<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dibangun Sejak 1931, Bendung Gumbasa Sulteng Direhabilitasi</title><description>Irigasi akan segera berfungsi di kawasan hulu Gumbasa untuk mengairi lahan pertanian subur seluas 1.070 hektare (ha).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124104/dibangun-sejak-1931-bendung-gumbasa-sulteng-direhabilitasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124104/dibangun-sejak-1931-bendung-gumbasa-sulteng-direhabilitasi"/><item><title>Dibangun Sejak 1931, Bendung Gumbasa Sulteng Direhabilitasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124104/dibangun-sejak-1931-bendung-gumbasa-sulteng-direhabilitasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124104/dibangun-sejak-1931-bendung-gumbasa-sulteng-direhabilitasi</guid><pubDate>Kamis 31 Oktober 2019 14:34 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124104/dibangun-sejak-1931-bendung-gumbasa-sulteng-direhabilitasi-RXX2YtI2WT.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Bendungan (Foto: Kementerian PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124104/dibangun-sejak-1931-bendung-gumbasa-sulteng-direhabilitasi-RXX2YtI2WT.jpeg</image><title>Bendungan (Foto: Kementerian PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Untuk memulihkan produksi pertanian tanaman pangan di Daerah Irigasi (DI) Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pascabencana gempa bumi dan likuefaksi tahun 2018 silam, maka dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi bendung dan saluran irigasi D.I Gumbasa.
Ditegaskan bahwa irigasi akan segera berfungsi di kawasan hulu Gumbasa untuk mengairi lahan pertanian subur seluas 1.070 hektare (ha). Total layanan Daerah Irigasi Gumbasa dari hulu hingga hilir adalah sekitar 8.180 ha.
Baca Juga: Berfungsi Amankan Air Baku di Bali, Intip Spesifikasi Bendungan Sidan
&amp;ldquo;DI Gumbasa harus diprioritaskan dalam rangka pemulihan ekonomi lokal. Masyarakat Sigi harus pulih dan meningkat penghidupannya, serta mengatakan sangat terbantu dengan irigasi tersebut,&quot; ujarnya Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulteng Arie Setiadi Moerwanto dilansir dari Laman Kementerian PUPR, Kamis (31/10/2019).
Sementara itu, Direktur Irigasi dan Rawa, Ditjen SDA Mochammad Mazid mengatakan, DI Gumbasa yang dibangun pada tahun 1931 mulanya hanya berupa free intake dengan suplai air dari Sungai Gumbasa, kemudian oleh Departemen PU dibangun menjadi bendung permanen pada tahun 1976. Oleh karena pemanfaatannya sudah cukup lama maka saat ini dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi yang terbagi dalam dua tahap.

Tahap I berupa rehab bendung dan saluran untuk areal pertanian  seluas 1.070 Ha dari Intake sampai dengan BGKn 7. Kegiatan rehab meliputi Perbaikan Intake, Gravel Trap, Sand Trap, Saluran Induk (7.168 m), Saluran Sekunder Ramba (996 m), Saluran Sekunder Kalawara (492,6 m), dan Saluran Sekunder Kalulu Lau (1.124,8 m), Saluran Pembuang Pandere (1.166 m), dan Saluran Pembuang Sibowi (1.500 m). Tahap II akan difokuskan pada pekerjaan pembangunan saluran irigasi untuk melayani sekitar 7.100 ha area pertanian potensial.Pekerjaan tahap pertama menelan biaya Rp152 miliar yang bersumber  dari APBN dengan progres fisik sebesar 82 % dan ditargetkan selesai pada  Desember 2019. Sedangkan untuk tahap II, akan dilakukan Perencanaan  Desain Teknis melalui Program ESP Loan ADB pada Desember 2019 hingga  Agustus 2020. Sedangkan konstruksinya akan di mulai pada Mei 2020 dan  ditargetkan selesai pada November 2021.

DI Gumbasa terletak di  area lembah Palu yang memanjang dari kaki  hulu Sungai Gumbasa mengalir hingga Sungai Kawatuna di Kota Palu. Secara  administratif, DI Gumbasa melayani 5 Kecamatan yang berada di Kabupaten  Sigi dan Kota Palu yaitu, Kecamatan Gumbasa,Tanambulaya, Dolo, Sigi  Biromaru dan Palu Selatan serta memiliki luas irigasi potensial 8.180  ha.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, Ferianto Pawenrusi  menambahkan selain rehabilitasi dan rekonstruksi DI Gumbasa akan  dilakukan juga kegiatan pengamanan pantai dampak tsunami yang akan  kontrak pada November 2019 sepanjang 7 km di Teluk Talise. Untuk  pemenuhan air baku Kabupaten Sigi dan Kota Palu akan dibangun instalasi  air baku Pasigala Baru dengan kapasitas 600 lt/det untuk melayani 60.000  kk. Suplai air baku ini akan melayani hunian tetap (huntap) di Pombewe.  Sementara untuk huntap di Tondo -Talise dan Duyu akan ada jaringa air  baku melalui Sungai Paniki dan Sungai Lewara.</description><content:encoded>JAKARTA - Untuk memulihkan produksi pertanian tanaman pangan di Daerah Irigasi (DI) Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pascabencana gempa bumi dan likuefaksi tahun 2018 silam, maka dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi bendung dan saluran irigasi D.I Gumbasa.
Ditegaskan bahwa irigasi akan segera berfungsi di kawasan hulu Gumbasa untuk mengairi lahan pertanian subur seluas 1.070 hektare (ha). Total layanan Daerah Irigasi Gumbasa dari hulu hingga hilir adalah sekitar 8.180 ha.
Baca Juga: Berfungsi Amankan Air Baku di Bali, Intip Spesifikasi Bendungan Sidan
&amp;ldquo;DI Gumbasa harus diprioritaskan dalam rangka pemulihan ekonomi lokal. Masyarakat Sigi harus pulih dan meningkat penghidupannya, serta mengatakan sangat terbantu dengan irigasi tersebut,&quot; ujarnya Kepala Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kementerian PUPR di Sulteng Arie Setiadi Moerwanto dilansir dari Laman Kementerian PUPR, Kamis (31/10/2019).
Sementara itu, Direktur Irigasi dan Rawa, Ditjen SDA Mochammad Mazid mengatakan, DI Gumbasa yang dibangun pada tahun 1931 mulanya hanya berupa free intake dengan suplai air dari Sungai Gumbasa, kemudian oleh Departemen PU dibangun menjadi bendung permanen pada tahun 1976. Oleh karena pemanfaatannya sudah cukup lama maka saat ini dilakukan rehabilitasi dan rekonstruksi yang terbagi dalam dua tahap.

Tahap I berupa rehab bendung dan saluran untuk areal pertanian  seluas 1.070 Ha dari Intake sampai dengan BGKn 7. Kegiatan rehab meliputi Perbaikan Intake, Gravel Trap, Sand Trap, Saluran Induk (7.168 m), Saluran Sekunder Ramba (996 m), Saluran Sekunder Kalawara (492,6 m), dan Saluran Sekunder Kalulu Lau (1.124,8 m), Saluran Pembuang Pandere (1.166 m), dan Saluran Pembuang Sibowi (1.500 m). Tahap II akan difokuskan pada pekerjaan pembangunan saluran irigasi untuk melayani sekitar 7.100 ha area pertanian potensial.Pekerjaan tahap pertama menelan biaya Rp152 miliar yang bersumber  dari APBN dengan progres fisik sebesar 82 % dan ditargetkan selesai pada  Desember 2019. Sedangkan untuk tahap II, akan dilakukan Perencanaan  Desain Teknis melalui Program ESP Loan ADB pada Desember 2019 hingga  Agustus 2020. Sedangkan konstruksinya akan di mulai pada Mei 2020 dan  ditargetkan selesai pada November 2021.

DI Gumbasa terletak di  area lembah Palu yang memanjang dari kaki  hulu Sungai Gumbasa mengalir hingga Sungai Kawatuna di Kota Palu. Secara  administratif, DI Gumbasa melayani 5 Kecamatan yang berada di Kabupaten  Sigi dan Kota Palu yaitu, Kecamatan Gumbasa,Tanambulaya, Dolo, Sigi  Biromaru dan Palu Selatan serta memiliki luas irigasi potensial 8.180  ha.
Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi III, Ferianto Pawenrusi  menambahkan selain rehabilitasi dan rekonstruksi DI Gumbasa akan  dilakukan juga kegiatan pengamanan pantai dampak tsunami yang akan  kontrak pada November 2019 sepanjang 7 km di Teluk Talise. Untuk  pemenuhan air baku Kabupaten Sigi dan Kota Palu akan dibangun instalasi  air baku Pasigala Baru dengan kapasitas 600 lt/det untuk melayani 60.000  kk. Suplai air baku ini akan melayani hunian tetap (huntap) di Pombewe.  Sementara untuk huntap di Tondo -Talise dan Duyu akan ada jaringa air  baku melalui Sungai Paniki dan Sungai Lewara.</content:encoded></item></channel></rss>
