<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jalan Trans Papua Sudah 1.071 Km, Begini Kondisinya</title><description>Jalan Trans di Provinsi Papua Barat sepanjang 1.071 km telah tersambung dan terus ditingkatkan kondisinya</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/320/2122961/jalan-trans-papua-sudah-1-071-km-begini-kondisinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/320/2122961/jalan-trans-papua-sudah-1-071-km-begini-kondisinya"/><item><title>Jalan Trans Papua Sudah 1.071 Km, Begini Kondisinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/320/2122961/jalan-trans-papua-sudah-1-071-km-begini-kondisinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/320/2122961/jalan-trans-papua-sudah-1-071-km-begini-kondisinya</guid><pubDate>Selasa 29 Oktober 2019 09:49 WIB</pubDate><dc:creator>Maghfira Nursyabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/29/320/2122961/jalan-trans-papua-sudah-1-071-km-begini-kondisinya-Tznxizzepf.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan Trans Papua. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/29/320/2122961/jalan-trans-papua-sudah-1-071-km-begini-kondisinya-Tznxizzepf.jpeg</image><title>Jalan Trans Papua. (Foto: Okezone.com/Dok. PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan  konektivitas di Provinsi Papua guna membuka keterisolasian wilayah, mengurangi biaya kemahalan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sejak tahun 2018, Jalan Trans di Provinsi Papua Barat sepanjang 1.071 km telah tersambung dan terus ditingkatkan kondisinya. Hingga kini, Trans Papua yang sudah beraspal sepanjang  743 km dan sisanya masih agregat atau perkerasan tanah.
Baca Juga: Mengintip Pembangunan Jalan Trans Papua
Penyelesaian Jalan Trans Papua Barat sebagai bagian dari Jalan Trans Papua adalah perwujudan dari visi Presiden Joko Widodo dalam membangun Indonesia dari pinggiran dan pemerataan hasil-hasil pembangunan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan masyarakat sudah mulai merasakan manfaat keberadaan Jalan Trans Papua dan Jalan Perbatasan Papua.
Baca Juga: Medan Berat, Jalan Trans Papua Baru Bisa Tersambung 2020
&amp;ldquo;Pembangunan Jalan Trans Papua terus dilanjutkan dan ditargetkan untuk bisa dilanjutkan sisa pembangunan sekitar 32 km,&amp;rdquo; Ujar Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Selasa (29/10/2019).
Asal tahu saja, Jalan Trans Papua Barat terbagi menjadi dua segmen/ruas yaitu segmen I Sorong-Maybrat-Manokwari (595 km) yang menghubungkan dua pusat ekonomi di Papua Barat yakni Kota Sorong dan Manokwari yang kini dapat ditempuh dalam waktu 14 jam.Seperti diketahui, Ruas jalan ini juga terhubung dengan Pelabuhan  Arar sebagai pelabuhan tol laut yang merupakan bagian dari Kawasan  Ekonomi Khusus (KEK) Sorong. Kondisinya hingga tahun 2019 adalah  sepanjang 550 km sudah beraspal dan sisanya perkerasan tanah sepanjang  44,5 km.
Sementara segmen II Manokwari-Mameh-Wasior-Batas Provinsi Papua juga  telah berhasil tembus pada Desember 2017. Dari panjang 476 km, kondisi  beraspal sepanjang 192  km, perkerasan tanah 283 km, namun masih  diperlukan pembangunan 3 buah jembatan dengan panjang total 210 meter.
Sebagai informasi, Tantangan dalam pembangunan jalan Trans Papua  Barat adalah kondisi medan yang cukup berat, seperti hutan, pegunungan  dan cuaca. Disamping itu ketersediaan material konstruksi juga terbatas  di Papua.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan  konektivitas di Provinsi Papua guna membuka keterisolasian wilayah, mengurangi biaya kemahalan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Sejak tahun 2018, Jalan Trans di Provinsi Papua Barat sepanjang 1.071 km telah tersambung dan terus ditingkatkan kondisinya. Hingga kini, Trans Papua yang sudah beraspal sepanjang  743 km dan sisanya masih agregat atau perkerasan tanah.
Baca Juga: Mengintip Pembangunan Jalan Trans Papua
Penyelesaian Jalan Trans Papua Barat sebagai bagian dari Jalan Trans Papua adalah perwujudan dari visi Presiden Joko Widodo dalam membangun Indonesia dari pinggiran dan pemerataan hasil-hasil pembangunan.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan masyarakat sudah mulai merasakan manfaat keberadaan Jalan Trans Papua dan Jalan Perbatasan Papua.
Baca Juga: Medan Berat, Jalan Trans Papua Baru Bisa Tersambung 2020
&amp;ldquo;Pembangunan Jalan Trans Papua terus dilanjutkan dan ditargetkan untuk bisa dilanjutkan sisa pembangunan sekitar 32 km,&amp;rdquo; Ujar Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Selasa (29/10/2019).
Asal tahu saja, Jalan Trans Papua Barat terbagi menjadi dua segmen/ruas yaitu segmen I Sorong-Maybrat-Manokwari (595 km) yang menghubungkan dua pusat ekonomi di Papua Barat yakni Kota Sorong dan Manokwari yang kini dapat ditempuh dalam waktu 14 jam.Seperti diketahui, Ruas jalan ini juga terhubung dengan Pelabuhan  Arar sebagai pelabuhan tol laut yang merupakan bagian dari Kawasan  Ekonomi Khusus (KEK) Sorong. Kondisinya hingga tahun 2019 adalah  sepanjang 550 km sudah beraspal dan sisanya perkerasan tanah sepanjang  44,5 km.
Sementara segmen II Manokwari-Mameh-Wasior-Batas Provinsi Papua juga  telah berhasil tembus pada Desember 2017. Dari panjang 476 km, kondisi  beraspal sepanjang 192  km, perkerasan tanah 283 km, namun masih  diperlukan pembangunan 3 buah jembatan dengan panjang total 210 meter.
Sebagai informasi, Tantangan dalam pembangunan jalan Trans Papua  Barat adalah kondisi medan yang cukup berat, seperti hutan, pegunungan  dan cuaca. Disamping itu ketersediaan material konstruksi juga terbatas  di Papua.
</content:encoded></item></channel></rss>
