<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kredit Bank Mandiri Tumbuh Melambat 7,8% pada Kuartal III-2019</title><description>PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyalurkan kredit sebesar Rp841,9 triliun atau tumbuh 7,78% secara tahunan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/278/2122981/kredit-bank-mandiri-tumbuh-melambat-7-8-pada-kuartal-iii-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/278/2122981/kredit-bank-mandiri-tumbuh-melambat-7-8-pada-kuartal-iii-2019"/><item><title>Kredit Bank Mandiri Tumbuh Melambat 7,8% pada Kuartal III-2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/278/2122981/kredit-bank-mandiri-tumbuh-melambat-7-8-pada-kuartal-iii-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/278/2122981/kredit-bank-mandiri-tumbuh-melambat-7-8-pada-kuartal-iii-2019</guid><pubDate>Selasa 29 Oktober 2019 10:39 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/29/278/2122981/kredit-bank-mandiri-tumbuh-melambat-7-8-pada-kuartal-iii-2019-rZPSURPojk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Laporan Keuangan Bank Mandiri (Foto: Yohana Artha Uly/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/29/278/2122981/kredit-bank-mandiri-tumbuh-melambat-7-8-pada-kuartal-iii-2019-rZPSURPojk.jpg</image><title>Laporan Keuangan Bank Mandiri (Foto: Yohana Artha Uly/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyalurkan kredit sebesar Rp841,9 triliun atau tumbuh 7,78% secara tahunan. Pada  akhir September 2018 penyaluran kredit tercatat sebesar Rp781,1 triliun.

Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan September 2018 yang mampu tumbuh sebesar 13,8% dari periode yang sama di 2017 sebesar Rp781,1 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bos Baru Bank Mandiri Ditunjuk Paling Lambat Januari 2020
Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi menjelaskan, penyaluran kredit hingga kuartal III-2019 ditopang segmen utama korporasi. Kredit segmen korporasi mencapai Rp327,7 triliun atau tumbuh 7,6% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp305,2 triliun.
&amp;nbsp;
Untuk segmen konsumer, tercatat mencapai Rp88,5 triliun hingga akhir September 2019 atau tumbuh 4,1% secara tahunan dari Rp85 triliun. Lalu kredit mikro mencapai Rp116,4 triliun atau tumbuh 19,4% secara tahunan dari Rp97,5 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Naik 11,9%, Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp20,3 Triliun
Kemudian penyaluran ke kredit SME (Small Medium Enterprise) tercatat sebesar Rp57,5 triliun atau tumbuh 4,5% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp55 triliun. Sedangkan pertumbuhan kredit komersial tercatat mengalami kontraksi yakni -2,7% menjadi Rp138 triliun dari September 2018 yang sebesar Rp141,9 triliun.

&quot;Untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan, Bank Mandiri juga menjaga komposisi kredit produktif seperti kredit investasi dan modal kerja, dalam porsi 81,49% dari total portofolio,&quot; jelas Hery dalam konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (28/10/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tiko Jadi Wamen BUMN, Bank Mandiri Dipimpin Sulaiman Arif
Dia menyatakan, pada kuartal III-2019 kredit investasi  Bank Mandiri tercatat mencapai Rp251,07 triliun. Sedangkan kredit modal kerja tercatat sebesar Rp342,3 triliun.
Adapun penyaluran kredit ke sektor infrastruktur tercatat mencapai  Rp198,5 triliun atau 16,9% secara tahunan. Kredit tersebut disalurkan ke  berbagai sektor, diantaranya tenaga listrik, transportasi, migas,  energi terbarukan.

Sedangkan untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR), sepanjang  Januari-September 2019 sudah disalurkan Rp17,45 triliun atau tumbuh  29,7% secara tahunan. Jumlah tersebut mencapai 69% dari target tahun  2019 dengan jumlah penerima sebanyak 222.825 debitur.

&quot;Dari jumlah tersebut, sebesar 50,25% disalurkan kepada sektor  produksi, yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan dan jasa  produksi,&quot; ungkap Hary.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menyalurkan kredit sebesar Rp841,9 triliun atau tumbuh 7,78% secara tahunan. Pada  akhir September 2018 penyaluran kredit tercatat sebesar Rp781,1 triliun.

Pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan September 2018 yang mampu tumbuh sebesar 13,8% dari periode yang sama di 2017 sebesar Rp781,1 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Bos Baru Bank Mandiri Ditunjuk Paling Lambat Januari 2020
Direktur Bisnis dan Jaringan Bank Mandiri Hery Gunardi menjelaskan, penyaluran kredit hingga kuartal III-2019 ditopang segmen utama korporasi. Kredit segmen korporasi mencapai Rp327,7 triliun atau tumbuh 7,6% dari periode sama tahun lalu sebesar Rp305,2 triliun.
&amp;nbsp;
Untuk segmen konsumer, tercatat mencapai Rp88,5 triliun hingga akhir September 2019 atau tumbuh 4,1% secara tahunan dari Rp85 triliun. Lalu kredit mikro mencapai Rp116,4 triliun atau tumbuh 19,4% secara tahunan dari Rp97,5 triliun.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Naik 11,9%, Bank Mandiri Kantongi Laba Bersih Rp20,3 Triliun
Kemudian penyaluran ke kredit SME (Small Medium Enterprise) tercatat sebesar Rp57,5 triliun atau tumbuh 4,5% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp55 triliun. Sedangkan pertumbuhan kredit komersial tercatat mengalami kontraksi yakni -2,7% menjadi Rp138 triliun dari September 2018 yang sebesar Rp141,9 triliun.

&quot;Untuk mengoptimalkan fungsi intermediasi perbankan, Bank Mandiri juga menjaga komposisi kredit produktif seperti kredit investasi dan modal kerja, dalam porsi 81,49% dari total portofolio,&quot; jelas Hery dalam konferensi pers di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (28/10/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Tiko Jadi Wamen BUMN, Bank Mandiri Dipimpin Sulaiman Arif
Dia menyatakan, pada kuartal III-2019 kredit investasi  Bank Mandiri tercatat mencapai Rp251,07 triliun. Sedangkan kredit modal kerja tercatat sebesar Rp342,3 triliun.
Adapun penyaluran kredit ke sektor infrastruktur tercatat mencapai  Rp198,5 triliun atau 16,9% secara tahunan. Kredit tersebut disalurkan ke  berbagai sektor, diantaranya tenaga listrik, transportasi, migas,  energi terbarukan.

Sedangkan untuk program Kredit Usaha Rakyat (KUR), sepanjang  Januari-September 2019 sudah disalurkan Rp17,45 triliun atau tumbuh  29,7% secara tahunan. Jumlah tersebut mencapai 69% dari target tahun  2019 dengan jumlah penerima sebanyak 222.825 debitur.

&quot;Dari jumlah tersebut, sebesar 50,25% disalurkan kepada sektor  produksi, yakni pertanian, perikanan, industri pengolahan dan jasa  produksi,&quot; ungkap Hary.</content:encoded></item></channel></rss>
