<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kabinet Baru Jokowi, Ini Harapan Pelaku Industri Properti</title><description>Presiden Joko Widodo kemudian mengumumkan dan melantik Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/470/2123775/kabinet-baru-jokowi-ini-harapan-pelaku-industri-properti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/470/2123775/kabinet-baru-jokowi-ini-harapan-pelaku-industri-properti"/><item><title>Kabinet Baru Jokowi, Ini Harapan Pelaku Industri Properti</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/470/2123775/kabinet-baru-jokowi-ini-harapan-pelaku-industri-properti</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/30/470/2123775/kabinet-baru-jokowi-ini-harapan-pelaku-industri-properti</guid><pubDate>Rabu 30 Oktober 2019 18:54 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/30/470/2123775/kabinet-baru-jokowi-ini-harapan-pelaku-industri-properti-qIPekkaILU.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kabinet Indonesia Maju, Ini Harapan Pelaku Industri Properti (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/30/470/2123775/kabinet-baru-jokowi-ini-harapan-pelaku-industri-properti-qIPekkaILU.jpg</image><title>Kabinet Indonesia Maju, Ini Harapan Pelaku Industri Properti (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo kemudian mengumumkan dan melantik Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019.. Beragam reaksi muncul terutama dari sektor bisnis dan ekonomi terkait kabinet baru ini, dengan harapan agar kondisi perekonomian yang lebih baik semakin cepat terwujud.
Baca Juga: Menteri Sofyan: Kita Permudah Investor Sektor Properti
Beragam pekerjaan rumah di Kabinet Indonesia Maju menunggu hadirnya kebijakan baru. Terutama terkait industri properti. Pasalnya hingga kuartal III 2019, industri ini masih mengalami perlambatan. Padahal antara pemerintah dan otoritas terkait seperti BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan kelonggaran kepada perbankan dalam menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

&amp;ldquo;Dua kementerian yang terkait industri properti yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang tidak mengalami pergantian Menteri. Kita bisa berharap akan ada kelanjutan dari berbagai kebijakan kementerian yang selama ini sudah berjalan baik, bisa berlanjut di periode yang mendatang,&amp;rdquo; ujar Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (30/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani 'Skak' Pengusaha Properti Lewat Pertumbuhan, Ini Faktanya!
Lebih lanjut, Ike mengharapkan agar kinerja kabinet baru bisa menggairahkan kembali industri properti di Indonesia setelah sekian lama mengalami pertumbuhan yang stagnan atau cenderung landai.

Adanya perlambatan pertumbuhan industri properti tanah air ini tercermin dari Rumah.com Property Market Index yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan suplai properti tahunan secara nasional pada kuartal III tahun 2019 ini, yaitu turun sebesar 4% jika dibandingkan dengan kuartal III tahun 2018 lalu (year-on year). Sementara itu jika dibandingkan dengan kuartal II-2019 terjadi kenaikan suplai properti sebesar 28% (quarter-on-quarter).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/23/59261/304479_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Lantik Para Menteri Kabinet Indonesia Maju&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Penurunan suplai properti  tahunan juga terjadi di kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi  (Bodetabek) pada kuartal III tahun 2019 ini, turun sebesar 11.8% jika  dibandingkan dengan kuartal III tahun 2018 lalu (year-on year).  Sedangkan jika dibandingkan dengan kuartal II 2019 terjadi kenaikan  suplai properti di kawasan Bodetabek sebesar 8.9% (quarter-on-quarter).

Untuk menggenjot industri properti agar kembali bergairah salah  satunya melalui pembangunan infrastruktur. Pemerintahan Presiden Joko  Widodo menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu dari  lima fokus yang akan dikerjakan dalam lima tahun ke depan.

Pentingnya pembangunan infrastruktur untuk menggairahkan industri  properti ini tercermin pada hasil Rumah.com Property Affordability  Sentiment Index H2 2019. Dekatnya jarak dari tempat tinggal menuju  tempat kerja dan transportasi massal menjadi faktor utama yang  menentukan keputusan membeli properti. Sebanyak 65% responden yang  memilih kedekatan jarak menuju tempat kerja dan 60% responden yang  memilih kedekatan jarak menuju transportasi massal sebagai penentu  keputusan untuk membeli properti.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/25/59302/304764_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Lantik 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dengan hadirnya Kabinet Indonesia Maju yang baru berjalan beberapa  hari ini, pelaku industri properti berharap adanya sinergi dan relaksasi  dalam hal regulasi. Baik dari sisi kebijakan pemerintah maupun  perbankan. Tentu merupakan kerja bersama seluruh pihak yang  berkontribusi untuk meningkatkan daya serap pasar.

&amp;ldquo;Pada periode Kabinet Indonesia Maju ini kami berharap pemerintah  membuat terobosan kebijakan-kebijakan baru yang dapat mendorong  pertumbuhan industri properti di tanah air. Apalagi, kinerja sektor  properti tahun depan diprediksi masih sangat menantang karena  dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global,&amp;rdquo; katanya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo kemudian mengumumkan dan melantik Kabinet Indonesia Maju pada 23 Oktober 2019.. Beragam reaksi muncul terutama dari sektor bisnis dan ekonomi terkait kabinet baru ini, dengan harapan agar kondisi perekonomian yang lebih baik semakin cepat terwujud.
Baca Juga: Menteri Sofyan: Kita Permudah Investor Sektor Properti
Beragam pekerjaan rumah di Kabinet Indonesia Maju menunggu hadirnya kebijakan baru. Terutama terkait industri properti. Pasalnya hingga kuartal III 2019, industri ini masih mengalami perlambatan. Padahal antara pemerintah dan otoritas terkait seperti BI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memberikan kelonggaran kepada perbankan dalam menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

&amp;ldquo;Dua kementerian yang terkait industri properti yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang tidak mengalami pergantian Menteri. Kita bisa berharap akan ada kelanjutan dari berbagai kebijakan kementerian yang selama ini sudah berjalan baik, bisa berlanjut di periode yang mendatang,&amp;rdquo; ujar Head of Marketing Rumah.com Ike Hamdan dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Rabu (30/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani 'Skak' Pengusaha Properti Lewat Pertumbuhan, Ini Faktanya!
Lebih lanjut, Ike mengharapkan agar kinerja kabinet baru bisa menggairahkan kembali industri properti di Indonesia setelah sekian lama mengalami pertumbuhan yang stagnan atau cenderung landai.

Adanya perlambatan pertumbuhan industri properti tanah air ini tercermin dari Rumah.com Property Market Index yang menunjukkan bahwa terjadi penurunan suplai properti tahunan secara nasional pada kuartal III tahun 2019 ini, yaitu turun sebesar 4% jika dibandingkan dengan kuartal III tahun 2018 lalu (year-on year). Sementara itu jika dibandingkan dengan kuartal II-2019 terjadi kenaikan suplai properti sebesar 28% (quarter-on-quarter).
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/23/59261/304479_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Lantik Para Menteri Kabinet Indonesia Maju&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Penurunan suplai properti  tahunan juga terjadi di kawasan Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi  (Bodetabek) pada kuartal III tahun 2019 ini, turun sebesar 11.8% jika  dibandingkan dengan kuartal III tahun 2018 lalu (year-on year).  Sedangkan jika dibandingkan dengan kuartal II 2019 terjadi kenaikan  suplai properti di kawasan Bodetabek sebesar 8.9% (quarter-on-quarter).

Untuk menggenjot industri properti agar kembali bergairah salah  satunya melalui pembangunan infrastruktur. Pemerintahan Presiden Joko  Widodo menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai salah satu dari  lima fokus yang akan dikerjakan dalam lima tahun ke depan.

Pentingnya pembangunan infrastruktur untuk menggairahkan industri  properti ini tercermin pada hasil Rumah.com Property Affordability  Sentiment Index H2 2019. Dekatnya jarak dari tempat tinggal menuju  tempat kerja dan transportasi massal menjadi faktor utama yang  menentukan keputusan membeli properti. Sebanyak 65% responden yang  memilih kedekatan jarak menuju tempat kerja dan 60% responden yang  memilih kedekatan jarak menuju transportasi massal sebagai penentu  keputusan untuk membeli properti.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/25/59302/304764_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Lantik 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Dengan hadirnya Kabinet Indonesia Maju yang baru berjalan beberapa  hari ini, pelaku industri properti berharap adanya sinergi dan relaksasi  dalam hal regulasi. Baik dari sisi kebijakan pemerintah maupun  perbankan. Tentu merupakan kerja bersama seluruh pihak yang  berkontribusi untuk meningkatkan daya serap pasar.

&amp;ldquo;Pada periode Kabinet Indonesia Maju ini kami berharap pemerintah  membuat terobosan kebijakan-kebijakan baru yang dapat mendorong  pertumbuhan industri properti di tanah air. Apalagi, kinerja sektor  properti tahun depan diprediksi masih sangat menantang karena  dipengaruhi ketidakpastian ekonomi global,&amp;rdquo; katanya.
</content:encoded></item></channel></rss>
