<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jadi Menteri BUMN, Erick Thohir Harus Bisa Wujudkan Superholding</title><description>Erick segera membereskan tiga pekerjaan rumah (PR) warisan Rini Soemarno yang menjadi tantangan jangka pendek</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2123966/jadi-menteri-bumn-erick-thohir-harus-bisa-wujudkan-superholding</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2123966/jadi-menteri-bumn-erick-thohir-harus-bisa-wujudkan-superholding"/><item><title>Jadi Menteri BUMN, Erick Thohir Harus Bisa Wujudkan Superholding</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2123966/jadi-menteri-bumn-erick-thohir-harus-bisa-wujudkan-superholding</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2123966/jadi-menteri-bumn-erick-thohir-harus-bisa-wujudkan-superholding</guid><pubDate>Kamis 31 Oktober 2019 10:17 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2123966/jadi-menteri-bumn-erick-thohir-harus-bisa-wujudkan-superholding-OllWhjeKVG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2123966/jadi-menteri-bumn-erick-thohir-harus-bisa-wujudkan-superholding-OllWhjeKVG.jpg</image><title>Menteri BUMN Erick Thohir. (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempercayakan Erick Thohir untuk memimpi ratusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia dilantik menjadi Menteri BUMN di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
Menurut Kepala Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB-UI) Toto Pranoto, bila melihat Undang-Undang BUMN Nomor 19 tahun 2003, disampaikan tugas BUMN tidak serta merta hanya bermotif komersial. Namun juga bisa mendapatkan tugas dari pemerintah yang sifatnya melayani kepentingan umum atau Public Service Obligation (PSO).
&amp;ldquo;Maka sering terjadi konflik, karena di satu sisi BUMN harus mencari keuntungan dan di sisi lain harus melayani kepentingan publik. Tentu, yang ideal ialah BUMN bisa melayani dua sisi tersebut dengan baik,&amp;rdquo; kata Toto, Kamis (31/10/2019).
Baca Juga: Jadi Menteri BUMN, Erick Thohir Bakal Restrukturisasi Utang Krakatau Steel hingga Proyek Kereta Cepat
Untuk bisa menjalankan dua fungsi tersebut secara bersamaan, dia menyebut Kementerian BUMN harus dipimpin oleh orang dengan karakter yang visioner, bisa menetapkan orientasi strategi dengan tepat, serta kreatif dan inovatif dalam membuat kebijakan.
&amp;ldquo;Pemimpin BUMN yang terpilih harus memiliki visi yang kuat dan kemampuan jangkauan berpikir lebih strategis agar bisa menghadapi perubahan dinamika-dinamika bisnis yang ada,&amp;rdquo; ujarnya.

Selain harus memahami dua fungsi BUMN tersebut, Toto juga meminta Erick segera membereskan tiga pekerjaan rumah (PR) warisan Rini Soemarno yang menjadi tantangan jangka pendek Menteri BUMN.
&amp;ldquo;Pertama adalah menyelesaikan program pembentukan holding sektoral dan akhirnya pembentukan superholding BUMN sesuai harapan pemerintah. Kedua, menyelesaikan proses restrukturisasi BUMN besar yang masih rugi seperti Krakatau Steel, Garuda Indonesia dan lainnya. Ketiga, memperbaiki tata kelola BUMN (Good Corporate Governance) sehubungan makin banyaknya kasus korupsi di BUMN,&amp;rdquo; kata Toto.
Baca Juga: Erick Thohir hingga Angela Tanoesoedibjo Mulai Geber Proyek Bali Baru
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan GCG adalah dengan mendorong BUMN-BUMN untuk listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebab, dari 115 BUMN yang ada baru 17 perusahaan yang melantai di BEI.
Dengan terdaftar sebagai perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki publik, ada kewajiban bagi direksi dan manajemen BUMN untuk melaporkan kinerja keuangan kepada pemegang saham secara periodik.Setelah tiga PR jangka pendek tersebut tuntas, Toto menyebut  pekerjaan berikutnya yang harus dilakukan Erick adalah mewujudkan mimpi  Presiden Jokowi agar Indonesia memiliki superholding BUMN.
&amp;ldquo;Dalam jangka panjang, keinginan Presiden memiliki BUMN yang berdaya  saing global juga harus dituntaskan melalui Superholding BUMN. Dengan  model Superholding seperti Temasek dan Khazanah, maka mereka bisa fokus  pada daya saing. Sementara BUMN yang punya banyak tugas PSO bisa  dikeluarkan dari Superholding dan dikembalikan ke Kementrian teknisnya,&amp;rdquo;  ujarnya.
Selain tugas membenahi perusahaan-perusahaan pelat merah, Erick  menurutnya juga punya tugas memangkas struktur birokrasi di Kementerian  BUMN. Terlebih setelah Presiden Jokowi menyetujui pengangkatan dua Wakil  Menteri (Wamen) untuk membantu pekerjaan Erick, yaitu Budi Gunadi  Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo. Budi Gunadi sebelumnya menjabat  sebagai Direktur Utama Mining Industry Indonesia (MIND ID), sementara  Kartika atau Tiko adalah bos besar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/09/12/53076/267780_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bertempat di Gedung HighEnd, Erick Thohir Pimpin Rapat Perdana Tim Jokowi-Ma'ruf Amin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kehadiran dua orang Wamen ke dalam struktur pimpinan, jelas akan  membuat birokrasi Kementerian BUMN semakin gemuk. Sebab, saat ini di  kantor yang terletak di Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 itu sudah ada  Sekretaris Menteri, serta tujuh Deputi yang mengurusi Bidang Usaha Agro  dan Farmasi; Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata;  Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media; Bidang Usaha  Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan; Bidang Usaha Jasa  Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan; Bidang Restrukturisasi dan  Pengembangan Usaha; serta Bidang Infrastruktur Bisnis.
Sebab menurut Toto, tugas utama dari Wamen adalah melakukan  monitoring dan evaluasi terhadap action plan yang dikerjakan BUMN sesuai  target yang ditetapkan Menteri BUMN.
&amp;ldquo;Terdapat 115 BUMN , jadi span of control terlalu luas kalo hanya  dipegang oleh  Menteri. Sehingga fungsi Wamen dapat membantu pembinaan  dan pengawasan BUMN. Saya kira dibutuhkan adjustment organisasi di  Kementerian BUMN . Intinya bukan menambah birokrasi tapi justru  mempercepat pengambilan keputusan,&amp;rdquo; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempercayakan Erick Thohir untuk memimpi ratusan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dia dilantik menjadi Menteri BUMN di Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
Menurut Kepala Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB-UI) Toto Pranoto, bila melihat Undang-Undang BUMN Nomor 19 tahun 2003, disampaikan tugas BUMN tidak serta merta hanya bermotif komersial. Namun juga bisa mendapatkan tugas dari pemerintah yang sifatnya melayani kepentingan umum atau Public Service Obligation (PSO).
&amp;ldquo;Maka sering terjadi konflik, karena di satu sisi BUMN harus mencari keuntungan dan di sisi lain harus melayani kepentingan publik. Tentu, yang ideal ialah BUMN bisa melayani dua sisi tersebut dengan baik,&amp;rdquo; kata Toto, Kamis (31/10/2019).
Baca Juga: Jadi Menteri BUMN, Erick Thohir Bakal Restrukturisasi Utang Krakatau Steel hingga Proyek Kereta Cepat
Untuk bisa menjalankan dua fungsi tersebut secara bersamaan, dia menyebut Kementerian BUMN harus dipimpin oleh orang dengan karakter yang visioner, bisa menetapkan orientasi strategi dengan tepat, serta kreatif dan inovatif dalam membuat kebijakan.
&amp;ldquo;Pemimpin BUMN yang terpilih harus memiliki visi yang kuat dan kemampuan jangkauan berpikir lebih strategis agar bisa menghadapi perubahan dinamika-dinamika bisnis yang ada,&amp;rdquo; ujarnya.

Selain harus memahami dua fungsi BUMN tersebut, Toto juga meminta Erick segera membereskan tiga pekerjaan rumah (PR) warisan Rini Soemarno yang menjadi tantangan jangka pendek Menteri BUMN.
&amp;ldquo;Pertama adalah menyelesaikan program pembentukan holding sektoral dan akhirnya pembentukan superholding BUMN sesuai harapan pemerintah. Kedua, menyelesaikan proses restrukturisasi BUMN besar yang masih rugi seperti Krakatau Steel, Garuda Indonesia dan lainnya. Ketiga, memperbaiki tata kelola BUMN (Good Corporate Governance) sehubungan makin banyaknya kasus korupsi di BUMN,&amp;rdquo; kata Toto.
Baca Juga: Erick Thohir hingga Angela Tanoesoedibjo Mulai Geber Proyek Bali Baru
Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan GCG adalah dengan mendorong BUMN-BUMN untuk listing di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebab, dari 115 BUMN yang ada baru 17 perusahaan yang melantai di BEI.
Dengan terdaftar sebagai perusahaan yang sebagian sahamnya dimiliki publik, ada kewajiban bagi direksi dan manajemen BUMN untuk melaporkan kinerja keuangan kepada pemegang saham secara periodik.Setelah tiga PR jangka pendek tersebut tuntas, Toto menyebut  pekerjaan berikutnya yang harus dilakukan Erick adalah mewujudkan mimpi  Presiden Jokowi agar Indonesia memiliki superholding BUMN.
&amp;ldquo;Dalam jangka panjang, keinginan Presiden memiliki BUMN yang berdaya  saing global juga harus dituntaskan melalui Superholding BUMN. Dengan  model Superholding seperti Temasek dan Khazanah, maka mereka bisa fokus  pada daya saing. Sementara BUMN yang punya banyak tugas PSO bisa  dikeluarkan dari Superholding dan dikembalikan ke Kementrian teknisnya,&amp;rdquo;  ujarnya.
Selain tugas membenahi perusahaan-perusahaan pelat merah, Erick  menurutnya juga punya tugas memangkas struktur birokrasi di Kementerian  BUMN. Terlebih setelah Presiden Jokowi menyetujui pengangkatan dua Wakil  Menteri (Wamen) untuk membantu pekerjaan Erick, yaitu Budi Gunadi  Sadikin dan Kartika Wirjoatmodjo. Budi Gunadi sebelumnya menjabat  sebagai Direktur Utama Mining Industry Indonesia (MIND ID), sementara  Kartika atau Tiko adalah bos besar PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/09/12/53076/267780_medium.jpg&quot; alt=&quot;Bertempat di Gedung HighEnd, Erick Thohir Pimpin Rapat Perdana Tim Jokowi-Ma'ruf Amin&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kehadiran dua orang Wamen ke dalam struktur pimpinan, jelas akan  membuat birokrasi Kementerian BUMN semakin gemuk. Sebab, saat ini di  kantor yang terletak di Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 itu sudah ada  Sekretaris Menteri, serta tujuh Deputi yang mengurusi Bidang Usaha Agro  dan Farmasi; Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata;  Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media; Bidang Usaha  Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan; Bidang Usaha Jasa  Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan; Bidang Restrukturisasi dan  Pengembangan Usaha; serta Bidang Infrastruktur Bisnis.
Sebab menurut Toto, tugas utama dari Wamen adalah melakukan  monitoring dan evaluasi terhadap action plan yang dikerjakan BUMN sesuai  target yang ditetapkan Menteri BUMN.
&amp;ldquo;Terdapat 115 BUMN , jadi span of control terlalu luas kalo hanya  dipegang oleh  Menteri. Sehingga fungsi Wamen dapat membantu pembinaan  dan pengawasan BUMN. Saya kira dibutuhkan adjustment organisasi di  Kementerian BUMN . Intinya bukan menambah birokrasi tapi justru  mempercepat pengambilan keputusan,&amp;rdquo; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
