<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ingatkan Reforma Agraria hingga Karhutla, Siti Nurbaya: Perintah Presiden Sangat Serius</title><description>Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengingatkan kembali seluruh jajaran di kementeriannya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/320/2123799/ingatkan-reforma-agraria-hingga-karhutla-siti-nurbaya-perintah-presiden-sangat-serius</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/320/2123799/ingatkan-reforma-agraria-hingga-karhutla-siti-nurbaya-perintah-presiden-sangat-serius"/><item><title>Ingatkan Reforma Agraria hingga Karhutla, Siti Nurbaya: Perintah Presiden Sangat Serius</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/320/2123799/ingatkan-reforma-agraria-hingga-karhutla-siti-nurbaya-perintah-presiden-sangat-serius</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/320/2123799/ingatkan-reforma-agraria-hingga-karhutla-siti-nurbaya-perintah-presiden-sangat-serius</guid><pubDate>Rabu 30 Oktober 2019 19:47 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/30/320/2123799/ingatkan-reforma-agraria-hingga-karhutla-siti-nurbaya-perintah-presiden-sangat-serius-G7VSR6Yed0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Siti Nurbaya di Istana (Foto: Okezone.com/Arif)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/30/320/2123799/ingatkan-reforma-agraria-hingga-karhutla-siti-nurbaya-perintah-presiden-sangat-serius-G7VSR6Yed0.jpg</image><title>Siti Nurbaya di Istana (Foto: Okezone.com/Arif)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengingatkan kembali seluruh jajaran di kementeriannya untuk terus bekerja serius melayani kepentingan publik. Terlebih lagi KLHK pada periode ini secara organisasi dan kepemimpinan bersifat melanjutkan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo di periode sebelumnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pemerintah Bentuk Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup
Siti Nurbaya menyampaikan hal itu saat memimpin Rapat Teknis Operasional Percepatan Implementasi Program-Program Hints KLHK bersama unsur pimpinan dan perwakilan UPT seluruh Indonesia di Manggala Wanabhakti, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

&quot;Kerja harus serius. Jangan lalai dan lemah menjaga kedaulatan negara. Apalagi menyalahgunakan wewenang untuk hal yang tidak benar. Saya pasti akan lebih cerewet lagi pada periode ini,&quot; kata Siti dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (30/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani hingga Siti Nurbaya Resmikan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup
Beberapa utama kerja KLHK yang dibahas berorientasi pada upaya penyediaan lapangan kerja. Dia menjelaskan diskusinya dengan Presiden pada saat ditanya dan diminta melanjutkan tugas sebagai Menteri LHK secara cukup rinci . &amp;ldquo;Ini penting karena semua pejabat dan pelaksana harus tahu spiritnya bekerja untuk rakyat,&amp;rdquo; ujar Siti.

Pengarahan spesifik ditegaskan oleh Siti seperti perhutanan sosial, Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), mitra konservasi, HTI/HTR, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Ibu Kota Negara, carbon credit and trade,  pilah sampah, sistem penunjang efektifitas dan percepatan, sistem komunikasi publik, sistem pembinaan daerah, sistem logbook, Proklim, dan lain-lain.

&quot;Perintah Presiden sangat serius dan harus ditaati, disikapi, serta dijalankan secara serius oleh seluruh jajaran. Karena ini juga sekaligus merupakan kesempatan bagi jajaran birokasi KLHK untuk memperbaiki kekurangan dan menyempurnakan pekerjaan, baik konsep maupun operasional,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Dia menegaskan kembali fokus kerja harus sesuai dengan Visi-Misi  Presiden, dengan pijakan ideologis menuju Indonesia Maju. Salah satunya  mencapai lingkungan hidup berkelanjutan, melalui pengembangan kebijakan  tata ruang terintegrasi, mitigasi perubahan iklim, penegakan hukum, dan  rehabilitasi lingkungan hidup.

Untuk kebijakan tata ruang secara berkeadilan,  kata Menteri Siti,  diantaranya dengan melanjutkan kebijakan satu peta untuk menghindari  tumpang tindih penggunaan ruang, pengendalian, dan pengawasan kepatuhan  pelaksanaannya serta menindak tegas penyimpangan.

Terkait mitigasi perubahan iklim, Menteri LHK menegaskan  akan terus  memperkuat pencegahan kebakaran hutan, penanaman kembali lahan kritis,  pengembangan energi baru terbarukan berbasis potensi setempat serta  ramah terhadap lingkungan.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/22/59230/304272_medium.jpg&quot; alt=&quot;Siti Nurbaya Acungkan Jempol saat Memasuki Istana Negara&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain itu katanya,  melanjutkan konservasi lahan gambut, mengurangi  emisi karbon, meningkatkan transportasi massal ramah lingkungan,  meningkatkan pendidikan konservasi lingkungan yang berkelanjutan dengan  melibatkan komunitas masyarakat adat dan memperbanyak hutan kota dan  ruang terbuka hijau.

Begitu juga dalam hal penegakan hukum akibat pencemaran udara, limbah  B3, penebangan liar, penambangan liar, dan lainnya juga akan terus  dipertegas. Siti Nurbaya  meminta seluruh jajarannya untuk lebih  responsif lagi mendengarkan dan menjawab kebutuhan publik dengan kerja  nyata di lapangan. &quot;Banyak yang dititipkan pada kita, dan harus  dikerjakan dengan sangat serius. Seluruh kerja harus berorientasi untuk  rakyat Indonesia. Saya minta kerja cepat dan terukur,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar mengingatkan kembali seluruh jajaran di kementeriannya untuk terus bekerja serius melayani kepentingan publik. Terlebih lagi KLHK pada periode ini secara organisasi dan kepemimpinan bersifat melanjutkan dari pemerintahan Presiden Joko Widodo di periode sebelumnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Pemerintah Bentuk Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup
Siti Nurbaya menyampaikan hal itu saat memimpin Rapat Teknis Operasional Percepatan Implementasi Program-Program Hints KLHK bersama unsur pimpinan dan perwakilan UPT seluruh Indonesia di Manggala Wanabhakti, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

&quot;Kerja harus serius. Jangan lalai dan lemah menjaga kedaulatan negara. Apalagi menyalahgunakan wewenang untuk hal yang tidak benar. Saya pasti akan lebih cerewet lagi pada periode ini,&quot; kata Siti dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (30/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani hingga Siti Nurbaya Resmikan Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup
Beberapa utama kerja KLHK yang dibahas berorientasi pada upaya penyediaan lapangan kerja. Dia menjelaskan diskusinya dengan Presiden pada saat ditanya dan diminta melanjutkan tugas sebagai Menteri LHK secara cukup rinci . &amp;ldquo;Ini penting karena semua pejabat dan pelaksana harus tahu spiritnya bekerja untuk rakyat,&amp;rdquo; ujar Siti.

Pengarahan spesifik ditegaskan oleh Siti seperti perhutanan sosial, Tanah Objek Reforma Agraria (TORA), mitra konservasi, HTI/HTR, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), Ibu Kota Negara, carbon credit and trade,  pilah sampah, sistem penunjang efektifitas dan percepatan, sistem komunikasi publik, sistem pembinaan daerah, sistem logbook, Proklim, dan lain-lain.

&quot;Perintah Presiden sangat serius dan harus ditaati, disikapi, serta dijalankan secara serius oleh seluruh jajaran. Karena ini juga sekaligus merupakan kesempatan bagi jajaran birokasi KLHK untuk memperbaiki kekurangan dan menyempurnakan pekerjaan, baik konsep maupun operasional,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Dia menegaskan kembali fokus kerja harus sesuai dengan Visi-Misi  Presiden, dengan pijakan ideologis menuju Indonesia Maju. Salah satunya  mencapai lingkungan hidup berkelanjutan, melalui pengembangan kebijakan  tata ruang terintegrasi, mitigasi perubahan iklim, penegakan hukum, dan  rehabilitasi lingkungan hidup.

Untuk kebijakan tata ruang secara berkeadilan,  kata Menteri Siti,  diantaranya dengan melanjutkan kebijakan satu peta untuk menghindari  tumpang tindih penggunaan ruang, pengendalian, dan pengawasan kepatuhan  pelaksanaannya serta menindak tegas penyimpangan.

Terkait mitigasi perubahan iklim, Menteri LHK menegaskan  akan terus  memperkuat pencegahan kebakaran hutan, penanaman kembali lahan kritis,  pengembangan energi baru terbarukan berbasis potensi setempat serta  ramah terhadap lingkungan.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/22/59230/304272_medium.jpg&quot; alt=&quot;Siti Nurbaya Acungkan Jempol saat Memasuki Istana Negara&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Selain itu katanya,  melanjutkan konservasi lahan gambut, mengurangi  emisi karbon, meningkatkan transportasi massal ramah lingkungan,  meningkatkan pendidikan konservasi lingkungan yang berkelanjutan dengan  melibatkan komunitas masyarakat adat dan memperbanyak hutan kota dan  ruang terbuka hijau.

Begitu juga dalam hal penegakan hukum akibat pencemaran udara, limbah  B3, penebangan liar, penambangan liar, dan lainnya juga akan terus  dipertegas. Siti Nurbaya  meminta seluruh jajarannya untuk lebih  responsif lagi mendengarkan dan menjawab kebutuhan publik dengan kerja  nyata di lapangan. &quot;Banyak yang dititipkan pada kita, dan harus  dikerjakan dengan sangat serius. Seluruh kerja harus berorientasi untuk  rakyat Indonesia. Saya minta kerja cepat dan terukur,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
