<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun 5.200 Km Tol Baru, Kepala BPJT: We Need The New Player</title><description>PUPR menargetkan ada tambahan 2.500 km jalan tol lagi hingga 2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/320/2123134/bangun-5-200-km-tol-baru-kepala-bpjt-we-need-the-new-player</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/320/2123134/bangun-5-200-km-tol-baru-kepala-bpjt-we-need-the-new-player"/><item><title>Bangun 5.200 Km Tol Baru, Kepala BPJT: We Need The New Player</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/320/2123134/bangun-5-200-km-tol-baru-kepala-bpjt-we-need-the-new-player</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/320/2123134/bangun-5-200-km-tol-baru-kepala-bpjt-we-need-the-new-player</guid><pubDate>Selasa 29 Oktober 2019 14:52 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/29/320/2123134/bangun-5-200-km-tol-baru-kepala-bpjt-we-need-the-new-player-MiT1ZBV22P.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jalan Tol (Dok Jasa Marga)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/29/320/2123134/bangun-5-200-km-tol-baru-kepala-bpjt-we-need-the-new-player-MiT1ZBV22P.jpg</image><title>Jalan Tol (Dok Jasa Marga)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan ada tambahan 2.500 km jalan tol lagi hingga 2024, sehingga ada sekitar 4.700 hingga 5.200 km jalan tol yang akan beroperasi selama lima tahun ke depan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kementerian PUPR Bangun 5.200 Km Jalan Tol hingga 2024
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, dengan target yang ditetapkan pemerintah, membutuhkan para pemain-pemain baru di jalan tol. Karena untuk membangun lebih dari 2.500 km jalan tol dibutuhkan pembiayaan yang cukup besar.

Sebagai gambaran pada lima tahun lalu saja dengan target 1.500 km jalan tol yang terbangun dibutuhkan dana sekitar Rp1.000 triliun lebih. Artinya setiap kilometer jalan tolnya membutuhkan dana sekitar Rp100 miliar per km
&amp;nbsp;Baca Juga: Tarif Tol Naik Lagi Tahun Ini
&quot;Kalau kita punya target 2.500 km saja, dengan pemain ada kita belum cukup mencapainya. We need the new player kita sangat berharap adanya pemain baru. Waktu kita ada acara serupa,&quot; ujarnya dalam sebuah diskusi di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (29/10/2019).
&amp;nbsp;Menurut Danang, adanya pemain baru ini bukan sebuah ancaman dari para  pemain lama. Justru menurutnya para pemain lama itu akan sangat  membutuhkan para pemain baru untuk kerjasama.

&quot;Adanya pemain baru bukan ancaman pemain lama. Mereka butuh partner  karena target kita 2.700 - 5.200 jalan beroperasi di 2024,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;
Menurutnya, skema partnership ini tidak melulu soal kerjasama  pembiayaan tak melulu soal pendanaan. Akan tetapi juga dari sisi  transfer teknologi karena dalam lima tahun kedepan jalan tol yang akan  diangun jauh lebih sulit lagi medannya.

&quot;Ini bukan soal uang, tapi knowlage teknologi kemudian teman teman  merancang sistem kontrak yang bagus kita juga butuhkan,&quot; ucapnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan ada tambahan 2.500 km jalan tol lagi hingga 2024, sehingga ada sekitar 4.700 hingga 5.200 km jalan tol yang akan beroperasi selama lima tahun ke depan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kementerian PUPR Bangun 5.200 Km Jalan Tol hingga 2024
Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Danang Parikesit mengatakan, dengan target yang ditetapkan pemerintah, membutuhkan para pemain-pemain baru di jalan tol. Karena untuk membangun lebih dari 2.500 km jalan tol dibutuhkan pembiayaan yang cukup besar.

Sebagai gambaran pada lima tahun lalu saja dengan target 1.500 km jalan tol yang terbangun dibutuhkan dana sekitar Rp1.000 triliun lebih. Artinya setiap kilometer jalan tolnya membutuhkan dana sekitar Rp100 miliar per km
&amp;nbsp;Baca Juga: Tarif Tol Naik Lagi Tahun Ini
&quot;Kalau kita punya target 2.500 km saja, dengan pemain ada kita belum cukup mencapainya. We need the new player kita sangat berharap adanya pemain baru. Waktu kita ada acara serupa,&quot; ujarnya dalam sebuah diskusi di Menara Kadin, Jakarta, Selasa (29/10/2019).
&amp;nbsp;Menurut Danang, adanya pemain baru ini bukan sebuah ancaman dari para  pemain lama. Justru menurutnya para pemain lama itu akan sangat  membutuhkan para pemain baru untuk kerjasama.

&quot;Adanya pemain baru bukan ancaman pemain lama. Mereka butuh partner  karena target kita 2.700 - 5.200 jalan beroperasi di 2024,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;
Menurutnya, skema partnership ini tidak melulu soal kerjasama  pembiayaan tak melulu soal pendanaan. Akan tetapi juga dari sisi  transfer teknologi karena dalam lima tahun kedepan jalan tol yang akan  diangun jauh lebih sulit lagi medannya.

&quot;Ini bukan soal uang, tapi knowlage teknologi kemudian teman teman  merancang sistem kontrak yang bagus kita juga butuhkan,&quot; ucapnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
