<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mentan Syahrul dan Sofjan Djalil Samakan Data Lahan Persawahan</title><description>Kerangka Sampel Area (KSA), luas lahan baku sawah Indonesia turun menjadi 7,1 juta hektare dari sebelumnya 7,75 juta hektare</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124024/mentan-syahrul-dan-sofjan-djalil-samakan-data-lahan-persawahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124024/mentan-syahrul-dan-sofjan-djalil-samakan-data-lahan-persawahan"/><item><title>Mentan Syahrul dan Sofjan Djalil Samakan Data Lahan Persawahan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124024/mentan-syahrul-dan-sofjan-djalil-samakan-data-lahan-persawahan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124024/mentan-syahrul-dan-sofjan-djalil-samakan-data-lahan-persawahan</guid><pubDate>Kamis 31 Oktober 2019 12:17 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124024/mentan-syahrul-dan-sofjan-djalil-samakan-data-lahan-persawahan-TBRjQUvIYR.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mentan dan Kepala BPN Samakan Data Lahan Sawah. (Foto: Okezone.com/Taufik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124024/mentan-syahrul-dan-sofjan-djalil-samakan-data-lahan-persawahan-TBRjQUvIYR.jpg</image><title>Mentan dan Kepala BPN Samakan Data Lahan Sawah. (Foto: Okezone.com/Taufik)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menggelar pertemuan dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil di Gedung Kementerian ATR/BPN, Jakarta, hari ini. Pertemuan tersebut untuk menyamakan persepsi dan data tentang lahan sawah.
Baca Juga: Mentan Targetkan Tidak Ada Lagi Daerah Rentan Rawan Pangan dalam 1 Tahun
Berdasarkan data yang diambil dari citra satelit melalui skema Kerangka Sampel Area (KSA), luas lahan baku sawah Indonesia turun menjadi 7,1 juta hektare dari sebelumnya 7,75 juta hektare pada 2013.

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengatakan, beberapa waktu lalu ada perbedaan data yang telah dipublish Kementerian ATR/BPN dengan prespektif Kementerian Pertanian.
Baca Juga: Mentan Syahrul: Ada 88 Daerah di Indonesia Rentan Rawan Pangan
&quot;Jadi, seperti diketahui data yang kami publish pada 2018 dengan subjek verifikasi pada lapangan di 20 Provinsi  yang penghasil beras utama berbeda dengan Kementan,&quot; ujar dia, Kamis (31/10/2019).Oleh karena itu melalui pertemuan ini, Sofyan mengatakan, nantinya  data  lahan baku sawah yang diverifikasi disepakati bersama BPS, BIG,  Kementan dan Kementerian  ATR/BPN.
&quot;Tapi karena masih hitung-hitungan akhir. Mudah-mudahan 1 Desember  2019 bisa kita keluarkan data koreksi dari data yang sudah dipublis  sebelumnya,&quot; ungkap dia.
Sebelumnya, pemerintah masih terus memverifikasi data yang  dikeluarkan melalui Ketetapan Menteri ATR/Kepala BPN-RI No 339/2018  tanggal 8 Oktober 2018 tersebut.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menggelar pertemuan dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil di Gedung Kementerian ATR/BPN, Jakarta, hari ini. Pertemuan tersebut untuk menyamakan persepsi dan data tentang lahan sawah.
Baca Juga: Mentan Targetkan Tidak Ada Lagi Daerah Rentan Rawan Pangan dalam 1 Tahun
Berdasarkan data yang diambil dari citra satelit melalui skema Kerangka Sampel Area (KSA), luas lahan baku sawah Indonesia turun menjadi 7,1 juta hektare dari sebelumnya 7,75 juta hektare pada 2013.

Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil mengatakan, beberapa waktu lalu ada perbedaan data yang telah dipublish Kementerian ATR/BPN dengan prespektif Kementerian Pertanian.
Baca Juga: Mentan Syahrul: Ada 88 Daerah di Indonesia Rentan Rawan Pangan
&quot;Jadi, seperti diketahui data yang kami publish pada 2018 dengan subjek verifikasi pada lapangan di 20 Provinsi  yang penghasil beras utama berbeda dengan Kementan,&quot; ujar dia, Kamis (31/10/2019).Oleh karena itu melalui pertemuan ini, Sofyan mengatakan, nantinya  data  lahan baku sawah yang diverifikasi disepakati bersama BPS, BIG,  Kementan dan Kementerian  ATR/BPN.
&quot;Tapi karena masih hitung-hitungan akhir. Mudah-mudahan 1 Desember  2019 bisa kita keluarkan data koreksi dari data yang sudah dipublis  sebelumnya,&quot; ungkap dia.
Sebelumnya, pemerintah masih terus memverifikasi data yang  dikeluarkan melalui Ketetapan Menteri ATR/Kepala BPN-RI No 339/2018  tanggal 8 Oktober 2018 tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
