<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,05% di Kuartal III-2019</title><description>Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,05% di kuartal III-2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/20/2124558/sri-mulyani-ramal-ekonomi-ri-tumbuh-5-05-di-kuartal-iii-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/20/2124558/sri-mulyani-ramal-ekonomi-ri-tumbuh-5-05-di-kuartal-iii-2019"/><item><title>Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,05% di Kuartal III-2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/20/2124558/sri-mulyani-ramal-ekonomi-ri-tumbuh-5-05-di-kuartal-iii-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/20/2124558/sri-mulyani-ramal-ekonomi-ri-tumbuh-5-05-di-kuartal-iii-2019</guid><pubDate>Jum'at 01 November 2019 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/01/20/2124558/sri-mulyani-ramal-ekonomi-ri-tumbuh-5-05-di-kuartal-iii-2019-Knoj6RnmMQ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/01/20/2124558/sri-mulyani-ramal-ekonomi-ri-tumbuh-5-05-di-kuartal-iii-2019-Knoj6RnmMQ.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,05% di kuartal III-2019. Angka tersebut sama dengan realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal sebelumnya. Namun, angka proyeksi tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2018 yang mencapai 5,17%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, perkiraan sebesar 5,05% tersebut berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu dengan melihat berbagai kemungkinan dari indikator pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Syarat Ekonomi RI Bisa Tumbuh di Atas 5% pada 2020
&quot;Jadi mungkin seperti perhitungan BKF sebesar 5,05%, mungkin akan tetap di situ,&quot; ungkap Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (1/11/2019).
Dia menjelaskan, ekonomi di kuartal III-2019 tumbuh karena ditopang konsumsi rumah tangga yang diperkirakan  tumbuh di atas 5%. Juga ditopang investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang diproyeksikan tumbuh di kisaran 5%.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/22/59228/304256_medium.jpg&quot; alt=&quot;Lambaikan Tangan Kiri, Sri Mulyani Tiba di Istana Negara&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Meskipun di sisi investasi kami lihat mengalami sedikit perlambatan,&quot; kata dia.
Namun Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengakui, kondisi perekonomian tertekan di sisi kinerja ekspor. Hal itu tak lepas dari pengaruh ekonomi global yang mengalami pelemahan.
&quot;Jadi meskipun kemarin (ekspor) sudah menunjukkan ada perbaikan, kami kami tetap optimis di kuartal III bisa tumbuh di atas 5%,&quot; katanya.
Adapun proyeksi pemerintah tersebut sama dengan yang diperkirakan  Bank Indonesia (BI). Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut  pertumbuhan ekonomi kuartal III-2019 akan sebesar 5,05%, lebih rendah  dari proyeksi awal yang sebesar 5,1%.
Hal itu berdasarkan pertimbangan dari beberapa indikator yang  menunjukkan pelemahan pada penjualan eceran. kegiatan dunia usaha, dan  optimisme konsumen. Berdasarkan hasil survei BI, Indeks Penjualan Riil  (IPR) Agustus 2019 hanya tumbuh 1,1% (year on year/yoy), lebih rendah  dibandingkan dengan IPR Juli 2019 yang tumbuh sebesar 2,4% yoy.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/22/59228/304258_medium.jpg&quot; alt=&quot;Lambaikan Tangan Kiri, Sri Mulyani Tiba di Istana Negara&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kemudian hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan  kegiatan usaha pada kuartal III-2019 tumbuh melambat, tercermin dari  Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 13,39%, lebih rendah dari kuartal  sebelumnya yang sebesar 19,17%. Lalu survei konsumen mengindikasikan  optimisme melemah, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada  September 2019 sebesar 121,8, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya  yang sebesar 123,1.
&quot;Berdasarkan pemantauan dari berbagai indikator memang pertumbuhan  ekonomi di kuartal III-2019 akan di sekitar 5,05%,&quot; ujar Perry di Kantor  Pusat BI, Jakarta.&amp;emsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,05% di kuartal III-2019. Angka tersebut sama dengan realisasi pertumbuhan ekonomi di kuartal sebelumnya. Namun, angka proyeksi tersebut jauh lebih rendah dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal III-2018 yang mencapai 5,17%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, perkiraan sebesar 5,05% tersebut berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu dengan melihat berbagai kemungkinan dari indikator pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Syarat Ekonomi RI Bisa Tumbuh di Atas 5% pada 2020
&quot;Jadi mungkin seperti perhitungan BKF sebesar 5,05%, mungkin akan tetap di situ,&quot; ungkap Sri Mulyani di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Jumat (1/11/2019).
Dia menjelaskan, ekonomi di kuartal III-2019 tumbuh karena ditopang konsumsi rumah tangga yang diperkirakan  tumbuh di atas 5%. Juga ditopang investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang diproyeksikan tumbuh di kisaran 5%.
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/22/59228/304256_medium.jpg&quot; alt=&quot;Lambaikan Tangan Kiri, Sri Mulyani Tiba di Istana Negara&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;&amp;nbsp;
&quot;Meskipun di sisi investasi kami lihat mengalami sedikit perlambatan,&quot; kata dia.
Namun Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut mengakui, kondisi perekonomian tertekan di sisi kinerja ekspor. Hal itu tak lepas dari pengaruh ekonomi global yang mengalami pelemahan.
&quot;Jadi meskipun kemarin (ekspor) sudah menunjukkan ada perbaikan, kami kami tetap optimis di kuartal III bisa tumbuh di atas 5%,&quot; katanya.
Adapun proyeksi pemerintah tersebut sama dengan yang diperkirakan  Bank Indonesia (BI). Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut  pertumbuhan ekonomi kuartal III-2019 akan sebesar 5,05%, lebih rendah  dari proyeksi awal yang sebesar 5,1%.
Hal itu berdasarkan pertimbangan dari beberapa indikator yang  menunjukkan pelemahan pada penjualan eceran. kegiatan dunia usaha, dan  optimisme konsumen. Berdasarkan hasil survei BI, Indeks Penjualan Riil  (IPR) Agustus 2019 hanya tumbuh 1,1% (year on year/yoy), lebih rendah  dibandingkan dengan IPR Juli 2019 yang tumbuh sebesar 2,4% yoy.
&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/22/59228/304258_medium.jpg&quot; alt=&quot;Lambaikan Tangan Kiri, Sri Mulyani Tiba di Istana Negara&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Kemudian hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan  kegiatan usaha pada kuartal III-2019 tumbuh melambat, tercermin dari  Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 13,39%, lebih rendah dari kuartal  sebelumnya yang sebesar 19,17%. Lalu survei konsumen mengindikasikan  optimisme melemah, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) pada  September 2019 sebesar 121,8, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya  yang sebesar 123,1.
&quot;Berdasarkan pemantauan dari berbagai indikator memang pertumbuhan  ekonomi di kuartal III-2019 akan di sekitar 5,05%,&quot; ujar Perry di Kantor  Pusat BI, Jakarta.&amp;emsp;</content:encoded></item></channel></rss>
