<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BI Catat Uang Beredar Melambat pada September</title><description>Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh sedikit melambat pada September 2019</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/20/2123979/bi-catat-uang-beredar-melambat-pada-september</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/20/2123979/bi-catat-uang-beredar-melambat-pada-september"/><item><title>BI Catat Uang Beredar Melambat pada September</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/20/2123979/bi-catat-uang-beredar-melambat-pada-september</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/20/2123979/bi-catat-uang-beredar-melambat-pada-september</guid><pubDate>Kamis 31 Oktober 2019 10:45 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/31/20/2123979/bi-catat-uang-beredar-melambat-pada-september-IUQ8VhmV9n.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bank Indonesia. (Foto: Okezone.com/BI)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/31/20/2123979/bi-catat-uang-beredar-melambat-pada-september-IUQ8VhmV9n.jpg</image><title>Bank Indonesia. (Foto: Okezone.com/BI)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh sedikit melambat pada September 2019. Posisi M2 pada September 2019 tercatat Rp6.002,4 triliun atau tumbuh 7,1% (yoy), sedikit melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 7,3% (yoy).
Baca Juga: BI: Uang Beredar Tumbuh Melambat di Agustus 2019
Melansir keterangan BI, Kamis (31/10/2019), perlambatan M2 terutama terjadi pada komponen uang kuasi dan surat berharga selain saham. Komponen uang kuasi tercatat melambat, dari 7,4% (yoy) pada Agustus 2019 menjadi 7,0% (yoy) pada September 2019, dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan simpanan berjangka dan giro valuta asing (valas).

Selain itu, surat berharga selain saham melambat dari 45,4% (yoy) pada Agustus 2019 menjadi 39,1% (yoy) pada bulan laporan.
Baca Juga: Viral Uang Rp10 Juta Dimakan Rayap, Ini Pembelajaran yang Harus Dipetik
Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan M2 disebabkan oleh aktiva luar negeri bersih serta aktiva dalam negeri bersih. Aktiva luar negeri bersih tercatat melambat dari 2,9% (yoy) pada Agustus 2019 menjadi 2,7% (yoy), seiring dengan perlambatan cadangan devisa pada September 2019.Sementara itu, aktiva dalam negeri bersih pada September 2019 tumbuh  sebesar 8,6% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan  sebelumnya sebesar 9,0% (yoy). Perlambatan aktiva dalam negeri bersih  terutama disebabkan oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang lebih  rendah, dari 8,7% (yoy) pada Agustus 2019 menjadi 8,0% (yoy) pada  September 2019.
Selain itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tercatat mengalami  kontraksi sebesar -7,5% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan  kontraksi bulan sebelumnya sebesar -3,6% (yoy). Perkembangan tersebut  sejalan dengan perlambatan tagihan sistem moneter kepada Pemerintah  Pusat terutama pada instrumen obligasi negara, yang dibarengi dengan  peningkatan kewajiban sistem moneter kepada Pemerintah Pusat dalam  bentuk simpanan.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia mencatat likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh sedikit melambat pada September 2019. Posisi M2 pada September 2019 tercatat Rp6.002,4 triliun atau tumbuh 7,1% (yoy), sedikit melambat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 7,3% (yoy).
Baca Juga: BI: Uang Beredar Tumbuh Melambat di Agustus 2019
Melansir keterangan BI, Kamis (31/10/2019), perlambatan M2 terutama terjadi pada komponen uang kuasi dan surat berharga selain saham. Komponen uang kuasi tercatat melambat, dari 7,4% (yoy) pada Agustus 2019 menjadi 7,0% (yoy) pada September 2019, dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan simpanan berjangka dan giro valuta asing (valas).

Selain itu, surat berharga selain saham melambat dari 45,4% (yoy) pada Agustus 2019 menjadi 39,1% (yoy) pada bulan laporan.
Baca Juga: Viral Uang Rp10 Juta Dimakan Rayap, Ini Pembelajaran yang Harus Dipetik
Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perlambatan M2 disebabkan oleh aktiva luar negeri bersih serta aktiva dalam negeri bersih. Aktiva luar negeri bersih tercatat melambat dari 2,9% (yoy) pada Agustus 2019 menjadi 2,7% (yoy), seiring dengan perlambatan cadangan devisa pada September 2019.Sementara itu, aktiva dalam negeri bersih pada September 2019 tumbuh  sebesar 8,6% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan bulan  sebelumnya sebesar 9,0% (yoy). Perlambatan aktiva dalam negeri bersih  terutama disebabkan oleh pertumbuhan penyaluran kredit yang lebih  rendah, dari 8,7% (yoy) pada Agustus 2019 menjadi 8,0% (yoy) pada  September 2019.
Selain itu, tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat tercatat mengalami  kontraksi sebesar -7,5% (yoy), lebih dalam dibandingkan dengan  kontraksi bulan sebelumnya sebesar -3,6% (yoy). Perkembangan tersebut  sejalan dengan perlambatan tagihan sistem moneter kepada Pemerintah  Pusat terutama pada instrumen obligasi negara, yang dibarengi dengan  peningkatan kewajiban sistem moneter kepada Pemerintah Pusat dalam  bentuk simpanan.</content:encoded></item></channel></rss>
