<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kemenko Maritim Ada Embel-Embel Investasi, Luhut: Mystery of Life</title><description>Posisi Kementerian Koordinator Maritim saat ini bernama Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/320/2122808/kemenko-maritim-ada-embel-embel-investasi-luhut-mystery-of-life</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/320/2122808/kemenko-maritim-ada-embel-embel-investasi-luhut-mystery-of-life"/><item><title>Kemenko Maritim Ada Embel-Embel Investasi, Luhut: Mystery of Life</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/320/2122808/kemenko-maritim-ada-embel-embel-investasi-luhut-mystery-of-life</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/28/320/2122808/kemenko-maritim-ada-embel-embel-investasi-luhut-mystery-of-life</guid><pubDate>Senin 28 Oktober 2019 19:15 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/28/320/2122808/kemenko-maritim-ada-embel-embel-investasi-luhut-mystery-of-life-JgErwOaOvW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/28/320/2122808/kemenko-maritim-ada-embel-embel-investasi-luhut-mystery-of-life-JgErwOaOvW.jpg</image><title>Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Posisi Kementerian Koordinator Maritim saat ini bernama Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi. Mengapa investasi masuk dalam domain Kemenko Maritim?
Nama Kemenko Maritim mengalami beberapa kali perubahan. Awalnya, kementerian itu bernama Kementerian Koordinator Kompartemen Kemaritiman di era Ali Sadikin.  Kemudian bernama Kementerian Maritim, di era Jatjdjan Sastroredjo.
Baca Juga: Jadi Menperin, Agus Gumiwang: Tunggu Pengumuman Pak Presiden Jokowi Besok
Kemudian sempat dikenal sebagai Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya di era Rizal Ramli. Lalu, di Era Menko Luhut Kabinet Indonesia Maju, bernama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Kenapa perubahan itu terjadi secara signifikan di era Menko Luhut? Jawaban Menko Luhut adalah, &quot;Saya hanya bisa menjawabnya sebagai mystery of life,&quot; ujarnya dalam Facebook, Senin (28/10/2019).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/23/59249/304391_medium.jpg&quot; alt=&quot;Luhut Binsar Panjaitan Tiba di Istana Negara&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Berikut ini kutipan selengkapnya, seperti dikutip dari laman Facebook miliknya.
TARGET DAN TANTANGAN
 
Sesuai arahan dan perintah Presiden tersebut, maka target saya sebagai Menko adalah untuk membantu memasukkan investasi sebanyak mungkin ke Indonesia.
 
Dana dari luar negeri tersebut akan masuk ke bidang-bidang hilirisasi, penghematan energi, kemudian untuk pembangunan berbagai industri strategis seperti petrochemical, refinery (pengolahan/penyulingan/kilang), program B20-B30, pengurangan impor di sektor energi, serta efisiensi di semua lembaga-lembaga di bawah koordinasi saya yang tentu akan dilaksanakan setelah berkoordinasi dengan menteri-menteri terkait yang sekarang jumlahnya berkembang.
 
Tantangan terbesar yang kita hadapi adalah yang berasal dari dalam negeri, bukan luar negeri. Saya pribadi melihat pentingnya mengubah sifat-sifat kita sendiri menjadi lebih disiplin dan efisien. Tentu tidak bisa dihindari juga adanya ketidakpastian ekonomi dunia, trade war, Braxit, situasi di Eropa, Timur Tengah, tensi hubungan antara Jepang dengan China, dengan Korea Selatan, maupun kondisi di Latin Amerika. Jangan lupa, kita sendiri masih harus menghadapi ancaman radikalisme dari dalam negeri.Melihat banyaknya tantangan di depan mata, maka dengan segala  kerendahan hati saya lebih dulu meminta maaf jika mungkin akan ada yang  tersinggung dengan tempo kerja kami yang cepat sekali, yang  kadang-kadang ada menyinggung sana-sini. Tentu tidak ada maksud untuk  itu, tapi hanya semata-mata untuk kepentingan nasional saja.
 
Tidak ada cara lain selain kerja cepat, karena kita semua sebetulnya  sedang berpacu dengan waktu. Apalagi dalam menghadapi krisis global  sekarang ini diperlukan tidak hanya kecepatan, tetapi juga ketepatan,  dan keberanian membuat keputusan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/23/59249/304390_medium.jpg&quot; alt=&quot;Luhut Binsar Panjaitan Tiba di Istana Negara&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
 
KENAPA INVESTASI?
 
Mungkin ada yang bertanya kenapa investasi ditambahkan ke dalam salah  satu portofolio saya? Saya hanya bisa menjawabnya sebagai mystery of  life. Karena selama ini saya diberi kesempatan oleh Presiden Jokowi  untuk menangani investasi dan saya bisa mengawinkan kemauan beberapa  investor besar dunia dengan kebutuhan dan potensi kita.
 
Di tengah gejolak ekonomi dunia, saya masih bisa dipertemukan dengan  investor yang memiliki kemampuan funding mencapai milyaran bahkan  triliunan USD. Mereka berasal dari Abu Dhabi, Tiongkok, Amerika,  Singapura, dan bahkan perorangan seperti Masayoshi Son dengan  SoftBank-nya.
 
Dekatnya hubungan para investor dengan Pak Jokowi, dan kepercayaan  mereka terhadap kepemimpinan di Indonesia saat ini memudahkan pekerjaan  saya selaku eksekutor Presiden. Contohnya, baru kemarin saya  berkomunikasi per telepon dengan Masayoshi Son yang mengundang saya  makan bersama di rumah pribadinya di Tokyo. Kesempatan seperti ini dapat  memberikan 3 atau 4 jam untuk kami membicarakan skenario besar  investasi di Indonesia.</description><content:encoded>JAKARTA - Posisi Kementerian Koordinator Maritim saat ini bernama Kementerian Koordinator Maritim dan Investasi. Mengapa investasi masuk dalam domain Kemenko Maritim?
Nama Kemenko Maritim mengalami beberapa kali perubahan. Awalnya, kementerian itu bernama Kementerian Koordinator Kompartemen Kemaritiman di era Ali Sadikin.  Kemudian bernama Kementerian Maritim, di era Jatjdjan Sastroredjo.
Baca Juga: Jadi Menperin, Agus Gumiwang: Tunggu Pengumuman Pak Presiden Jokowi Besok
Kemudian sempat dikenal sebagai Kementerian Koordinator Maritim dan Sumber Daya di era Rizal Ramli. Lalu, di Era Menko Luhut Kabinet Indonesia Maju, bernama Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Kenapa perubahan itu terjadi secara signifikan di era Menko Luhut? Jawaban Menko Luhut adalah, &quot;Saya hanya bisa menjawabnya sebagai mystery of life,&quot; ujarnya dalam Facebook, Senin (28/10/2019).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/23/59249/304391_medium.jpg&quot; alt=&quot;Luhut Binsar Panjaitan Tiba di Istana Negara&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Berikut ini kutipan selengkapnya, seperti dikutip dari laman Facebook miliknya.
TARGET DAN TANTANGAN
 
Sesuai arahan dan perintah Presiden tersebut, maka target saya sebagai Menko adalah untuk membantu memasukkan investasi sebanyak mungkin ke Indonesia.
 
Dana dari luar negeri tersebut akan masuk ke bidang-bidang hilirisasi, penghematan energi, kemudian untuk pembangunan berbagai industri strategis seperti petrochemical, refinery (pengolahan/penyulingan/kilang), program B20-B30, pengurangan impor di sektor energi, serta efisiensi di semua lembaga-lembaga di bawah koordinasi saya yang tentu akan dilaksanakan setelah berkoordinasi dengan menteri-menteri terkait yang sekarang jumlahnya berkembang.
 
Tantangan terbesar yang kita hadapi adalah yang berasal dari dalam negeri, bukan luar negeri. Saya pribadi melihat pentingnya mengubah sifat-sifat kita sendiri menjadi lebih disiplin dan efisien. Tentu tidak bisa dihindari juga adanya ketidakpastian ekonomi dunia, trade war, Braxit, situasi di Eropa, Timur Tengah, tensi hubungan antara Jepang dengan China, dengan Korea Selatan, maupun kondisi di Latin Amerika. Jangan lupa, kita sendiri masih harus menghadapi ancaman radikalisme dari dalam negeri.Melihat banyaknya tantangan di depan mata, maka dengan segala  kerendahan hati saya lebih dulu meminta maaf jika mungkin akan ada yang  tersinggung dengan tempo kerja kami yang cepat sekali, yang  kadang-kadang ada menyinggung sana-sini. Tentu tidak ada maksud untuk  itu, tapi hanya semata-mata untuk kepentingan nasional saja.
 
Tidak ada cara lain selain kerja cepat, karena kita semua sebetulnya  sedang berpacu dengan waktu. Apalagi dalam menghadapi krisis global  sekarang ini diperlukan tidak hanya kecepatan, tetapi juga ketepatan,  dan keberanian membuat keputusan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/23/59249/304390_medium.jpg&quot; alt=&quot;Luhut Binsar Panjaitan Tiba di Istana Negara&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
 
KENAPA INVESTASI?
 
Mungkin ada yang bertanya kenapa investasi ditambahkan ke dalam salah  satu portofolio saya? Saya hanya bisa menjawabnya sebagai mystery of  life. Karena selama ini saya diberi kesempatan oleh Presiden Jokowi  untuk menangani investasi dan saya bisa mengawinkan kemauan beberapa  investor besar dunia dengan kebutuhan dan potensi kita.
 
Di tengah gejolak ekonomi dunia, saya masih bisa dipertemukan dengan  investor yang memiliki kemampuan funding mencapai milyaran bahkan  triliunan USD. Mereka berasal dari Abu Dhabi, Tiongkok, Amerika,  Singapura, dan bahkan perorangan seperti Masayoshi Son dengan  SoftBank-nya.
 
Dekatnya hubungan para investor dengan Pak Jokowi, dan kepercayaan  mereka terhadap kepemimpinan di Indonesia saat ini memudahkan pekerjaan  saya selaku eksekutor Presiden. Contohnya, baru kemarin saya  berkomunikasi per telepon dengan Masayoshi Son yang mengundang saya  makan bersama di rumah pribadinya di Tokyo. Kesempatan seperti ini dapat  memberikan 3 atau 4 jam untuk kami membicarakan skenario besar  investasi di Indonesia.</content:encoded></item></channel></rss>
