<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Pesawat 737 Max 8 Dikandangkan, Berapa Kerugian Garuda?</title><description>Garuda masih belum berbicara mengenai kerugian terkait di kandangkannya alias grounded pesawat pesawat 737 Max 8.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124241/pesawat-737-max-8-dikandangkan-berapa-kerugian-garuda</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124241/pesawat-737-max-8-dikandangkan-berapa-kerugian-garuda"/><item><title>   Pesawat 737 Max 8 Dikandangkan, Berapa Kerugian Garuda?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124241/pesawat-737-max-8-dikandangkan-berapa-kerugian-garuda</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124241/pesawat-737-max-8-dikandangkan-berapa-kerugian-garuda</guid><pubDate>Kamis 31 Oktober 2019 18:31 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124241/pesawat-737-max-8-dikandangkan-berapa-kerugian-garuda-oQWdfzvDH3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Garuda soal Boeing (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124241/pesawat-737-max-8-dikandangkan-berapa-kerugian-garuda-oQWdfzvDH3.jpg</image><title>Garuda soal Boeing (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) masih belum berbicara mengenai kerugian terkait di kandangkannya alias grounded pesawat pesawat 737 Max 8 produksi Boeing. Meskipun saat ini pesawat 737 Max 8 saat ini belum bisa beroperasi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tak Dioperasikan karena Retak, Menhub Minta Garuda-Sriwijaya Cek Seluruh Pesawat
Direktur Teknik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Iwan Joeniarto mengatakan, saat ini pihaknya masih menghitung total kerugian yang harus dibayarkan oleh Boeing. Setelah dapat hitungannya barulah pihaknya mengajukan biaya kerugian tersebut kepada Boeing.

&quot;Kita hitung, akan kita sampaikan ke Boeing. Sedang kita hitung,&quot; ujarnya saat ditemui di hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (31/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pesawat 737 NG Retak, Garuda Minta Ganti Rugi ke Boeing
Pasalnya lanjut Iwan, pihaknya juga masih harus melakukan perawatan rutin yang dilakukan berkala. Menurutnya, rentan inspeksi bervariasi, bisa tiap satu bulan hingga tiga bulan sekali.

Setiap inspeksi, teknisi di bengkel pesawat biasanya melakukan proses cleansing atau pembersihan. Untuk melakukan hal tersebut dibutuhkan dana atau biaya yang tidak sedikit.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/13/51645/261039_medium.jpg&quot; alt=&quot;Musim Haji 2018, Garuda Indonesia Berangkatkan 107.959 Calhaj dari Bandara Soetta&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Selain masih harus menanggung biaya perawatan, Garuda juga kehilangan  potensi pendapatan akibat 1 unit pesawatnya dikandangkan. Sejak kali  pertama dilarang terbang, sampai saat ini usia grounded tersebut  memasuki 8 bulan.

Di sisi lain, belum ada pernyataan resmi dari pihak Boeing mengenai  hal ini. Padahal CEO Boeing, Dennis Muilenburg, akhirnya mengakui bahwa  produsen pesawat itu telah membuat kesalahan terkait dua kecelakaan  pesawat jenis 737 MAX 8.

Kecelakaan ini melibatkan Lion Air PK LQP di Indonesia dan Ethiopian  Airlines 302 yang menewaskan 346 penumpang. Namun lagi-lagi Boeing belum  membuka komunikasi terkait hal ini.

&quot;Boeing sendiri posisinya sibuk menangani (MAX 8( Jadi belum sempat  nanganin airlines. Kalau kita pasti klaim kerugian yang diakibatkan.  Tapi Boeing sedang sibuk. Dia belum mengarah pembicaraan dengan  airlines,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/04/06/48872/248730_medium.jpg&quot; alt=&quot;Cari Tiket Murah, Ribuan Pengunjung Serbu Garuda Indonesia Travel Fair&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) masih belum berbicara mengenai kerugian terkait di kandangkannya alias grounded pesawat pesawat 737 Max 8 produksi Boeing. Meskipun saat ini pesawat 737 Max 8 saat ini belum bisa beroperasi.
&amp;nbsp;Baca Juga: Tak Dioperasikan karena Retak, Menhub Minta Garuda-Sriwijaya Cek Seluruh Pesawat
Direktur Teknik PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Iwan Joeniarto mengatakan, saat ini pihaknya masih menghitung total kerugian yang harus dibayarkan oleh Boeing. Setelah dapat hitungannya barulah pihaknya mengajukan biaya kerugian tersebut kepada Boeing.

&quot;Kita hitung, akan kita sampaikan ke Boeing. Sedang kita hitung,&quot; ujarnya saat ditemui di hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (31/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pesawat 737 NG Retak, Garuda Minta Ganti Rugi ke Boeing
Pasalnya lanjut Iwan, pihaknya juga masih harus melakukan perawatan rutin yang dilakukan berkala. Menurutnya, rentan inspeksi bervariasi, bisa tiap satu bulan hingga tiga bulan sekali.

Setiap inspeksi, teknisi di bengkel pesawat biasanya melakukan proses cleansing atau pembersihan. Untuk melakukan hal tersebut dibutuhkan dana atau biaya yang tidak sedikit.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/07/13/51645/261039_medium.jpg&quot; alt=&quot;Musim Haji 2018, Garuda Indonesia Berangkatkan 107.959 Calhaj dari Bandara Soetta&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Selain masih harus menanggung biaya perawatan, Garuda juga kehilangan  potensi pendapatan akibat 1 unit pesawatnya dikandangkan. Sejak kali  pertama dilarang terbang, sampai saat ini usia grounded tersebut  memasuki 8 bulan.

Di sisi lain, belum ada pernyataan resmi dari pihak Boeing mengenai  hal ini. Padahal CEO Boeing, Dennis Muilenburg, akhirnya mengakui bahwa  produsen pesawat itu telah membuat kesalahan terkait dua kecelakaan  pesawat jenis 737 MAX 8.

Kecelakaan ini melibatkan Lion Air PK LQP di Indonesia dan Ethiopian  Airlines 302 yang menewaskan 346 penumpang. Namun lagi-lagi Boeing belum  membuka komunikasi terkait hal ini.

&quot;Boeing sendiri posisinya sibuk menangani (MAX 8( Jadi belum sempat  nanganin airlines. Kalau kita pasti klaim kerugian yang diakibatkan.  Tapi Boeing sedang sibuk. Dia belum mengarah pembicaraan dengan  airlines,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2018/04/06/48872/248730_medium.jpg&quot; alt=&quot;Cari Tiket Murah, Ribuan Pengunjung Serbu Garuda Indonesia Travel Fair&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
