<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kredit Bermasalah Naik, OJK: Itu Hanya Sementara</title><description>Kenaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) industri perbankan hanya bersifat sementara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124243/kredit-bermasalah-naik-ojk-itu-hanya-sementara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124243/kredit-bermasalah-naik-ojk-itu-hanya-sementara"/><item><title>Kredit Bermasalah Naik, OJK: Itu Hanya Sementara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124243/kredit-bermasalah-naik-ojk-itu-hanya-sementara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124243/kredit-bermasalah-naik-ojk-itu-hanya-sementara</guid><pubDate>Kamis 31 Oktober 2019 18:33 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124243/kredit-bermasalah-naik-ojk-itu-hanya-sementara-svymmmE1PD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Wimboh Santoso (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124243/kredit-bermasalah-naik-ojk-itu-hanya-sementara-svymmmE1PD.jpg</image><title>Wimboh Santoso (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan, kenaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) industri perbankan hanya bersifat sementara. NPL gross perbankan hingga akhir September 2019 tercatat sebesar 2,66%.

&quot;Sekarang NPL-nya memang sedikit naik, yang dari biasanya gross 2,5% sekarang 2,6%. Tapi ini bisa hanya karena temporary (sementara), belum tentu sustain (berkepanjangan),&quot; ungkapnya ditemui di di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (31/10/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kredit Macet UMKM Lebih Rendah dari Rata-Rata Nasional 
Oleh sebab itu, untuk menekan kenaikan NPL tersebut pihaknya sudah meminta untuk debitur-debitur besar segera melakukan restrukturisasi. Hal ini agar tidak menimbulkan dampak yang lebih meluas di pasar.
&amp;nbsp;
&quot;Sehingga setelah restrukturisasi maka otomatis NPL-nya akan turun,&quot; katanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kredit Perbankan Bisa Tumbuh Double Digit hingga Akhir Tahun?
Wimboh pun meyakini, hingga akhir tahun 2019 NPL akan tetap terjaga di level 2,6%, tak meningkat lebih tinggi lagi dari level saat ini. &quot;Sampai akhir tahun akan sama paling-paling 2,6%,&quot; imbuh dia.
Meski demikian, angka proyeksi tersebut tetap jauh lebih tinggi dari  realisasi NPL gross perbankan pada tahun 2018 yang hanya sebesar 2,37%.

Wimboh pun menilai pada tahun depan, rasio kredit bermasalah  perbankan akan mengalami perbaikan dari tahun ini. Lantaran para debitur  akan terus melanjutkan restrukturisasinya.

&quot;Tahun depan bisa turun karena akan mempunyai waktu yang lebih panjang untuk melakukan restrukturisasi,&quot; katanya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menyatakan, kenaikan rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) industri perbankan hanya bersifat sementara. NPL gross perbankan hingga akhir September 2019 tercatat sebesar 2,66%.

&quot;Sekarang NPL-nya memang sedikit naik, yang dari biasanya gross 2,5% sekarang 2,6%. Tapi ini bisa hanya karena temporary (sementara), belum tentu sustain (berkepanjangan),&quot; ungkapnya ditemui di di Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (31/10/2019).
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kredit Macet UMKM Lebih Rendah dari Rata-Rata Nasional 
Oleh sebab itu, untuk menekan kenaikan NPL tersebut pihaknya sudah meminta untuk debitur-debitur besar segera melakukan restrukturisasi. Hal ini agar tidak menimbulkan dampak yang lebih meluas di pasar.
&amp;nbsp;
&quot;Sehingga setelah restrukturisasi maka otomatis NPL-nya akan turun,&quot; katanya.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kredit Perbankan Bisa Tumbuh Double Digit hingga Akhir Tahun?
Wimboh pun meyakini, hingga akhir tahun 2019 NPL akan tetap terjaga di level 2,6%, tak meningkat lebih tinggi lagi dari level saat ini. &quot;Sampai akhir tahun akan sama paling-paling 2,6%,&quot; imbuh dia.
Meski demikian, angka proyeksi tersebut tetap jauh lebih tinggi dari  realisasi NPL gross perbankan pada tahun 2018 yang hanya sebesar 2,37%.

Wimboh pun menilai pada tahun depan, rasio kredit bermasalah  perbankan akan mengalami perbaikan dari tahun ini. Lantaran para debitur  akan terus melanjutkan restrukturisasinya.

&quot;Tahun depan bisa turun karena akan mempunyai waktu yang lebih panjang untuk melakukan restrukturisasi,&quot; katanya.</content:encoded></item></channel></rss>
