<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Menteri BUMN, Erick Thohir Bakal Restrukturisasi Utang Krakatau Steel hingga Proyek Kereta Cepat</title><description>Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir menyatakan, akan fokus menyelesaikan 4 persoalan di masa awal jabatannya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/320/2123361/jadi-menteri-bumn-erick-thohir-bakal-restrukturisasi-utang-krakatau-steel-hingga-proyek-kereta-cepat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/320/2123361/jadi-menteri-bumn-erick-thohir-bakal-restrukturisasi-utang-krakatau-steel-hingga-proyek-kereta-cepat"/><item><title>Jadi Menteri BUMN, Erick Thohir Bakal Restrukturisasi Utang Krakatau Steel hingga Proyek Kereta Cepat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/320/2123361/jadi-menteri-bumn-erick-thohir-bakal-restrukturisasi-utang-krakatau-steel-hingga-proyek-kereta-cepat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/29/320/2123361/jadi-menteri-bumn-erick-thohir-bakal-restrukturisasi-utang-krakatau-steel-hingga-proyek-kereta-cepat</guid><pubDate>Selasa 29 Oktober 2019 21:35 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/29/320/2123361/jadi-menteri-bumn-erick-thohir-bakal-restrukturisasi-utang-krakatau-steel-hingga-proyek-kereta-cepat-R5cfaHE3OX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/29/320/2123361/jadi-menteri-bumn-erick-thohir-bakal-restrukturisasi-utang-krakatau-steel-hingga-proyek-kereta-cepat-R5cfaHE3OX.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir menyatakan, akan fokus menyelesaikan 4 persoalan di masa awal jabatannya. Fokus tersebut merupakan Key Performance Indicator (KPI) yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada dia.
Adapun keempat persoalan itu yakni kasus tunggakan klaim pembayaran PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kepada nasabah, restrukturisasi utang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, kerja sama yang tak kunjung terealisasi antara perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco dengan PT Pertamina (Persero), dan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Baca Juga: Erick Thohir hingga Angela Tanoesoedibjo Mulai Geber Proyek Bali Baru
&quot;Fokus 4 ini dulu, tetapi ada 8 KPI tambahan yang pasti kami akan lakukan, jika yang 4 sudah ada progres. Tapi saya belum bisa cerita lebih baik satu-satu,&quot; kata Erick ditemui di Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (29/10/2019).
Dia menjelaskan, untuk persoalan Jiwasraya pemerintah telah menyiapkan 3 strategi untuk memperbaiki likuiditas perusahaan asuransi jiwa berplat merah tersebut. Salah satunya dengan membentuk anak usaha yakni PT Jiwasraya Putra.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/12/53076/267784_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bertempat di Gedung HighEnd, Erick Thohir Pimpin Rapat Perdana Tim Jokowi-Ma'ruf Amin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Selain itu, untuk restrukturisasi utang Krakatau Steel pemerintah masih menunggu keputusan dari pihak bank sebagai kreditur perusahaan baja itu. Erick juga akan mengejar kesepakatan antara Saudi Aramco dan Pertamina terkait pengembangan kilang minyak di Cilacap.
&quot;Sedangkan untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang kami kejar itu ada perpindahan pipa dan sutet. Itu yang mau kami dorong,&quot; ungkapnya.Sementara itu, dalam melaksanakan tugas sebagai Menteri BUMN, Erick  akan berbagi tugas dengan kedua Wakil Menteri BUMN yakni Kartika  Wirjoatmodjo dan Budi Gunadi Sadikin.
Di mana, Budi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT  Inalum (Persero) kini memegang BUMN sektor minyak dan gas (migas),  pertambangan, dan telekomunikasi. Sementara Tiko, sapaan akrab Kartika,  memegang BUMN di sektor perbankan, asuransi, infrastruktur, konstruksi,  dan perkebunan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/09/12/53076/267783_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bertempat di Gedung HighEnd, Erick Thohir Pimpin Rapat Perdana Tim Jokowi-Ma'ruf Amin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dia memastikan, akan memegang komitmen untuk mengevaluasi kinerja  Kementerian BUMN juga jajaran manajemen di perusahaan pelat merah.  Bahkan, pencopotan jabatan menjadi salah satu opsi yang memungkinkan  untuk dilakukan Erick, jika memang terbukti adanya kecurangan.
&quot;Kalau saya dan Pak Wamen kan siap dicopot, berarti direksi BUMN juga  harus siap dicopot, kalau melakukan hal-hal yang tidak baik. Kalau  selama baik, maka kami akan jalani sama-sama,&quot; kata dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Tohir menyatakan, akan fokus menyelesaikan 4 persoalan di masa awal jabatannya. Fokus tersebut merupakan Key Performance Indicator (KPI) yang diberikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kepada dia.
Adapun keempat persoalan itu yakni kasus tunggakan klaim pembayaran PT Asuransi Jiwasraya (Persero) kepada nasabah, restrukturisasi utang PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, kerja sama yang tak kunjung terealisasi antara perusahaan minyak Arab Saudi, Saudi Aramco dengan PT Pertamina (Persero), dan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
Baca Juga: Erick Thohir hingga Angela Tanoesoedibjo Mulai Geber Proyek Bali Baru
&quot;Fokus 4 ini dulu, tetapi ada 8 KPI tambahan yang pasti kami akan lakukan, jika yang 4 sudah ada progres. Tapi saya belum bisa cerita lebih baik satu-satu,&quot; kata Erick ditemui di Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (29/10/2019).
Dia menjelaskan, untuk persoalan Jiwasraya pemerintah telah menyiapkan 3 strategi untuk memperbaiki likuiditas perusahaan asuransi jiwa berplat merah tersebut. Salah satunya dengan membentuk anak usaha yakni PT Jiwasraya Putra.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/09/12/53076/267784_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bertempat di Gedung HighEnd, Erick Thohir Pimpin Rapat Perdana Tim Jokowi-Ma'ruf Amin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
Selain itu, untuk restrukturisasi utang Krakatau Steel pemerintah masih menunggu keputusan dari pihak bank sebagai kreditur perusahaan baja itu. Erick juga akan mengejar kesepakatan antara Saudi Aramco dan Pertamina terkait pengembangan kilang minyak di Cilacap.
&quot;Sedangkan untuk proyek kereta cepat Jakarta-Bandung, yang kami kejar itu ada perpindahan pipa dan sutet. Itu yang mau kami dorong,&quot; ungkapnya.Sementara itu, dalam melaksanakan tugas sebagai Menteri BUMN, Erick  akan berbagi tugas dengan kedua Wakil Menteri BUMN yakni Kartika  Wirjoatmodjo dan Budi Gunadi Sadikin.
Di mana, Budi yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Utama PT  Inalum (Persero) kini memegang BUMN sektor minyak dan gas (migas),  pertambangan, dan telekomunikasi. Sementara Tiko, sapaan akrab Kartika,  memegang BUMN di sektor perbankan, asuransi, infrastruktur, konstruksi,  dan perkebunan.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/09/12/53076/267783_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bertempat di Gedung HighEnd, Erick Thohir Pimpin Rapat Perdana Tim Jokowi-Ma'ruf Amin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dia memastikan, akan memegang komitmen untuk mengevaluasi kinerja  Kementerian BUMN juga jajaran manajemen di perusahaan pelat merah.  Bahkan, pencopotan jabatan menjadi salah satu opsi yang memungkinkan  untuk dilakukan Erick, jika memang terbukti adanya kecurangan.
&quot;Kalau saya dan Pak Wamen kan siap dicopot, berarti direksi BUMN juga  harus siap dicopot, kalau melakukan hal-hal yang tidak baik. Kalau  selama baik, maka kami akan jalani sama-sama,&quot; kata dia.</content:encoded></item></channel></rss>
