<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Strategi Besarkan Brand di Tengah Ketatnya Persaingan Era Digital</title><description>Era digital telah berhasil membuat peta persaingan bisnis sekaligus konsep brand activation di Tanah Air berubah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/320/2123832/strategi-besarkan-brand-di-tengah-ketatnya-persaingan-era-digital</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/320/2123832/strategi-besarkan-brand-di-tengah-ketatnya-persaingan-era-digital"/><item><title>Strategi Besarkan Brand di Tengah Ketatnya Persaingan Era Digital</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/320/2123832/strategi-besarkan-brand-di-tengah-ketatnya-persaingan-era-digital</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/320/2123832/strategi-besarkan-brand-di-tengah-ketatnya-persaingan-era-digital</guid><pubDate>Rabu 30 Oktober 2019 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/30/320/2123832/strategi-besarkan-brand-di-tengah-ketatnya-persaingan-era-digital-8PnlEac3Oj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Strategi Besarkan Brand di Era Digital (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/30/320/2123832/strategi-besarkan-brand-di-tengah-ketatnya-persaingan-era-digital-8PnlEac3Oj.jpg</image><title>Strategi Besarkan Brand di Era Digital (Foto: Shutterstock)</title></images><description> 
JAKARTA &amp;ndash; Era digital telah berhasil membuat peta persaingan bisnis sekaligus konsep brand activation di Tanah Air berubah. Oleh karena itu, kesadaran para pelaku brand untuk bertransformasi secara digital pun semakin masif dilakukan guna mengungguli para pesaing di kategori bisnisnya.

Tingginya tingkat kompetisi branding di ranah digital seolah menjadi gebrakan baru bagi pelaku brand yang ingin tetap mempertahankan eksistensinya sebagai brand yang berdigdaya dan perkasa di industrinya.
&amp;nbsp;Baca Juga: 5 Produk Gagal Total, dari HP Touchpad hingga Burger King Satisfries
Hanya melalui strategi dan penerapan branding secara tepatlah yang mampu menjadi kunci keberhasilan sebuah brand untuk memenangkan kompetisi di tengah persaingan gelombang digitalisasi yang semakin sengit ini.

&quot;Ini turut mendorong pelaku bisnis untuk terus aktif berkompetisi agar dapat memanjakan konsumen loyalnya serta memenangkan hati calon konsumennya,&quot; ujar Chairman TRAS N CO Indonesia Tri Raharjo saat malam penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

Terlebih, dalam catatan Tri yang mengutip data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada 2018 pengguna internet di Tanah Air telah mencapai lebih dari 171, 17 juta jiwa atau 64,8% dari total keseluruhan penduduk Indonesia. Dengan begitu, tentunya ini akan semakin mempermudah para pelaku brand untuk melakukan brand activity mereka di ranah maya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Nama Badan Usaha hingga Merk Dagang Wajib Gunakan Bahasa Indonesia
Lebih lanjut Tri mengatakan bahwa para penerima penghargaan ini secara empiris telah berhasil lolos Survei Indonesia Digital Popular Brand Index melalui tiga metode penilaian yaitu Search Engine Based, Social Media Based dan Website Based. Survei dilakukan mulai bulan Juni sampai September 2019 terhadap 237 kategori bisnis dengan lebih dari 1.500 brand tersurvei di Indonesia.

'Adapun aspek yang dikaji bertujuan untuk mendorong para pelaku brand agar semakin kreatif, informatif serta konsisten dalam rangka membangun keunggulan brandnya,&quot; jelas Tri.
&amp;nbsp;Menurut Tri, pencarian yang dilakukan netizen di internet pada  beberapa kategori dalam Survei Indonesia Digital Popular Brand Index  kali ini terlihat mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Misalnya  di kategori bumbu penyedap makanan dengan persentase kenaikan mencapai  37,25% dari 13.960 pencarian per bulan di 2018 menjadi 19.160 pencarian  per bulan di 2019. Begitu juga dengan kategori susu untuk semua umur  yang mengalami kenaikan sebesar 22,60% dari 23.320 pencarian per bulan  di 2018 menjadi 28.590 pencarian per bulan di 2019.

Tentunya kenaikan persentase tersebut dapat dipengaruhi oleh banyak  faktor. Misalnya karena meluasnya populasi pengguna internet dan  smartphone. Sehingga memudahkan mereka dalam mencari informasi yang  dibutuhkan melalui internet.

Kendati demikian, beberapa kategori juga mengalami penurunan seperti  di kategori situs online booking tiket yang turun 18,24% dari 360.750  pencarian per bulan di 2018 menjadi 305.110 pencarian per bulan di 2019.

&quot;Begitu juga dengan kategori yang mengalami penurunan. Ini juga pasti  ada faktornya kenapa kategori situs online booking tiket ini bisa  turun. Boleh jadi penyebabnya karena penggunaan aplikasi mobile yang  dirasa kini lebih memudahkan dari pada melakukan pencarian melalui  google, kedua dikarenakan harga tiket pesawat yang mengalami kenaikan,&quot;  ungkap dia.
&amp;nbsp;</description><content:encoded> 
JAKARTA &amp;ndash; Era digital telah berhasil membuat peta persaingan bisnis sekaligus konsep brand activation di Tanah Air berubah. Oleh karena itu, kesadaran para pelaku brand untuk bertransformasi secara digital pun semakin masif dilakukan guna mengungguli para pesaing di kategori bisnisnya.

Tingginya tingkat kompetisi branding di ranah digital seolah menjadi gebrakan baru bagi pelaku brand yang ingin tetap mempertahankan eksistensinya sebagai brand yang berdigdaya dan perkasa di industrinya.
&amp;nbsp;Baca Juga: 5 Produk Gagal Total, dari HP Touchpad hingga Burger King Satisfries
Hanya melalui strategi dan penerapan branding secara tepatlah yang mampu menjadi kunci keberhasilan sebuah brand untuk memenangkan kompetisi di tengah persaingan gelombang digitalisasi yang semakin sengit ini.

&quot;Ini turut mendorong pelaku bisnis untuk terus aktif berkompetisi agar dapat memanjakan konsumen loyalnya serta memenangkan hati calon konsumennya,&quot; ujar Chairman TRAS N CO Indonesia Tri Raharjo saat malam penghargaan Indonesia Digital Popular Brand Award di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Rabu (30/10/2019).

Terlebih, dalam catatan Tri yang mengutip data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pada 2018 pengguna internet di Tanah Air telah mencapai lebih dari 171, 17 juta jiwa atau 64,8% dari total keseluruhan penduduk Indonesia. Dengan begitu, tentunya ini akan semakin mempermudah para pelaku brand untuk melakukan brand activity mereka di ranah maya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Nama Badan Usaha hingga Merk Dagang Wajib Gunakan Bahasa Indonesia
Lebih lanjut Tri mengatakan bahwa para penerima penghargaan ini secara empiris telah berhasil lolos Survei Indonesia Digital Popular Brand Index melalui tiga metode penilaian yaitu Search Engine Based, Social Media Based dan Website Based. Survei dilakukan mulai bulan Juni sampai September 2019 terhadap 237 kategori bisnis dengan lebih dari 1.500 brand tersurvei di Indonesia.

'Adapun aspek yang dikaji bertujuan untuk mendorong para pelaku brand agar semakin kreatif, informatif serta konsisten dalam rangka membangun keunggulan brandnya,&quot; jelas Tri.
&amp;nbsp;Menurut Tri, pencarian yang dilakukan netizen di internet pada  beberapa kategori dalam Survei Indonesia Digital Popular Brand Index  kali ini terlihat mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Misalnya  di kategori bumbu penyedap makanan dengan persentase kenaikan mencapai  37,25% dari 13.960 pencarian per bulan di 2018 menjadi 19.160 pencarian  per bulan di 2019. Begitu juga dengan kategori susu untuk semua umur  yang mengalami kenaikan sebesar 22,60% dari 23.320 pencarian per bulan  di 2018 menjadi 28.590 pencarian per bulan di 2019.

Tentunya kenaikan persentase tersebut dapat dipengaruhi oleh banyak  faktor. Misalnya karena meluasnya populasi pengguna internet dan  smartphone. Sehingga memudahkan mereka dalam mencari informasi yang  dibutuhkan melalui internet.

Kendati demikian, beberapa kategori juga mengalami penurunan seperti  di kategori situs online booking tiket yang turun 18,24% dari 360.750  pencarian per bulan di 2018 menjadi 305.110 pencarian per bulan di 2019.

&quot;Begitu juga dengan kategori yang mengalami penurunan. Ini juga pasti  ada faktornya kenapa kategori situs online booking tiket ini bisa  turun. Boleh jadi penyebabnya karena penggunaan aplikasi mobile yang  dirasa kini lebih memudahkan dari pada melakukan pencarian melalui  google, kedua dikarenakan harga tiket pesawat yang mengalami kenaikan,&quot;  ungkap dia.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
