<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Diplomasi Ekonomi Menlu: Promosi Produk hingga 'Selamatkan' Sawit RI</title><description>Diplomasi ekonomi menjadi prioritas utama Kementerian Luar Negeri RI periode 2019-2024.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/320/2123353/diplomasi-ekonomi-menlu-promosi-produk-hingga-selamatkan-sawit-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/320/2123353/diplomasi-ekonomi-menlu-promosi-produk-hingga-selamatkan-sawit-ri"/><item><title>Diplomasi Ekonomi Menlu: Promosi Produk hingga 'Selamatkan' Sawit RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/320/2123353/diplomasi-ekonomi-menlu-promosi-produk-hingga-selamatkan-sawit-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/320/2123353/diplomasi-ekonomi-menlu-promosi-produk-hingga-selamatkan-sawit-ri</guid><pubDate>Selasa 29 Oktober 2019 21:20 WIB</pubDate><dc:creator>Delia Citra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/29/320/2123353/diplomasi-ekonomi-menlu-promosi-produk-hingga-selamatkan-sawit-ri-J4WkQz19mO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diplomasi Ekonomi Menlu (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/29/320/2123353/diplomasi-ekonomi-menlu-promosi-produk-hingga-selamatkan-sawit-ri-J4WkQz19mO.jpg</image><title>Diplomasi Ekonomi Menlu (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Kabinet Paripurna 24 Oktober 2019, menyampaikan bahwa hanya ada satu visi dan misi yaitu visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. Para Menteri diharapkan menjalankan visi dan misi sesuai dengan tupoksi masing.

Dengan mempertimbangkan amanah konstitusi dan visi misi Presiden/Wakil Presiden, maka prioritas Polugri 5 tahun ke depan merupakan kontinuitas dari pelaksanaan politik luar negeri 5 tahun ke belakang, ditambah beberapa penajaman di beberapa bagian. Penguatan antara lain dilakukan pada pelaksanaan diplomasi ekonomi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi: Angela Tanoesoedibjo Jago Promosi dan Berpengalaman
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, diplomasi ekonomi menjadi prioritas utama Kementerian Luar Negeri RI periode 2019-2024.

Beberapa langkah strategi dalam prioritas ini antara lain, pertama, kapitalisasi penguatan pasar domestik. Indonesia adalah pasar yang besar dengan lebih dari 260 juta jiwa.

&quot;Hal yang harus diwaspadai adalah menjaga pasar domestik dari produk-produk yang masuk secara ilegal maupun dengan dumping atau disubsidi pihak asing,&quot; kata Retno dalam keterangan tertulisnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Retno Marsudi, Srikandi Diplomasi Indonesia Kembali Dipercaya Sebagai Menteri Luar Negeri
Pertumbuhan ekonomi global yang rendah saat ini menunjukkan peningkatan pelanggaran-pelanggaran dimaksud yang harus makin diwaspadai.

Langkah kedua, penguatan pasar tradisional dan terobosan pasar non-tradisional. Diplomasi akan terus bekerja untuk memperkokoh kerja sama ekonomi yang strategis dan saling-menguntungkan dengan pasar tradisional Indonesia. Sementara itu, langkah terobosan juga akan dilakukan untuk menembus pasar non-tradisional lebih banyak lagi.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/23/59263/304506_medium.jpg&quot; alt=&quot;Momentum Pelantikan Kabinet Indonesia Maju [2]&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Langkah ketiga, penguatan perundingan perdagangan dan investasi.  Untuk memperkuat akses pasar, dalam 5 tahun ke depan, penyelesaian  berbagai perundingan CEPA/FTA/PTA dengan berbagai negara akan dipercepat  dengan catatan akan bermanfaat bagi kepentingan nasional Indonesia dan  saling menguntungkan.

Keempat, Promosi Terpadu Perdagangan dan Investasi serta Mendorong  Outbound Investment. Upaya untuk mengintegrasikan promosi perdagangan  dan investasi akan terus dilakukan agar promosi lebih terarah dan  menghasilkan hal yang konkrit.

&quot;Promosi ke luar negeri akan dilakukan secara sinergis tentunya  promosi ini harus dilakukan sejalan dengan perbaikan iklim usaha dan  investasi di dalam negeri baik di tingkat nasional maupun di daerah  sehingga memberikan hasil konkrit,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/23/59263/304509_medium.jpg&quot; alt=&quot;Momentum Pelantikan Kabinet Indonesia Maju [2]&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Kelima, diplomasi juga akan dioptimalkan untuk menjaga  kepentingan  strategis ekonomi Indonesia. Kepentingan kelapa sawit  Indonesia adalah  hal fundamental karena menyangkut hajat kurang lebih  16 juta orang  khususnya petani kecil dan keluarganya.

&quot;Kita akan terus menolak berbagai tindakan diskriminatif yang   ditujukan terhadap kelapa sawit, karena bukan saja merugikan kepentingan   nasional namun juga mengancam terpenuhinya kebutuhan mayoritas  populasi  dunia akan minyak nabati yang memenuhi kriteria SDGs,&quot;  ujarnya.

Langkah keenam dan terakhir pada prioritas utama  Indonesia adalah  mendorong ekonomi 4.0 yang meliputi industri digital,  ekonomi kreatif  dan pengembangan SDM Indonesia.

Kebijakan mendorong ekonomi 4.0 ini diperlukan baik untuk   meningkatkan produktifitas berbagai industri di Indonesia, maupun untuk   membuka akses yang makin besar bagi kelompok menengahbawah ke pasar   internasional, financial inclusion dan ekonomi kreatif sehingga   pertumbuhan ekonomi nasional akan semakin tinggi dan merata.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/23/59262/304503_medium.jpg&quot; alt=&quot;Momentum Pelantikan Kabinet Indonesia Maju [1]&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

</description><content:encoded>JAKARTA - Kabinet Paripurna 24 Oktober 2019, menyampaikan bahwa hanya ada satu visi dan misi yaitu visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden. Para Menteri diharapkan menjalankan visi dan misi sesuai dengan tupoksi masing.

Dengan mempertimbangkan amanah konstitusi dan visi misi Presiden/Wakil Presiden, maka prioritas Polugri 5 tahun ke depan merupakan kontinuitas dari pelaksanaan politik luar negeri 5 tahun ke belakang, ditambah beberapa penajaman di beberapa bagian. Penguatan antara lain dilakukan pada pelaksanaan diplomasi ekonomi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Presiden Jokowi: Angela Tanoesoedibjo Jago Promosi dan Berpengalaman
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, diplomasi ekonomi menjadi prioritas utama Kementerian Luar Negeri RI periode 2019-2024.

Beberapa langkah strategi dalam prioritas ini antara lain, pertama, kapitalisasi penguatan pasar domestik. Indonesia adalah pasar yang besar dengan lebih dari 260 juta jiwa.

&quot;Hal yang harus diwaspadai adalah menjaga pasar domestik dari produk-produk yang masuk secara ilegal maupun dengan dumping atau disubsidi pihak asing,&quot; kata Retno dalam keterangan tertulisnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Retno Marsudi, Srikandi Diplomasi Indonesia Kembali Dipercaya Sebagai Menteri Luar Negeri
Pertumbuhan ekonomi global yang rendah saat ini menunjukkan peningkatan pelanggaran-pelanggaran dimaksud yang harus makin diwaspadai.

Langkah kedua, penguatan pasar tradisional dan terobosan pasar non-tradisional. Diplomasi akan terus bekerja untuk memperkokoh kerja sama ekonomi yang strategis dan saling-menguntungkan dengan pasar tradisional Indonesia. Sementara itu, langkah terobosan juga akan dilakukan untuk menembus pasar non-tradisional lebih banyak lagi.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/23/59263/304506_medium.jpg&quot; alt=&quot;Momentum Pelantikan Kabinet Indonesia Maju [2]&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Langkah ketiga, penguatan perundingan perdagangan dan investasi.  Untuk memperkuat akses pasar, dalam 5 tahun ke depan, penyelesaian  berbagai perundingan CEPA/FTA/PTA dengan berbagai negara akan dipercepat  dengan catatan akan bermanfaat bagi kepentingan nasional Indonesia dan  saling menguntungkan.

Keempat, Promosi Terpadu Perdagangan dan Investasi serta Mendorong  Outbound Investment. Upaya untuk mengintegrasikan promosi perdagangan  dan investasi akan terus dilakukan agar promosi lebih terarah dan  menghasilkan hal yang konkrit.

&quot;Promosi ke luar negeri akan dilakukan secara sinergis tentunya  promosi ini harus dilakukan sejalan dengan perbaikan iklim usaha dan  investasi di dalam negeri baik di tingkat nasional maupun di daerah  sehingga memberikan hasil konkrit,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/23/59263/304509_medium.jpg&quot; alt=&quot;Momentum Pelantikan Kabinet Indonesia Maju [2]&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Kelima, diplomasi juga akan dioptimalkan untuk menjaga  kepentingan  strategis ekonomi Indonesia. Kepentingan kelapa sawit  Indonesia adalah  hal fundamental karena menyangkut hajat kurang lebih  16 juta orang  khususnya petani kecil dan keluarganya.

&quot;Kita akan terus menolak berbagai tindakan diskriminatif yang   ditujukan terhadap kelapa sawit, karena bukan saja merugikan kepentingan   nasional namun juga mengancam terpenuhinya kebutuhan mayoritas  populasi  dunia akan minyak nabati yang memenuhi kriteria SDGs,&quot;  ujarnya.

Langkah keenam dan terakhir pada prioritas utama  Indonesia adalah  mendorong ekonomi 4.0 yang meliputi industri digital,  ekonomi kreatif  dan pengembangan SDM Indonesia.

Kebijakan mendorong ekonomi 4.0 ini diperlukan baik untuk   meningkatkan produktifitas berbagai industri di Indonesia, maupun untuk   membuka akses yang makin besar bagi kelompok menengahbawah ke pasar   internasional, financial inclusion dan ekonomi kreatif sehingga   pertumbuhan ekonomi nasional akan semakin tinggi dan merata.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/23/59262/304503_medium.jpg&quot; alt=&quot;Momentum Pelantikan Kabinet Indonesia Maju [1]&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;

</content:encoded></item></channel></rss>
