<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Iuran BPJS Kesehatan Naik, Jokowi: Rakyat Harus Mengerti</title><description>Jokowi mengingatkan para menteri dan pimpinan lembaga di jajaran Kementerian Koodinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124292/iuran-bpjs-kesehatan-naik-jokowi-rakyat-harus-mengerti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124292/iuran-bpjs-kesehatan-naik-jokowi-rakyat-harus-mengerti"/><item><title>   Iuran BPJS Kesehatan Naik, Jokowi: Rakyat Harus Mengerti</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124292/iuran-bpjs-kesehatan-naik-jokowi-rakyat-harus-mengerti</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124292/iuran-bpjs-kesehatan-naik-jokowi-rakyat-harus-mengerti</guid><pubDate>Kamis 31 Oktober 2019 19:51 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124292/iuran-bpjs-kesehatan-naik-jokowi-rakyat-harus-mengerti-chgt8jkmWe.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi soal Iuran BPJS Kesehatan Naik (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124292/iuran-bpjs-kesehatan-naik-jokowi-rakyat-harus-mengerti-chgt8jkmWe.jpg</image><title>Jokowi soal Iuran BPJS Kesehatan Naik (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para menteri dan pimpinan lembaga di jajaran Kementerian Koodinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) agar mewaspadai terhadap politik dunia yang sekarang ini ada kecenderunganmudah sekali bergejolak.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jokowi Teken Perpres, Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik
Jokowi mencontohkan apa yang terjadi di Chile yang dipicu oleh isu kecil mengenai kenaikan tarif transportasi yang besarnya hanya 4%, kemudian menimbulkan gejolak yang berkepanjangan dan diikuti dengan perombakan besar-besaran di kabinet.

&amp;ldquo;Saya kira pengalaman seperti ini harus kita bisa, kita baca dan kita jadikan pengalaman. Kita harus selalu waspada sejak awal,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Kantor Presiden, Jakarta.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Tambah Rp14 Triliun untuk Dana Talangan BPJS Kesehatan
&quot;Jangan sampai, lanjut Presiden, misalnya urusan yang berkaitan kenaikan tarif BPJS Kesehatan, kalau cara kita menerangkan tidak clear, tidak jelas, masyarakat akan jadi ragu, dibacanya kelihatannya kita ini ingin memberatkan beban yang lebih banyak pada rakyat,&quot; kata Jokowi seperti dilansir setkab, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Padahal, lanjut Presiden, tahun 2019 pemerintah telah menggratiskan 96 juta rakyat yang pergi ke rumah sakit yang ada di daerah. Ke-96 juta rakyat itu digratiskan melalui program PBI (Penerima Bantuan Iuran).

&amp;ldquo;Jadi anggaran total yang kita subsidikan ke sana Rp41 triliun, rakyat harus ngerti ini, dan tahun 2020 subsidi yang kita berikan kepada BPJS sudah Rp48,8 triliun,&amp;rdquo; terang Presiden seraya mengingatkan, itu angka yang besar sekali.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/25/59302/304764_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Lantik 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Tapi kalau cara pemerintah menerangkan tidak pas, Presiden  mengingatkan agar hati-hati karena ini bisa dipikir pemerintah  memberikan beban yang berat pada masyarakat miskin.

&amp;ldquo;Padahal sekali lagi yang digratiskan itu sudah 96 juta jiwa lewat tadi subsidi yang kita berikan,&amp;rdquo; tegas Presiden.

Presiden Jokowi juga meminta kehati-hatian mengenai adanya rencana  untuk revisi undang-undang ketenagakerjaan. Ia meminta agar serikat  diajak bicara, para pekerja diajak bicara. Termasuk penolakan dari  publik mengenai rancangan undang-undang yang kontroversial, dijelaskan  sebetulnya seperti apa.

&amp;ldquo;Karena kadang-kadang sering karena ini tidak kita kelola dengan  hati-hati, bisa memicu masalah politik yang berkepanjangan, ini hanya  cara menjelaskan saja, kadang-kadang yang ikut demo kan juga nggak  ngerti substansi, masalahnya d imana,&amp;rdquo; terang Presiden.

&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/25/59302/304768_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Lantik 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Oleh karena itu, Presiden meminta kepada Menkopolhukam untuk secara   intensif melakukan deteksi dini, membuka komunikasi yang seluas-luasnya   kepada semua pihak, baik kelompok buruh, media, ormas-ormas agama, LSM,   NGO dan kelompok-kelompok masyarakat yang lainnya.

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Wakil Presiden KH. Ma&amp;rsquo;ruf Amin,   Menko Polhukam Mahfud MD, Menko PMK Muhadjir Effendy, Mensesneg   Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko,   Mendagri Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly

Selain itu dihadiri, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menkominfo Johnny   G. Plate, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo, Menteri Pertahanan Prabowo   Subianto, Jaksa Agung ST. Burhanudin, Panglima TNI Marsekal Hadi   Tjahjanto, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Plt. Kapolri Komjen Ari Dono.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan para menteri dan pimpinan lembaga di jajaran Kementerian Koodinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) agar mewaspadai terhadap politik dunia yang sekarang ini ada kecenderunganmudah sekali bergejolak.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jokowi Teken Perpres, Iuran BPJS Kesehatan Resmi Naik
Jokowi mencontohkan apa yang terjadi di Chile yang dipicu oleh isu kecil mengenai kenaikan tarif transportasi yang besarnya hanya 4%, kemudian menimbulkan gejolak yang berkepanjangan dan diikuti dengan perombakan besar-besaran di kabinet.

&amp;ldquo;Saya kira pengalaman seperti ini harus kita bisa, kita baca dan kita jadikan pengalaman. Kita harus selalu waspada sejak awal,&amp;rdquo; kata Presiden Jokowi saat memberikan pengantar pada Rapat Terbatas Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, di Kantor Presiden, Jakarta.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Tambah Rp14 Triliun untuk Dana Talangan BPJS Kesehatan
&quot;Jangan sampai, lanjut Presiden, misalnya urusan yang berkaitan kenaikan tarif BPJS Kesehatan, kalau cara kita menerangkan tidak clear, tidak jelas, masyarakat akan jadi ragu, dibacanya kelihatannya kita ini ingin memberatkan beban yang lebih banyak pada rakyat,&quot; kata Jokowi seperti dilansir setkab, Jakarta, Kamis (31/10/2019).

Padahal, lanjut Presiden, tahun 2019 pemerintah telah menggratiskan 96 juta rakyat yang pergi ke rumah sakit yang ada di daerah. Ke-96 juta rakyat itu digratiskan melalui program PBI (Penerima Bantuan Iuran).

&amp;ldquo;Jadi anggaran total yang kita subsidikan ke sana Rp41 triliun, rakyat harus ngerti ini, dan tahun 2020 subsidi yang kita berikan kepada BPJS sudah Rp48,8 triliun,&amp;rdquo; terang Presiden seraya mengingatkan, itu angka yang besar sekali.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/25/59302/304764_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Lantik 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Tapi kalau cara pemerintah menerangkan tidak pas, Presiden  mengingatkan agar hati-hati karena ini bisa dipikir pemerintah  memberikan beban yang berat pada masyarakat miskin.

&amp;ldquo;Padahal sekali lagi yang digratiskan itu sudah 96 juta jiwa lewat tadi subsidi yang kita berikan,&amp;rdquo; tegas Presiden.

Presiden Jokowi juga meminta kehati-hatian mengenai adanya rencana  untuk revisi undang-undang ketenagakerjaan. Ia meminta agar serikat  diajak bicara, para pekerja diajak bicara. Termasuk penolakan dari  publik mengenai rancangan undang-undang yang kontroversial, dijelaskan  sebetulnya seperti apa.

&amp;ldquo;Karena kadang-kadang sering karena ini tidak kita kelola dengan  hati-hati, bisa memicu masalah politik yang berkepanjangan, ini hanya  cara menjelaskan saja, kadang-kadang yang ikut demo kan juga nggak  ngerti substansi, masalahnya d imana,&amp;rdquo; terang Presiden.

&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/25/59302/304768_medium.jpg&quot; alt=&quot;Presiden Jokowi Lantik 12 Wakil Menteri Kabinet Indonesia Maju&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Oleh karena itu, Presiden meminta kepada Menkopolhukam untuk secara   intensif melakukan deteksi dini, membuka komunikasi yang seluas-luasnya   kepada semua pihak, baik kelompok buruh, media, ormas-ormas agama, LSM,   NGO dan kelompok-kelompok masyarakat yang lainnya.

Rapat terbatas itu dihadiri oleh Wakil Presiden KH. Ma&amp;rsquo;ruf Amin,   Menko Polhukam Mahfud MD, Menko PMK Muhadjir Effendy, Mensesneg   Pratikno, Seskab Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko,   Mendagri Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly

Selain itu dihadiri, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menkominfo Johnny   G. Plate, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo, Menteri Pertahanan Prabowo   Subianto, Jaksa Agung ST. Burhanudin, Panglima TNI Marsekal Hadi   Tjahjanto, Kepala BIN Budi Gunawan, dan Plt. Kapolri Komjen Ari Dono.</content:encoded></item></channel></rss>
