<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi 0,02% di Oktober, BI: Daya Beli Terjaga</title><description>Bank Indonesia (BI) menilai laju inflasi yang sebesar 0,02% di Oktober 2019 cukup terkendali.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/20/2124613/inflasi-0-02-di-oktober-bi-daya-beli-terjaga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/20/2124613/inflasi-0-02-di-oktober-bi-daya-beli-terjaga"/><item><title>Inflasi 0,02% di Oktober, BI: Daya Beli Terjaga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/20/2124613/inflasi-0-02-di-oktober-bi-daya-beli-terjaga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/20/2124613/inflasi-0-02-di-oktober-bi-daya-beli-terjaga</guid><pubDate>Jum'at 01 November 2019 15:39 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/01/20/2124613/inflasi-0-02-di-oktober-bi-daya-beli-terjaga-IZeoCX4jKu.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Inflasi (Ilustrasi: Halomoney)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/01/20/2124613/inflasi-0-02-di-oktober-bi-daya-beli-terjaga-IZeoCX4jKu.jpg</image><title>Inflasi (Ilustrasi: Halomoney)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai laju inflasi yang sebesar 0,02% di Oktober 2019 cukup terkendali. Hal itu sekaligus mendukung terjaganya daya beli masyarakat.
&quot;Realisasinya ini bahkan lebih rendah dari perkiraan BI,&quot; ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo di Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (1/11/2019).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi Oktober di dorong kenaikan harga pada komoditas daging ayam ras sebesar 0,05%. Lalu bawang merah dengan 0,02% serta beras, timun, tomat sayur, dan jeruk yang masing-masing  naik 0,01%.
Baca Juga: Harga Rokok Naik Jadi Penyebab Inflasi Oktober 0,02%
Namun di sisi lain, terjadi penurunan harga pada komoditas lainnya yakni cabai merah sebesar 0,09%, telur ayam ras 0,03%, cabai rawit 0,02%, serta ikan segar, kentang, cabe hijau, dan bawang putih yang masing-masing turun 0,01%.
Perry menilai, data-data tersebut menunjukkan inflasi terkendali dan mendukung terjaganya daya beli masyarakat.
&quot;Dari situ terlihat bahwa inflasi rendah dan terkendali. Ini mendukung terjaganya daya beli masyarakat dengan harga-harga yang terkendali ini,&quot; jelas Perry.

Menurutnya, BI meyakini hingga akhir tahun inflasi akan tetap terjaga di kisaran target BI yakni 3,5% plus minus 1%.
&quot;Pada akhir tahun ini diperkirakan inflasi akan di bawah titik tengah sasaran 3,5%,&quot; katanya.
Sekedar informasi, BPS mencatat inflasi Oktober 2019 sebesar 0,02% (month to month/mtm). Angka inflasi ini lebih rendah periode yang sama tahun lalu yakni 0,028%. Dengan demikian, maka angka inflasi tahunan kalender 2019 yakni 2,22%. Sedangkan inflasi dari tahun ke tahun adalah sebesar 3,13% (year on year/yoy).</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai laju inflasi yang sebesar 0,02% di Oktober 2019 cukup terkendali. Hal itu sekaligus mendukung terjaganya daya beli masyarakat.
&quot;Realisasinya ini bahkan lebih rendah dari perkiraan BI,&quot; ungkap Gubernur BI Perry Warjiyo di Kantor Pusat BI, Jakarta, Jumat (1/11/2019).
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) inflasi Oktober di dorong kenaikan harga pada komoditas daging ayam ras sebesar 0,05%. Lalu bawang merah dengan 0,02% serta beras, timun, tomat sayur, dan jeruk yang masing-masing  naik 0,01%.
Baca Juga: Harga Rokok Naik Jadi Penyebab Inflasi Oktober 0,02%
Namun di sisi lain, terjadi penurunan harga pada komoditas lainnya yakni cabai merah sebesar 0,09%, telur ayam ras 0,03%, cabai rawit 0,02%, serta ikan segar, kentang, cabe hijau, dan bawang putih yang masing-masing turun 0,01%.
Perry menilai, data-data tersebut menunjukkan inflasi terkendali dan mendukung terjaganya daya beli masyarakat.
&quot;Dari situ terlihat bahwa inflasi rendah dan terkendali. Ini mendukung terjaganya daya beli masyarakat dengan harga-harga yang terkendali ini,&quot; jelas Perry.

Menurutnya, BI meyakini hingga akhir tahun inflasi akan tetap terjaga di kisaran target BI yakni 3,5% plus minus 1%.
&quot;Pada akhir tahun ini diperkirakan inflasi akan di bawah titik tengah sasaran 3,5%,&quot; katanya.
Sekedar informasi, BPS mencatat inflasi Oktober 2019 sebesar 0,02% (month to month/mtm). Angka inflasi ini lebih rendah periode yang sama tahun lalu yakni 0,028%. Dengan demikian, maka angka inflasi tahunan kalender 2019 yakni 2,22%. Sedangkan inflasi dari tahun ke tahun adalah sebesar 3,13% (year on year/yoy).</content:encoded></item></channel></rss>
