<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ambisi Alibaba dalam Singles Day, Bidik 500 Juta Konsumen</title><description>Alibaba Group pada hari senin memulai pra penjualan festival belanja global untuk tahun ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124168/ambisi-alibaba-dalam-singles-day-bidik-500-juta-konsumen</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124168/ambisi-alibaba-dalam-singles-day-bidik-500-juta-konsumen"/><item><title>Ambisi Alibaba dalam Singles Day, Bidik 500 Juta Konsumen</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124168/ambisi-alibaba-dalam-singles-day-bidik-500-juta-konsumen</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124168/ambisi-alibaba-dalam-singles-day-bidik-500-juta-konsumen</guid><pubDate>Kamis 31 Oktober 2019 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Maghfira Nursyabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124168/ambisi-alibaba-dalam-singles-day-bidik-500-juta-konsumen-VGR9n7TlMg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kantor Pusat Alibaba (Foto: Okezone.com/Dani Jumadil Akhir)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124168/ambisi-alibaba-dalam-singles-day-bidik-500-juta-konsumen-VGR9n7TlMg.jpg</image><title>Kantor Pusat Alibaba (Foto: Okezone.com/Dani Jumadil Akhir)</title></images><description>JAKARTA - Alibaba Group pada hari senin memulai pra penjualan festival belanja global untuk tahun ini. Festival yang disebut Singles Day itu akan berlangsung pada 11 November (11.11) untuk yang ke 11 kalinya.

Daya tarik terbesar dari festival ini adalah berbagai merek yang ditawarkannya pada satu platform, selain itu acara tersebut juga ada diskon besar serta penjualan flash reguler.
&amp;nbsp;Baca Juga: Intip Kemegahan Kantor Alibaba dan Rasanya Jadi Karyawan Jack Ma
Tahun lalu, event 11.11 berhasil mencatatkan hampir USD40 miliar selama 24 jam. Capaian ini melampaui hasil festival belanja serupa di Amerika Serikat (AS) seperti Black Friday dan Cyber Monday. Demikian seperti dilansir dari Entrepreneur, Kamis (31/10/2019)

Pada 2019, Alibaba membidik hampir 500 juta pembeli di situs webnya dari seluruh dunia termasuk China, di mana kebutuhan konsumsi di kota-kota tingkat rendah telah meningkat selama dua tahun terakhir.

Dari 226 juta pengguna aktif bulanan yang bergabung dengan situs belanja Alibaba, Taobao selama dua tahun terakhir terdapat 70% berasal dari daerah tingkat bawah pada juni 2019.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/09/16/58753/301051_medium.jpg&quot; alt=&quot;Melihat Lebih Dekat Kantor Pusat Alibaba di Hangzhou China&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Chief Marketing Officer Alibaba Group Chris Tung mengatakan,  keberhasilan perusahaan fokus pada pasar yang kurang berkembang di Cina  tercermin dalam pertumbuhan akuisisi pelanggan baru perusahaannya.

Untuk memenuhi permintaan konsumen dari daerah tingkat bawah, Alibaba  telah membantu pabrik-pabrik di China menjadi lebih mengerti teknologi  dengan memberi mereka akses ke alat analisis, kemampuan IoT, dan alat  pemasaran, untuk membuat proses manufaktur mereka lebih efisien dan  memenuhi permintaan konsumen dari bawah.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/09/16/58753/301056_medium.jpg&quot; alt=&quot;Melihat Lebih Dekat Kantor Pusat Alibaba di Hangzhou China&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu, akibat perang dagang antara China dan Amerika Serikat  membuat investor khawatir atas penjualan Alibaba ke Amerika Serikat. AS  telah menggunakan lebih dari USD300 miliar pada tarif impor untuk  barang-barang konsumen dari China.

Namun, pada 2018, ketika kekhawatiran perang dagang masih meredam sentimen pasar, Alibaba membukukan rekor angka penjualan.
</description><content:encoded>JAKARTA - Alibaba Group pada hari senin memulai pra penjualan festival belanja global untuk tahun ini. Festival yang disebut Singles Day itu akan berlangsung pada 11 November (11.11) untuk yang ke 11 kalinya.

Daya tarik terbesar dari festival ini adalah berbagai merek yang ditawarkannya pada satu platform, selain itu acara tersebut juga ada diskon besar serta penjualan flash reguler.
&amp;nbsp;Baca Juga: Intip Kemegahan Kantor Alibaba dan Rasanya Jadi Karyawan Jack Ma
Tahun lalu, event 11.11 berhasil mencatatkan hampir USD40 miliar selama 24 jam. Capaian ini melampaui hasil festival belanja serupa di Amerika Serikat (AS) seperti Black Friday dan Cyber Monday. Demikian seperti dilansir dari Entrepreneur, Kamis (31/10/2019)

Pada 2019, Alibaba membidik hampir 500 juta pembeli di situs webnya dari seluruh dunia termasuk China, di mana kebutuhan konsumsi di kota-kota tingkat rendah telah meningkat selama dua tahun terakhir.

Dari 226 juta pengguna aktif bulanan yang bergabung dengan situs belanja Alibaba, Taobao selama dua tahun terakhir terdapat 70% berasal dari daerah tingkat bawah pada juni 2019.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/09/16/58753/301051_medium.jpg&quot; alt=&quot;Melihat Lebih Dekat Kantor Pusat Alibaba di Hangzhou China&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Chief Marketing Officer Alibaba Group Chris Tung mengatakan,  keberhasilan perusahaan fokus pada pasar yang kurang berkembang di Cina  tercermin dalam pertumbuhan akuisisi pelanggan baru perusahaannya.

Untuk memenuhi permintaan konsumen dari daerah tingkat bawah, Alibaba  telah membantu pabrik-pabrik di China menjadi lebih mengerti teknologi  dengan memberi mereka akses ke alat analisis, kemampuan IoT, dan alat  pemasaran, untuk membuat proses manufaktur mereka lebih efisien dan  memenuhi permintaan konsumen dari bawah.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/09/16/58753/301056_medium.jpg&quot; alt=&quot;Melihat Lebih Dekat Kantor Pusat Alibaba di Hangzhou China&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu, akibat perang dagang antara China dan Amerika Serikat  membuat investor khawatir atas penjualan Alibaba ke Amerika Serikat. AS  telah menggunakan lebih dari USD300 miliar pada tarif impor untuk  barang-barang konsumen dari China.

Namun, pada 2018, ketika kekhawatiran perang dagang masih meredam sentimen pasar, Alibaba membukukan rekor angka penjualan.
</content:encoded></item></channel></rss>
