<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Garap Bisnis TOD, MRT Jakarta Akan Bentuk Anak Usaha</title><description>PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta akan mengepakkan sayapnya dengan membentuk anak usaha khusus untuk properti.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124301/garap-bisnis-tod-mrt-jakarta-akan-bentuk-anak-usaha</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124301/garap-bisnis-tod-mrt-jakarta-akan-bentuk-anak-usaha"/><item><title>Garap Bisnis TOD, MRT Jakarta Akan Bentuk Anak Usaha</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124301/garap-bisnis-tod-mrt-jakarta-akan-bentuk-anak-usaha</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/10/31/320/2124301/garap-bisnis-tod-mrt-jakarta-akan-bentuk-anak-usaha</guid><pubDate>Kamis 31 Oktober 2019 20:03 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124301/garap-bisnis-tod-mrt-jakarta-akan-bentuk-anak-usaha-nRnjAIzuMi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">MRT Jakarta (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124301/garap-bisnis-tod-mrt-jakarta-akan-bentuk-anak-usaha-nRnjAIzuMi.jpg</image><title>MRT Jakarta (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta akan mengepakkan sayapnya dengan membentuk anak usaha khusus untuk properti. Hal tersebut menyusul akan dibangunnya bisnis Transit Oriented Development (TOD) di sekitar Stasiun MRT.

Sebagai permulaan ada lima titik yang akan dibangun TOD. Kelima TOD yang dimaksud adalah Kawasan Dukuh Atas, Kawasan Istora Senayan, Kawasan Blok M Asean, Kawasan Fatmawati, dan Kawasan Lebak Bulus.
&amp;nbsp;Baca Juga: Mengintip Progres Terkini MRT Jakarta Fase II, Ada Jalur Kereta Bertingkat
Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, rencananya pembentukan anak usaha ini bisa dilakukan pada tahun depan. Nantinya anak usaha tersebut akan mencari mitra yang pas untuk pengembangan bisnis TOD.

&quot;Dengan bangun 5 TOD, MRT akan bangun anak usaha. Tahun depan targetnya,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers di Kawasan Cipete, Jakarta, Kamis (31/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada Pelantikan Presiden, Penumpang MRT Turun Jadi 2,6 Juta
Nantinya lanjut William, masing-masing kawasan TOD akan memiliki konsep dan tema yang berbeda-beda. Misalnya, TOD Kawasan Dukuh Atas mengangkat tema poros transit internasional.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/05/17/57299/291751_medium.jpg&quot; alt=&quot;Meski Harga Tiket Normal, Penumpang MRT Tetap Turun  &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Dengan mengusung konsep internasional, nantinya bakal dibangun  perluasan pedestrian deck, menjadi hub transportasi beberapa kendaraan  umum, revitalisasi area tepian air dan taman, pengembangan jalur sepeda,  hingga pengembangan hunian terjangkau.

Nantinya hunian ini akan terintegrasi dengan transportasi umum.  Misalnya di kawasan Dukuh Atas, nantinya terintegrasi dengan  transportasi massal seperti MRT Jakarta, Transjakarta hingga LRT  Jabodebek.

&quot;Ini konsepnya ada 4 hal yang didorong. Pertama, kawasan ini nyaman  untuk bersepeda. Kedua, membuat kawasan terbuka hijau dan ruang ketiga  untuk masyarakat. Ketiga, bangunan fungsi campuran, bisa ada mal atau  hunian dan perkantoran. Keempat, rumah susun,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/05/17/57299/291753_medium.jpg&quot; alt=&quot;Meski Harga Tiket Normal, Penumpang MRT Tetap Turun&amp;nbsp; &quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Pembangunan TOD bakal dimulai pada awal 2020 selama tiga tahun ke   depan. Akan tetapi, dirinya belum mau membeberkan mitra yang bakal   digandeng hingga investasi yang dibutuhkan untuk membangun lima TOD.

&quot;Memang kita akan membangun hunian nanti di tanah milik Pemerintah   Provinsi DKI Jakarta. Danannya belum bisa kita sampaikan,&quot; katanya.

Khusus hunian nantinya akan ada beberapa variasi harga. Dari mulai   komersil khusus masyarakat dengan  penghasilan Rp18 juta, hingga hunian   subsidi dengan harga Rp150 jutaan.

&quot;Nanti macam-macam skemannya dari mulai DP0% dan masih banyak lagi.   Nanti eksekusinya akan dijalankan oleh anak perusahaan dan akan   dieksekusi tahun depan,&quot; ujarnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/05/17/57299/291757_medium.jpg&quot; alt=&quot;Meski Harga Tiket Normal, Penumpang MRT Tetap Turun&amp;nbsp; &quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</description><content:encoded>JAKARTA - PT Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta akan mengepakkan sayapnya dengan membentuk anak usaha khusus untuk properti. Hal tersebut menyusul akan dibangunnya bisnis Transit Oriented Development (TOD) di sekitar Stasiun MRT.

Sebagai permulaan ada lima titik yang akan dibangun TOD. Kelima TOD yang dimaksud adalah Kawasan Dukuh Atas, Kawasan Istora Senayan, Kawasan Blok M Asean, Kawasan Fatmawati, dan Kawasan Lebak Bulus.
&amp;nbsp;Baca Juga: Mengintip Progres Terkini MRT Jakarta Fase II, Ada Jalur Kereta Bertingkat
Direktur Utama MRT Jakarta William Sabandar mengatakan, rencananya pembentukan anak usaha ini bisa dilakukan pada tahun depan. Nantinya anak usaha tersebut akan mencari mitra yang pas untuk pengembangan bisnis TOD.

&quot;Dengan bangun 5 TOD, MRT akan bangun anak usaha. Tahun depan targetnya,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers di Kawasan Cipete, Jakarta, Kamis (31/10/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada Pelantikan Presiden, Penumpang MRT Turun Jadi 2,6 Juta
Nantinya lanjut William, masing-masing kawasan TOD akan memiliki konsep dan tema yang berbeda-beda. Misalnya, TOD Kawasan Dukuh Atas mengangkat tema poros transit internasional.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/05/17/57299/291751_medium.jpg&quot; alt=&quot;Meski Harga Tiket Normal, Penumpang MRT Tetap Turun  &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Dengan mengusung konsep internasional, nantinya bakal dibangun  perluasan pedestrian deck, menjadi hub transportasi beberapa kendaraan  umum, revitalisasi area tepian air dan taman, pengembangan jalur sepeda,  hingga pengembangan hunian terjangkau.

Nantinya hunian ini akan terintegrasi dengan transportasi umum.  Misalnya di kawasan Dukuh Atas, nantinya terintegrasi dengan  transportasi massal seperti MRT Jakarta, Transjakarta hingga LRT  Jabodebek.

&quot;Ini konsepnya ada 4 hal yang didorong. Pertama, kawasan ini nyaman  untuk bersepeda. Kedua, membuat kawasan terbuka hijau dan ruang ketiga  untuk masyarakat. Ketiga, bangunan fungsi campuran, bisa ada mal atau  hunian dan perkantoran. Keempat, rumah susun,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/05/17/57299/291753_medium.jpg&quot; alt=&quot;Meski Harga Tiket Normal, Penumpang MRT Tetap Turun&amp;nbsp; &quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Pembangunan TOD bakal dimulai pada awal 2020 selama tiga tahun ke   depan. Akan tetapi, dirinya belum mau membeberkan mitra yang bakal   digandeng hingga investasi yang dibutuhkan untuk membangun lima TOD.

&quot;Memang kita akan membangun hunian nanti di tanah milik Pemerintah   Provinsi DKI Jakarta. Danannya belum bisa kita sampaikan,&quot; katanya.

Khusus hunian nantinya akan ada beberapa variasi harga. Dari mulai   komersil khusus masyarakat dengan  penghasilan Rp18 juta, hingga hunian   subsidi dengan harga Rp150 jutaan.

&quot;Nanti macam-macam skemannya dari mulai DP0% dan masih banyak lagi.   Nanti eksekusinya akan dijalankan oleh anak perusahaan dan akan   dieksekusi tahun depan,&quot; ujarnya.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/05/17/57299/291757_medium.jpg&quot; alt=&quot;Meski Harga Tiket Normal, Penumpang MRT Tetap Turun&amp;nbsp; &quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;</content:encoded></item></channel></rss>
