jembatan Ampera &amp;ndash; Palembang
Jembatan Ampera adalah sebuah jembatan di Kota Palembang, Provinsi  Sumatra Selatan, Indonesia. Jembatan Ampera, yang telah menjadi semacam  lambang kota, terletak di tengah-tengah kota Palembang, dan  menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh  Sungai Musi.
Jembatan ini punya panjang 1.177 m dan tinggi 11.5 m dari permukaan  air. Tinggi dua menara di kedua sisinya 63 m dari permukaan tanah dan  jarak antara menara adalah 75 m. Beratnya 944 ton.
Pembangunan jembatan ini dimulai pada bulan April 1962, setelah  mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya  diambil dari dana pampasan perang Jepang. Bukan hanya biaya, jembatan  inipun menggunakan tenaga ahli dari negara tersebut.
Pada awalnya, jembatan ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut  sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk  penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara  sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki  sebuah jembatan di atas Sungai Musi.
Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus  mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu,  jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara. Setelah  terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno  sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera  (Amanat Penderitaan Rakyat).6. Jembatan Mahkota II &amp;ndash; Samarinda
Jembatan Mahkota II adalah jembatan yang akan menghubungkan Sungai   Kapih, kecamatan Sambutan dengan kelurahan Simpang Pasir, Palaran di   kota Samarinda yang memiliki panjang sekitar 1.428 meter dan akan   menjadi jembatan terpanjang di Kalimantan Timur.
Dinamakan Mahkota II (Mahakam Kota II) karena merupakan jembatan   kedua yang dibangun di wilayah Kota Samarinda setelah Jembatan Mahakam   (atau Mahkota I). Proyek pembangunan Jembatan Mahkota II dimulai pada   tahun 2002 dan sempat dihentikan atau mangkrak karena tidak dikucurkan   lagi pembiayaan dari APBN, seiring rencana pemindahan Pelabuhan   Samarinda dan penyelesaian pelabuhan peti kemas Palaran.
Jembatan ini kembali dilanjutkan pembangunannnya dan ditargetkan akan   selesai pada akhir tahun 2016 dan sudah bisa digunakan pada 21 Januari   2017. Namun dengan berbagai pertimbangan serta proses uji keamanan   Jembatan Mahkota II akhirnya baru dapat dibuka untuk umum sebagai bagian   dari uji coba selama tiga pekan sejak 21 Juni 2017.
Baca juga: Selesaikan 3 Jembatan di Jateng, Menteri Basuki: Untuk Tingkatkan Perekonomian
7. Jembatan Tayan &amp;ndash; Sanggau
Jembatan Tayan adalah sebuah jembatan yang melintang di atas Sungai   Kapuas, Kabupaten Sanggau, provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.   Jembatan ini menjadi bagian dari Jalan Trans Kalimantan poros selatan   yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Tengah.
Jembatan Sei Tayan tersebut diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan   beroperasi pada 22 Maret 2016. Jembatan ini memiliki panjang  keseluruhan  mencapai 1.440 meter. Sementara lebar jembatan adalah tiga  jalur  kendaraan atau sekitar 11 meter. Tinggi jembatan dari muka air  Sungai  Kapuas saat banjir tertinggi 13 meter.
Konstruksi jembatan tersebut terbagi dalam dua bentangan yang   menghubungkan Kota Tayan dengan Desa Piasak. Bentangan pertama jembatan   dari arah Kota Tayan menuju Pulau Tayan. Sedangkan bentangan kedua   adalah jembatan dari arah Pulau Tayan menuju Desa Piasak. Bentangan   pertama yang menghubungkan Kota Tayan dengan Pulau Tayan memiliki   panjang sekitar 300 meter. Sedangkan bentangan kedua yang menghubungkan   Pulau Tayan dengan Piasak memiliki panjang sekitar 1.140 meter.
Baca juga: Pembangunan 6 Jembatan dan Jalan Lingkar Morotai Dilanjutkan
8. Jembatan Merah Putih.
Jembatan Merah Putih adalah Jembatan kabel pancang yang terletak di   Kota Ambon, Provinsi Maluku, Indonesia. Jembatan ini membentangi Teluk   Dalam Pulau Ambon, yang menghubungkan Desa Rumah Tiga (Poka) di   Kecamatan Sirimau pada sisi utara, dan Desa Hative Kecil/Galala di   Kecamatan Teluk Ambon pada sisi selatan
Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia Timur,   menjadi bagian dari keseluruhan tata ruang Kota Ambon, dan menjadi ikon   kota Ambon. Jembatan merah putih dibangun pada tahun 2011 dan  diresmikan  pada tahun 2016 oleh Presiden Jokowi. Jembatan ini memiliki  panjang  1.140 meter.
Pembangunan Jembatan Merah Putih ini mempercepat waktu tempuh   perjalanan antara Bandara Pattimura di Jazirah Lei Hitu, Maluku Tengah   di utara, dan pusat Kota Ambon di Jazirah Lei Timur di selatan.  Sebelum   ada Jembatan Merah Putih, jarak Bandara Internasional Pattimura ke  Kota  Ambon yang berkisar 35 kilometer harus ditempuh selama 60 menit  dengan  memutari Teluk Ambon. Alternatif lain adalah dengan menggunakan  kapal  penyeberangan  antara Desa Rumah Tiga (Poka) dan Galala dengan  waktu  tempuh sekitar 20 menit, belum termasuk waktu antri.</description><content:encoded>JAKARTA - Jembatan bukan hanya menjadi penghubung dua wilayah. Tetapi, di beberapa kota jembatan justru menjadi sebuah landmark kota tersebut.
Banyak kota yang berlomba-lomba membangun jembatan yang indah. Tak heran jika banyak wisatawan yang mengunjungi jembatan indah ini. Oleh karena itu Okezone telah mengutip dari berbagai sumber, mengenai jembatan ikonik di Indonesia. Berikut daftarnya:
1. Jembatan Holtekamp atau Youtefa
Empat tahun dibangun, akhirnya Jembatan Holtekamo di Papua diresmikan Presiden Jokowi hari ini, Senin (28/10) bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Jembatan Holtekamp ini menghubungkan daerah Hamadi menuju Holtekamp.

Dengan diresmikannya jembatan ini, waktu tempuh dari Kota Jayapura menuju PLBN Skouw akan lebih singkat, dari semula sekitar 1,5-2 jam menjadi sekitar 30 - 45 menit. Jembatan Youtefa juga mendorong pengembangan Kota Jayapura ke arah Skouw, menunjang wisata bahari di Teluk Youtefa, dan akan mendukung pelaksanaan PON XX Papua Tahun 2020.
Jembatan Holtekamp karya anak bangsa menjadi ikon baru Kota Jayapura. Pasalnya, jembatan ini menyajikan desain yang mencolok dengan warna merah. Selain mencolok, jembatan ini juga memiliki desain yang kuat dengan berdiri kokoh dan menawan di atas Teluk Youtefa. Tak heran, jembatan ini dirancang bisa berdiri kokoh hingga 100 tahun ke depan.
Sebelumnya, jembatan tersebut sempat tertunda karena persoalan status kepemilikan lahan yang masih belum selesai. Jembatan yang menghubungkan Hamadi menuju Holtekamp memiliki panjang kurang lebih 1.800 meter dan lebar 17 meter.
Baca Juga: Jembatan Youtefa Diresmikan, Jayapura-PLBN Skouw Jadi 30-45 Menit Saja
2. Jembatan Barito &amp;ndash; Banjarmasin
Jembatan Barito adalah jembatan yang melintang di atas Sungai Barito, Provinsi Kalimantan Selatan, Indonesia. Secara administratif, jembatan ini berada di wilayah Kabupaten Barito Kuala dan berjarak 15 km dari Kota Banjarmasin.
Jembatan ini memiliki panjang 1.082 meter yang melintasi Sungai Barito selebar 800 meter dan Pulau Bakut selebar 200 meter. Jembatan ini terdiri dari jembatan utama sepanjang 902 meter, dan jembatan pendekat 180 meter, dengan lebar 10,37 meter.
Merupakan akses jalan Trans Kalimantan dari Banjarmasin menuju ke Palangkaraya dan sebaliknya. Ketinggian ruang bebas jembatan utama 15 - 18 meter, sehingga bisa digunakan untuk lalu lintas perairan seperti Kapal Tongkang.
Baca Juga: Lindungi Laut, Indonesia Capai Target Perluasan Kawasan Konservasi
Jembatan Barito sering disebut pula jembatan Pulau Bakut, sesuai nama delta (pulau kecil) yang ada di bawahnya atau jembatan pulau Bakut, sesuai nama daerah tepi barat sungai Barito (sungai Banjar).
Jembatan ini pertama kali diresmikan pada tanggal 24 April 1997 oleh Presiden Soeharto. Jembatan, yang tercatat dalam rekor Muri sebagai jembatan gantung terpanjang di Indonesia ini, jembatan yang menghubungkan jalan trans Kalimantan.
Jalan ini merupakan jalan poros yang menghubungkan dua provinsi bertetangga yaitu provinsi Kalimantan Tengah, sebelum ada jembata ini masyarakat sangat mengandalkan jalur transportasi seperti sungai menggunakan alat transpor seperti boat atau kapal bermotor untuk menuju ke Banjarmasin atau sebaliknya.3. Jembatan Barelang &amp;ndash; Batam
Jembatan Barelang singkatan dari Batam, Rempang, dan Galang adalah  sekumpulan jembatan yang menghubungkan pulau-pulau yaitu Pulau Batam,  Pulau Tonton, Pulau Nipah, Pulau Rempang, Pulau Galang dan Pulau Galang  Baru di daerah Batam, provinsi Kepulauan Riau, Indonesia.
Jembatan Belerang yang dibangun dari tahun 1992 sampai 1998 ini kerap  dijuluki sebagai Jembatan Habibie karena sebagai bentuk penghargaan  atas jasa beliau dalam mengembangkan pulau Batam sebagai pulau industri  serta mempelopori pembangunan jembatan ini.
Jembatan Barelang yang memiliki panjang 385 m merupakan ikon Kota  Batam yang populer, khususnya bagi masyarakat Kepulauan Riau. Jembatan  ini menjadi salah satu tujuan utama dalam berwisata di Pulau Batam.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/06/30/39234/215375_medium.jpg&quot; alt=&quot;Peningkatan Arus Balik Jembatan Suramadu Diprediksi Sabtu-Minggu&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
4. Jembatan Nasional Suramadu &amp;ndash; Surabaya dan Madura
Jembatan Suramadu yang menghubungkan pulau Jawa yakni Surabaya -  Madura memiliki panjang 5.438 m. Jembatan ini merupakan jembatan  terpanjang di Indonesia saat ini.
Ground Breaking pembangunan jembatan ini dilakukan oleh Presiden  Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan dibangun serta  diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10  Juni 2009
Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di  Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura yang  relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Provinsi Jawa Timur.  Perkiraan biaya pembangunan jembatan ini adalah 4,5 triliun rupiah.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2017/07/09/39626/216160_medium.jpg&quot; alt=&quot; Mencari Lorjuk di Suramadu&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
5. Jembatan Ampera &amp;ndash; Palembang
Jembatan Ampera adalah sebuah jembatan di Kota Palembang, Provinsi  Sumatra Selatan, Indonesia. Jembatan Ampera, yang telah menjadi semacam  lambang kota, terletak di tengah-tengah kota Palembang, dan  menghubungkan daerah Seberang Ulu dan Seberang Ilir yang dipisahkan oleh  Sungai Musi.
Jembatan ini punya panjang 1.177 m dan tinggi 11.5 m dari permukaan  air. Tinggi dua menara di kedua sisinya 63 m dari permukaan tanah dan  jarak antara menara adalah 75 m. Beratnya 944 ton.
Pembangunan jembatan ini dimulai pada bulan April 1962, setelah  mendapat persetujuan dari Presiden Soekarno. Biaya pembangunannya  diambil dari dana pampasan perang Jepang. Bukan hanya biaya, jembatan  inipun menggunakan tenaga ahli dari negara tersebut.
Pada awalnya, jembatan ini, dinamai Jembatan Bung Karno. Menurut  sejarawan Djohan Hanafiah, pemberian nama tersebut sebagai bentuk  penghargaan kepada Presiden RI pertama itu. Bung Karno secara  sungguh-sungguh memperjuangkan keinginan warga Palembang, untuk memiliki  sebuah jembatan di atas Sungai Musi.
Peresmian pemakaian jembatan dilakukan pada tahun 1965, sekaligus  mengukuhkan nama Bung Karno sebagai nama jembatan. Pada saat itu,  jembatan ini adalah jembatan terpanjang di Asia tenggara. Setelah  terjadi pergolakan politik pada tahun 1966, ketika gerakan anti-Soekarno  sangat kuat, nama jembatan itu pun diubah menjadi Jembatan Ampera  (Amanat Penderitaan Rakyat).6. Jembatan Mahkota II &amp;ndash; Samarinda
Jembatan Mahkota II adalah jembatan yang akan menghubungkan Sungai   Kapih, kecamatan Sambutan dengan kelurahan Simpang Pasir, Palaran di   kota Samarinda yang memiliki panjang sekitar 1.428 meter dan akan   menjadi jembatan terpanjang di Kalimantan Timur.
Dinamakan Mahkota II (Mahakam Kota II) karena merupakan jembatan   kedua yang dibangun di wilayah Kota Samarinda setelah Jembatan Mahakam   (atau Mahkota I). Proyek pembangunan Jembatan Mahkota II dimulai pada   tahun 2002 dan sempat dihentikan atau mangkrak karena tidak dikucurkan   lagi pembiayaan dari APBN, seiring rencana pemindahan Pelabuhan   Samarinda dan penyelesaian pelabuhan peti kemas Palaran.
Jembatan ini kembali dilanjutkan pembangunannnya dan ditargetkan akan   selesai pada akhir tahun 2016 dan sudah bisa digunakan pada 21 Januari   2017. Namun dengan berbagai pertimbangan serta proses uji keamanan   Jembatan Mahkota II akhirnya baru dapat dibuka untuk umum sebagai bagian   dari uji coba selama tiga pekan sejak 21 Juni 2017.
Baca juga: Selesaikan 3 Jembatan di Jateng, Menteri Basuki: Untuk Tingkatkan Perekonomian
7. Jembatan Tayan &amp;ndash; Sanggau
Jembatan Tayan adalah sebuah jembatan yang melintang di atas Sungai   Kapuas, Kabupaten Sanggau, provinsi Kalimantan Barat, Indonesia.   Jembatan ini menjadi bagian dari Jalan Trans Kalimantan poros selatan   yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Tengah.
Jembatan Sei Tayan tersebut diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan   beroperasi pada 22 Maret 2016. Jembatan ini memiliki panjang  keseluruhan  mencapai 1.440 meter. Sementara lebar jembatan adalah tiga  jalur  kendaraan atau sekitar 11 meter. Tinggi jembatan dari muka air  Sungai  Kapuas saat banjir tertinggi 13 meter.
Konstruksi jembatan tersebut terbagi dalam dua bentangan yang   menghubungkan Kota Tayan dengan Desa Piasak. Bentangan pertama jembatan   dari arah Kota Tayan menuju Pulau Tayan. Sedangkan bentangan kedua   adalah jembatan dari arah Pulau Tayan menuju Desa Piasak. Bentangan   pertama yang menghubungkan Kota Tayan dengan Pulau Tayan memiliki   panjang sekitar 300 meter. Sedangkan bentangan kedua yang menghubungkan   Pulau Tayan dengan Piasak memiliki panjang sekitar 1.140 meter.
Baca juga: Pembangunan 6 Jembatan dan Jalan Lingkar Morotai Dilanjutkan
8. Jembatan Merah Putih.
Jembatan Merah Putih adalah Jembatan kabel pancang yang terletak di   Kota Ambon, Provinsi Maluku, Indonesia. Jembatan ini membentangi Teluk   Dalam Pulau Ambon, yang menghubungkan Desa Rumah Tiga (Poka) di   Kecamatan Sirimau pada sisi utara, dan Desa Hative Kecil/Galala di   Kecamatan Teluk Ambon pada sisi selatan
Jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia Timur,   menjadi bagian dari keseluruhan tata ruang Kota Ambon, dan menjadi ikon   kota Ambon. Jembatan merah putih dibangun pada tahun 2011 dan  diresmikan  pada tahun 2016 oleh Presiden Jokowi. Jembatan ini memiliki  panjang  1.140 meter.
Pembangunan Jembatan Merah Putih ini mempercepat waktu tempuh   perjalanan antara Bandara Pattimura di Jazirah Lei Hitu, Maluku Tengah   di utara, dan pusat Kota Ambon di Jazirah Lei Timur di selatan.  Sebelum   ada Jembatan Merah Putih, jarak Bandara Internasional Pattimura ke  Kota  Ambon yang berkisar 35 kilometer harus ditempuh selama 60 menit  dengan  memutari Teluk Ambon. Alternatif lain adalah dengan menggunakan  kapal  penyeberangan  antara Desa Rumah Tiga (Poka) dan Galala dengan  waktu  tempuh sekitar 20 menit, belum termasuk waktu antri.</content:encoded></item></channel></rss>
