<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ekonomi Global Bergejolak, Gubernur BI: Semua Instrumen Dikeluarkan Jaga Stabilitas</title><description>Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini kondisi fundamental  perekonomian Indonesia akan tetap terjaga hingga akhir 2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/20/2124127/ekonomi-global-bergejolak-gubernur-bi-semua-instrumen-dikeluarkan-jaga-stabilitas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/20/2124127/ekonomi-global-bergejolak-gubernur-bi-semua-instrumen-dikeluarkan-jaga-stabilitas"/><item><title>Ekonomi Global Bergejolak, Gubernur BI: Semua Instrumen Dikeluarkan Jaga Stabilitas</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/20/2124127/ekonomi-global-bergejolak-gubernur-bi-semua-instrumen-dikeluarkan-jaga-stabilitas</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/20/2124127/ekonomi-global-bergejolak-gubernur-bi-semua-instrumen-dikeluarkan-jaga-stabilitas</guid><pubDate>Kamis 31 Oktober 2019 15:23 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/31/20/2124127/ekonomi-global-bergejolak-gubernur-bi-semua-instrumen-dikeluarkan-jaga-stabilitas-8Vt8wc06bi.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/31/20/2124127/ekonomi-global-bergejolak-gubernur-bi-semua-instrumen-dikeluarkan-jaga-stabilitas-8Vt8wc06bi.jpeg</image><title>Gubernur BI Perry Warjiyo (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini kondisi fundamental perekonomian Indonesia akan tetap terjaga hingga akhir 2019. Lantaran sejumlah kebijakan telah dikeluarkan Bank Sentral untuk menjaga stabilitas dalam negeri.
Di antaranya, BI telah memangkas suku bunga acuan sebesar 100 basis point (bps) selama empat bulan berturut-turut sejak Juli-Oktober 2019 menjadi di level 5%. Pelonggaran likuiditas juga diberikan dengan menurunkan giro wajib minimum (GWM) sebesar 50 bps pada Juni 2019.
Baca juga: Buat Reformasi Ekonomi, Peringkat Kredit Yunani Membaik ke BB-
&quot;Sejak tahun ini, semua instrumen kami keluarkan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi,&quot; ujar Perry dalam acara CEO Networking 2019 di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (31/10/2019).
Dia menyatakan, hingga akhir tahun inflasi diproyeksi akan terkendali di 3,3%. Masih terjaga dari sasaran pemerintah yang sebesar 3,5% dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.
&quot;Inflasi sampai akhir tahun 3,3%. Tahun depan 3%, rendah dan stabil sehingga mendorong daya beli,&quot; kata dia.

Kemudian, nilai tukar Rupiah juga diperkirakan akan stabil di level Rp14.000 per USD hingga akhir tahun. &quot;Bahkan tadi pagi sempat di bawah Rp14.000 per USD,&quot; imbuhnya.
Tak hanya itu, defisit neraca berjalan (current account deficit/CAD) sepanjang tahun 2019 diperkirakan berada di kisaran 2,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Di sisi lain, cadangan devisa juga dinilai akan tetap terjaga, tercermin hingga akhir September 2019 tercatat sebesar USD124,3 miliar.Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan  impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah,  serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan  impor.
&quot;Arus modal asing lebih dari cukup dan posisi cadangan devisa juga lebih dari cukup,&quot; kata Perry.
Dengan proyeksi itu semua, Perry meyakini pertumbuhan ekonomi  Indonesia masih akan terjaga di kisaran 5%. Tepatnya pada angka 5,1%  dari target BI yang di kisaran 5%-5,4%.

&quot;Nanti di tahun depan saya dan Bu Menkeu (Sri Mulyani Indrawati)  upayakan ke 5,3% yang berasal dari konsumsi domestik dan investasi,&quot;  ujarnya.
Oleh sebab itu, berdasarkan seluruh proyeksi tersebut Perry  memastikan kondisi perekonomian nasional masih cukup baik di tengah  kondisi gejolak ekonomi global. &quot;Kami kerja keras, kami yakini  stabilitas keuangan kuat. Kita harus pastikan itu,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo meyakini kondisi fundamental perekonomian Indonesia akan tetap terjaga hingga akhir 2019. Lantaran sejumlah kebijakan telah dikeluarkan Bank Sentral untuk menjaga stabilitas dalam negeri.
Di antaranya, BI telah memangkas suku bunga acuan sebesar 100 basis point (bps) selama empat bulan berturut-turut sejak Juli-Oktober 2019 menjadi di level 5%. Pelonggaran likuiditas juga diberikan dengan menurunkan giro wajib minimum (GWM) sebesar 50 bps pada Juni 2019.
Baca juga: Buat Reformasi Ekonomi, Peringkat Kredit Yunani Membaik ke BB-
&quot;Sejak tahun ini, semua instrumen kami keluarkan untuk menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi,&quot; ujar Perry dalam acara CEO Networking 2019 di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (31/10/2019).
Dia menyatakan, hingga akhir tahun inflasi diproyeksi akan terkendali di 3,3%. Masih terjaga dari sasaran pemerintah yang sebesar 3,5% dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019.
&quot;Inflasi sampai akhir tahun 3,3%. Tahun depan 3%, rendah dan stabil sehingga mendorong daya beli,&quot; kata dia.

Kemudian, nilai tukar Rupiah juga diperkirakan akan stabil di level Rp14.000 per USD hingga akhir tahun. &quot;Bahkan tadi pagi sempat di bawah Rp14.000 per USD,&quot; imbuhnya.
Tak hanya itu, defisit neraca berjalan (current account deficit/CAD) sepanjang tahun 2019 diperkirakan berada di kisaran 2,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Di sisi lain, cadangan devisa juga dinilai akan tetap terjaga, tercermin hingga akhir September 2019 tercatat sebesar USD124,3 miliar.Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan  impor atau 7,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah,  serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan  impor.
&quot;Arus modal asing lebih dari cukup dan posisi cadangan devisa juga lebih dari cukup,&quot; kata Perry.
Dengan proyeksi itu semua, Perry meyakini pertumbuhan ekonomi  Indonesia masih akan terjaga di kisaran 5%. Tepatnya pada angka 5,1%  dari target BI yang di kisaran 5%-5,4%.

&quot;Nanti di tahun depan saya dan Bu Menkeu (Sri Mulyani Indrawati)  upayakan ke 5,3% yang berasal dari konsumsi domestik dan investasi,&quot;  ujarnya.
Oleh sebab itu, berdasarkan seluruh proyeksi tersebut Perry  memastikan kondisi perekonomian nasional masih cukup baik di tengah  kondisi gejolak ekonomi global. &quot;Kami kerja keras, kami yakini  stabilitas keuangan kuat. Kita harus pastikan itu,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
