<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Erick Thohir Beri Waktu 2 Bulan ke Pertamina-Aramco soal Kilang Cilacap</title><description>Perpanjangan waktu pada Pertamina dan Saudi Aramco untuk menyelesaikan perhitungan valuasi aset Kilang Cilacap</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/320/2123459/erick-thohir-beri-waktu-2-bulan-ke-pertamina-aramco-soal-kilang-cilacap</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/320/2123459/erick-thohir-beri-waktu-2-bulan-ke-pertamina-aramco-soal-kilang-cilacap"/><item><title>Erick Thohir Beri Waktu 2 Bulan ke Pertamina-Aramco soal Kilang Cilacap</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/320/2123459/erick-thohir-beri-waktu-2-bulan-ke-pertamina-aramco-soal-kilang-cilacap</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/320/2123459/erick-thohir-beri-waktu-2-bulan-ke-pertamina-aramco-soal-kilang-cilacap</guid><pubDate>Rabu 30 Oktober 2019 08:50 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/30/320/2123459/erick-thohir-beri-waktu-2-bulan-ke-pertamina-aramco-soal-kilang-cilacap-krItNAhCAS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/30/320/2123459/erick-thohir-beri-waktu-2-bulan-ke-pertamina-aramco-soal-kilang-cilacap-krItNAhCAS.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, memberikan perpanjangan waktu pada PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco untuk menyelesaikan perhitungan valuasi aset Kilang Cilacap hingga Desember 2019. Hal ini berkaitan dengan proyek pengembangan kilang minyak (Refinery Development Master Plan/RDMP) tersebut.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Tak Ada Lagi Tumpahan Minyak di Sumur YYA-1
Kerja sama antara BUMN Indonesia dan BUMN Arab Saudi itu sudah bergulir sejak tahun 2015, namun hingga kini masih terkatung-katung. Lantaran keduanya belum menyepakati perhitungan aset Kilang Cilacap.
Sebelumnya, perhitungan valuasi aset akan keluar pada Maret 2019, lalu menjadi ke Juni 2019, hingga akhirnya ke Oktober 2019. Tapi hingga akhir bulan ini, belum juga ada perhitungan yang disepakati.

&quot;Jadi kami upayakan tahun ini kalau bisa sudah ada kesepakatan agreement-nya. Ini sedang kami dorong. Sampai Desember 2019 kami lihat, sepakat atau tidak,&quot; kata Erick ditemui di Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (29/10/2019).
Baca Juga: Pertamina Tutup Sumur di Blok ONWJ
Penghitungan valuasi aset Kilang Cilacap tak kunjung  rampung karena Pertamina dan Aramco masing-masing menunjuk pihak untuk menghitungnya. Alhasil, selalu terjadi perbedaan angka valuasi diantara keduanya.Menurutnya, jika ini terus terjadi mak proyek pengembangan Kilang  Cilacap tidak akan pernah terealiasi, sehingga perlu diberi batasan  waktu penghitungan.
Meski demikian, Erick belum mengetahui langkah yang akan diambil ke  depannya jika pada Desember 2019, kedua perusahaan tersebut tak juga  menyepakati angka valuasi aset. Pihaknya hanya menekankan, masih  mengusahakan Aramco menjadi partner Pertamina.
&quot;Yah nanti bisa cari mitra lain juga, tapi kami sedang usahakan yang sudah disepakati oleh kedua negara,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan, memberikan perpanjangan waktu pada PT Pertamina (Persero) dan Saudi Aramco untuk menyelesaikan perhitungan valuasi aset Kilang Cilacap hingga Desember 2019. Hal ini berkaitan dengan proyek pengembangan kilang minyak (Refinery Development Master Plan/RDMP) tersebut.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Tak Ada Lagi Tumpahan Minyak di Sumur YYA-1
Kerja sama antara BUMN Indonesia dan BUMN Arab Saudi itu sudah bergulir sejak tahun 2015, namun hingga kini masih terkatung-katung. Lantaran keduanya belum menyepakati perhitungan aset Kilang Cilacap.
Sebelumnya, perhitungan valuasi aset akan keluar pada Maret 2019, lalu menjadi ke Juni 2019, hingga akhirnya ke Oktober 2019. Tapi hingga akhir bulan ini, belum juga ada perhitungan yang disepakati.

&quot;Jadi kami upayakan tahun ini kalau bisa sudah ada kesepakatan agreement-nya. Ini sedang kami dorong. Sampai Desember 2019 kami lihat, sepakat atau tidak,&quot; kata Erick ditemui di Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Selasa (29/10/2019).
Baca Juga: Pertamina Tutup Sumur di Blok ONWJ
Penghitungan valuasi aset Kilang Cilacap tak kunjung  rampung karena Pertamina dan Aramco masing-masing menunjuk pihak untuk menghitungnya. Alhasil, selalu terjadi perbedaan angka valuasi diantara keduanya.Menurutnya, jika ini terus terjadi mak proyek pengembangan Kilang  Cilacap tidak akan pernah terealiasi, sehingga perlu diberi batasan  waktu penghitungan.
Meski demikian, Erick belum mengetahui langkah yang akan diambil ke  depannya jika pada Desember 2019, kedua perusahaan tersebut tak juga  menyepakati angka valuasi aset. Pihaknya hanya menekankan, masih  mengusahakan Aramco menjadi partner Pertamina.
&quot;Yah nanti bisa cari mitra lain juga, tapi kami sedang usahakan yang sudah disepakati oleh kedua negara,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
