<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>      Orang Tajir dan CEO Bisa Kelihatan dari Gaya Tidurnya, Kalau Karyawan Biasa?</title><description>Banyak CEO sukses seperti CEO Amazon Jeff Bezos hingga CEO Apple Tim Cook memilih untuk bangun tidur lebih awal.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/320/2123196/orang-tajir-dan-ceo-bisa-kelihatan-dari-gaya-tidurnya-kalau-karyawan-biasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/320/2123196/orang-tajir-dan-ceo-bisa-kelihatan-dari-gaya-tidurnya-kalau-karyawan-biasa"/><item><title>      Orang Tajir dan CEO Bisa Kelihatan dari Gaya Tidurnya, Kalau Karyawan Biasa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/320/2123196/orang-tajir-dan-ceo-bisa-kelihatan-dari-gaya-tidurnya-kalau-karyawan-biasa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/320/2123196/orang-tajir-dan-ceo-bisa-kelihatan-dari-gaya-tidurnya-kalau-karyawan-biasa</guid><pubDate>Rabu 30 Oktober 2019 08:04 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/29/320/2123196/orang-tajir-dan-ceo-bisa-kelihatan-dari-gaya-tidurnya-kalau-karyawan-biasa-PITvNxqwfd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tidur (Foto: Flickr)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/29/320/2123196/orang-tajir-dan-ceo-bisa-kelihatan-dari-gaya-tidurnya-kalau-karyawan-biasa-PITvNxqwfd.jpg</image><title>Tidur (Foto: Flickr)</title></images><description>JAKARTA - Banyak CEO sukses seperti CEO Amazon Jeff Bezos hingga CEO Apple Tim Cook memilih untuk bangun tidur lebih awal untuk menjadi produktif.

Pasalnya, Cook terkenal karena selalu bangun pada pukul 3:45 pagi. Selain itu ada CEO Tesla Elon Musk yang baru tidur pukul 1 pagi dan bangun pada pukul 7 pagi. Menurut Musk, Dia menjadi nyaman ketika tidur selama enam jam.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pantaskah CEO Dibayar Setinggi Langit?
Sementara jadwal tidur ini tampaknya efektif bagi CEO yang memiliki kinerja serta bayaran tinggi, justru fenomena kekurangan tidur di kalangan orang Amerika yang memiliki pekerjaan biasa terus meningkat. Itu merupakan sebuah studi baru dari para peneliti Ball State University.

Dikutip dari CNBC, Rabu (30/10/2019), sekitar 35% orang dewasa yang bekerja di Amerika Serikat tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk tidur. Hal ini berkaitan erat dengan tuntutan pekerjaan dan stres yang mereka alami.
&amp;nbsp;Baca Juga: 7 Hal yang Hanya Bisa Dilakukan Miliarder, Habiskan Rp11 Juta untuk Cukur Rambut
Untuk penelitian ini, para peneliti menganalisis data tidur dari National Health Interview Survey, yang mencakup 158.468 orang yang bekerja di atas usia 17 tahun. Mereka menemukan bahwa jumlah orang yang tidur kurang dari enam jam setiap malam naik sekitar 5% dalam rentang tahun 2010 hingga 2018. Sementara itu, orang dewasa yang berusia 18 tahun ke atas seharusnya tidur tujuh hingga delapan jam setiap harinya.
&amp;nbsp;Tempat kerja di mana kekurangan tidur paling umum terjadi adalah di  tempat yang memberikan layanan perlindungan seperti polisi, petugas  pemadam kebakaran, dan militer. Lalu juga tempat dukungan perawatan  kesehatan seperti dokter dan perawat, tempat kerja yang berbasis  transportasi dan pemindahan material seperti pengemudi truk, hingga  pabrik.

&quot;Ini membingungkan karena banyak dari pekerjaan ini sangat berkaitan  dengan kesehatan penduduk, kesejahteraan, dan layanan keselamatan,&amp;rdquo;  tulis para peneliti.

Sebenarnya, ini sangat mengganggu karena waktu tidur berdampak pada  kinerja dan produktivitas sehari-hari. Tidur yang cukup mampu  meningkatkan kemampuan untuk belajar, membuat keputusan, dan  menyelesaikan masalah. Di sisi lain, ketika mengalami kekurangan tidur,  dibutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas dan cenderung  membuat lebih banyak kesalahan. Bagaimana tidak, studi-studi sebelumnya  telah membuktikan bahwa dokter yang tidurnya tidak cukup sering  melakukan kesalahan.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55421/280679_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Meskipun penelitian ini tidak menjelaskan mengapa pekerjaan sangat   berkaitan dengan kekurangan tidur, para peneliti menulis bahwa orang   yang bekerja berjam-jam, serta mereka yang tidak memiliki kendali atas   jadwal kerja mereka, bisa jadi mereka kesulitan dalam tidur. Pekerjaan   yang menimbulkan stres tinggi juga bisa menjadi kabar buruk bagi orang   yang biasa memiliki jam tidur yang konsisten dan berkualitas.

Menariknya, wiraswasta memiliki tingkat kekurangan tidur terendah.   Namun wajar, sebab mereka dapat mengatur jadwal mereka sendiri.

Untungnya, ada kebiasaan kecil yang dapat meningkatkan kualitas   tidur. Sebagai contoh, melakukan kegiatan relaksasi sebelum tidur   seperti membaca, melatih kesadaran, berolahraga empat hingga delapan jam   sebelum tidur, dan menghindari alkohol adalah strategi yang baik untuk   tidur.

Memperkenalkan program pengurangan stres atau mendidik karyawan   tentang kebiasaan tidur yang baik adalah salah satu cara yang dapat   digunakan pengusaha untuk membantu orang agar mendapatkan tidur yang   lebih baik, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas di tempat   kerja.
</description><content:encoded>JAKARTA - Banyak CEO sukses seperti CEO Amazon Jeff Bezos hingga CEO Apple Tim Cook memilih untuk bangun tidur lebih awal untuk menjadi produktif.

Pasalnya, Cook terkenal karena selalu bangun pada pukul 3:45 pagi. Selain itu ada CEO Tesla Elon Musk yang baru tidur pukul 1 pagi dan bangun pada pukul 7 pagi. Menurut Musk, Dia menjadi nyaman ketika tidur selama enam jam.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pantaskah CEO Dibayar Setinggi Langit?
Sementara jadwal tidur ini tampaknya efektif bagi CEO yang memiliki kinerja serta bayaran tinggi, justru fenomena kekurangan tidur di kalangan orang Amerika yang memiliki pekerjaan biasa terus meningkat. Itu merupakan sebuah studi baru dari para peneliti Ball State University.

Dikutip dari CNBC, Rabu (30/10/2019), sekitar 35% orang dewasa yang bekerja di Amerika Serikat tidak mendapatkan waktu yang cukup untuk tidur. Hal ini berkaitan erat dengan tuntutan pekerjaan dan stres yang mereka alami.
&amp;nbsp;Baca Juga: 7 Hal yang Hanya Bisa Dilakukan Miliarder, Habiskan Rp11 Juta untuk Cukur Rambut
Untuk penelitian ini, para peneliti menganalisis data tidur dari National Health Interview Survey, yang mencakup 158.468 orang yang bekerja di atas usia 17 tahun. Mereka menemukan bahwa jumlah orang yang tidur kurang dari enam jam setiap malam naik sekitar 5% dalam rentang tahun 2010 hingga 2018. Sementara itu, orang dewasa yang berusia 18 tahun ke atas seharusnya tidur tujuh hingga delapan jam setiap harinya.
&amp;nbsp;Tempat kerja di mana kekurangan tidur paling umum terjadi adalah di  tempat yang memberikan layanan perlindungan seperti polisi, petugas  pemadam kebakaran, dan militer. Lalu juga tempat dukungan perawatan  kesehatan seperti dokter dan perawat, tempat kerja yang berbasis  transportasi dan pemindahan material seperti pengemudi truk, hingga  pabrik.

&quot;Ini membingungkan karena banyak dari pekerjaan ini sangat berkaitan  dengan kesehatan penduduk, kesejahteraan, dan layanan keselamatan,&amp;rdquo;  tulis para peneliti.

Sebenarnya, ini sangat mengganggu karena waktu tidur berdampak pada  kinerja dan produktivitas sehari-hari. Tidur yang cukup mampu  meningkatkan kemampuan untuk belajar, membuat keputusan, dan  menyelesaikan masalah. Di sisi lain, ketika mengalami kekurangan tidur,  dibutuhkan waktu lebih lama untuk menyelesaikan tugas dan cenderung  membuat lebih banyak kesalahan. Bagaimana tidak, studi-studi sebelumnya  telah membuktikan bahwa dokter yang tidurnya tidak cukup sering  melakukan kesalahan.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/18/55421/280679_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Meskipun penelitian ini tidak menjelaskan mengapa pekerjaan sangat   berkaitan dengan kekurangan tidur, para peneliti menulis bahwa orang   yang bekerja berjam-jam, serta mereka yang tidak memiliki kendali atas   jadwal kerja mereka, bisa jadi mereka kesulitan dalam tidur. Pekerjaan   yang menimbulkan stres tinggi juga bisa menjadi kabar buruk bagi orang   yang biasa memiliki jam tidur yang konsisten dan berkualitas.

Menariknya, wiraswasta memiliki tingkat kekurangan tidur terendah.   Namun wajar, sebab mereka dapat mengatur jadwal mereka sendiri.

Untungnya, ada kebiasaan kecil yang dapat meningkatkan kualitas   tidur. Sebagai contoh, melakukan kegiatan relaksasi sebelum tidur   seperti membaca, melatih kesadaran, berolahraga empat hingga delapan jam   sebelum tidur, dan menghindari alkohol adalah strategi yang baik untuk   tidur.

Memperkenalkan program pengurangan stres atau mendidik karyawan   tentang kebiasaan tidur yang baik adalah salah satu cara yang dapat   digunakan pengusaha untuk membantu orang agar mendapatkan tidur yang   lebih baik, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas di tempat   kerja.
</content:encoded></item></channel></rss>
