<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Mengintip Progres Terkini MRT Jakarta Fase II, Ada Jalur Kereta Bertingkat</title><description>PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menyampaikan progres pengerjaan dari Fase II rute Bundaran HI hingga Kota.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124283/mengintip-progres-terkini-mrt-jakarta-fase-ii-ada-jalur-kereta-bertingkat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124283/mengintip-progres-terkini-mrt-jakarta-fase-ii-ada-jalur-kereta-bertingkat"/><item><title>   Mengintip Progres Terkini MRT Jakarta Fase II, Ada Jalur Kereta Bertingkat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124283/mengintip-progres-terkini-mrt-jakarta-fase-ii-ada-jalur-kereta-bertingkat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124283/mengintip-progres-terkini-mrt-jakarta-fase-ii-ada-jalur-kereta-bertingkat</guid><pubDate>Kamis 31 Oktober 2019 19:37 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124283/mengintip-progres-terkini-mrt-jakarta-fase-ii-ada-jalur-kereta-bertingkat-f8h50Og1hF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MRT Jakarta (Foto: Giri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124283/mengintip-progres-terkini-mrt-jakarta-fase-ii-ada-jalur-kereta-bertingkat-f8h50Og1hF.jpg</image><title>MRT Jakarta (Foto: Giri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menyampaikan progres pengerjaan dari Fase II rute Bundaran HI hingga Kota. Saat ini perusahaan baru mengerjakan paket CP 200 yang merupakan pembangunan fasilitas untuk aliran listrik di Monas.
Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, hingga saat ini pembangunan fasilitas untuk aliran listrik sudah rampung. Ini lebih cepat dari target yang mana semula diharapkan bisa rampung akhir tahun.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada Pelantikan Presiden, Penumpang MRT Turun Jadi 2,6 Juta
Sementara itu lanjut William, untuk CP201 saat ini sedang dilakukan lelang. Diharapkan lelang bisa rampung tahun ini sehingga pada Februari 2020 bisa mulai konstruksi.
Kemudian untuk paket CP 202 dan 203 juga saat ini masih dalam tahap lelang. Diharapkan kedua fase tersebut sudah mulai bisa digarap pada Maret 2020.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kabar Gembira, Pembangunan MRT Jakarta Fase II Sampai Ancol Barat
Sedangkan untuk 205 dan 206 pada Oktober akan dimulai lelang. Diharapkan pada Mei 2020 pengerjaan dipaket tersebut mulai dikerjakan.
&amp;nbsp;Namun dari semua paket yang dilelang tersebut sudah didaptkan  desainnya. Dalam desain yang resmi dirilis MRT Jakarta, nantinya Fase II  ini akan memiliki 7 stasiun tambahan.
Ketujuh stasiun tambahan tersebut yakni Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota.
&quot;Paket CP 201 sudah berjalan (lelangnya). CP 200 sudah selesai  pengerjaannya,&quot; ujarnya dalam acara paparan di Kawasan Cipete, Jakarta,  Kamis (31/10/2019).
Secara rinci William menjelaskan, nantinya Fase II ini akan dibangun  pada kedalaman 17 hingga 36 meter di bawah tanah. Nantinya rel MRT ini  akan memiliki panjang 5,8 kilometer dengan lebar jalur 1.067 mm.
Ada yang unik dalam pembangunan MRT Fase II ini. Karena nantinya akan ada dua rel jalur MRT yang dibangun bertingkat.
&amp;nbsp;Karena selama ini, pembangunan jalur kereta MRT dilakukan sejajar   kanan kiri. Namun pada fase II ini karena jalurnya semakin menyempit   maka akan dibangun dua tingkat.
Adapun jalur bertingkat ini nantinya dibangun dari Stasiun Harmoni   hingga Glodok. Sedangkan dari Bundaran HI hingga Harmoni serta dari   Stasiun Glodok hingga Kota akan dibangun sejajar lagi.
&quot;Lebih dalam di bawah tanah semua 17-36 meter. Nantinya karakter   terowongan, sampai Harmoni sejajar, Harmoni sampai Glodok bertingkat.   Kota sejajar lagi,&quot; katanya.
Sedangkan untuk paket CP204 hingga saat ini belum bisa dipastikan   lelangnya. Karena saat ini MRT Jakarta baru mendapatkan izin untuk   membangun depo di Ancol Barat.
&quot;Kalau CP 204 nanti sampai Ancol Barat masuknya fase II B,&amp;rdquo; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta menyampaikan progres pengerjaan dari Fase II rute Bundaran HI hingga Kota. Saat ini perusahaan baru mengerjakan paket CP 200 yang merupakan pembangunan fasilitas untuk aliran listrik di Monas.
Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, hingga saat ini pembangunan fasilitas untuk aliran listrik sudah rampung. Ini lebih cepat dari target yang mana semula diharapkan bisa rampung akhir tahun.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada Pelantikan Presiden, Penumpang MRT Turun Jadi 2,6 Juta
Sementara itu lanjut William, untuk CP201 saat ini sedang dilakukan lelang. Diharapkan lelang bisa rampung tahun ini sehingga pada Februari 2020 bisa mulai konstruksi.
Kemudian untuk paket CP 202 dan 203 juga saat ini masih dalam tahap lelang. Diharapkan kedua fase tersebut sudah mulai bisa digarap pada Maret 2020.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kabar Gembira, Pembangunan MRT Jakarta Fase II Sampai Ancol Barat
Sedangkan untuk 205 dan 206 pada Oktober akan dimulai lelang. Diharapkan pada Mei 2020 pengerjaan dipaket tersebut mulai dikerjakan.
&amp;nbsp;Namun dari semua paket yang dilelang tersebut sudah didaptkan  desainnya. Dalam desain yang resmi dirilis MRT Jakarta, nantinya Fase II  ini akan memiliki 7 stasiun tambahan.
Ketujuh stasiun tambahan tersebut yakni Sarinah, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota.
&quot;Paket CP 201 sudah berjalan (lelangnya). CP 200 sudah selesai  pengerjaannya,&quot; ujarnya dalam acara paparan di Kawasan Cipete, Jakarta,  Kamis (31/10/2019).
Secara rinci William menjelaskan, nantinya Fase II ini akan dibangun  pada kedalaman 17 hingga 36 meter di bawah tanah. Nantinya rel MRT ini  akan memiliki panjang 5,8 kilometer dengan lebar jalur 1.067 mm.
Ada yang unik dalam pembangunan MRT Fase II ini. Karena nantinya akan ada dua rel jalur MRT yang dibangun bertingkat.
&amp;nbsp;Karena selama ini, pembangunan jalur kereta MRT dilakukan sejajar   kanan kiri. Namun pada fase II ini karena jalurnya semakin menyempit   maka akan dibangun dua tingkat.
Adapun jalur bertingkat ini nantinya dibangun dari Stasiun Harmoni   hingga Glodok. Sedangkan dari Bundaran HI hingga Harmoni serta dari   Stasiun Glodok hingga Kota akan dibangun sejajar lagi.
&quot;Lebih dalam di bawah tanah semua 17-36 meter. Nantinya karakter   terowongan, sampai Harmoni sejajar, Harmoni sampai Glodok bertingkat.   Kota sejajar lagi,&quot; katanya.
Sedangkan untuk paket CP204 hingga saat ini belum bisa dipastikan   lelangnya. Karena saat ini MRT Jakarta baru mendapatkan izin untuk   membangun depo di Ancol Barat.
&quot;Kalau CP 204 nanti sampai Ancol Barat masuknya fase II B,&amp;rdquo; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
