<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sri Mulyani Cs Sebut Stabilitas Keuangan Indonesia Terkendali di Kuartal III-2019</title><description>Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyimpulkan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terkendali di kuartal III-2019.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/20/2124657/sri-mulyani-cs-sebut-stabilitas-keuangan-indonesia-terkendali-di-kuartal-iii-2019</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/20/2124657/sri-mulyani-cs-sebut-stabilitas-keuangan-indonesia-terkendali-di-kuartal-iii-2019"/><item><title>Sri Mulyani Cs Sebut Stabilitas Keuangan Indonesia Terkendali di Kuartal III-2019</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/20/2124657/sri-mulyani-cs-sebut-stabilitas-keuangan-indonesia-terkendali-di-kuartal-iii-2019</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/20/2124657/sri-mulyani-cs-sebut-stabilitas-keuangan-indonesia-terkendali-di-kuartal-iii-2019</guid><pubDate>Jum'at 01 November 2019 16:45 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/01/20/2124657/sri-mulyani-cs-sebut-stabilitas-keuangan-indonesia-terkendali-di-kuartal-iii-2019-oaTWlr7oIs.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/01/20/2124657/sri-mulyani-cs-sebut-stabilitas-keuangan-indonesia-terkendali-di-kuartal-iii-2019-oaTWlr7oIs.jpg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyimpulkan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terkendali di kuartal III-2019, di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global. Hal itu berdasarkan hasil rapat berkala yang dilakukan KSSK pada Kamis, 31 Oktober 2019.
Komite ini diketuai oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan terdiri dari Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah.
Baca Juga: Jurus Jokowi Keluarkan RI dari Middle Income Trap
&quot;Ketidakpastian global tersebut masih dipengaruhi ketegangan hubungan dagang AS-China, meskipun pada Oktober 2019 sedikit mereda,&quot; ujar Sri Mulyani dalam keterangan tertulis, Jumat (1/11/2019).
Perkembangan global tersebut menyebabkan penurunan volume perdagangan dan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia diikuti dengan melemahnya harga komoditas dan tekanan inflasi. Sehingga berbagai negara merespons perkembangan ini dengan melonggarkan kebijakan moneter dan memberikan stimulus fiskal, yang kemudian mendorong masuknya aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

&quot;Dari sisi domestik, pertumbuhan ekonomi masih tetap baik meskipun kontraksi kinerja ekspor perlu mendapat perhatian karena berdampak pada kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi,&quot; kata dia.
KSSK juga menyebut Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) di kuartal III-2019 diperkirakan membaik didukung oleh surplus transaksi modal dan finansial serta defisit transaksi berjalan yang terkendali. Cadangan devisa juga masih berada jauh di atas standar kecukupan internasional.
&quot;Kinerja NPI yang membaik berdampak pada nilai tukar rupiah yang menguat,&quot; katanya.Sementara itu, inflasi terkendali pada level yang rendah dan stabil  di dalam target 3,5+1%. Ketahanan ekonomi tersebut mendukung stabilitas  sistem keuangan.
Stabilitas sistem keuangan yang terkendali turut didukung ketahanan  perbankan yang terjaga, likuiditas yang memadai, serta pasar uang yang  stabil. Hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy  Ratio/CAR) yang tinggi dan risiko kredit bermasalah (Non Performing  Loan/NPL) yang tetap rendah.

Kecukupan likuiditas tetap baik, tergambar dari rasio Alat Likuid  terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi. &quot;Perkembangan ini  berkontribusi pada penurunan suku bunga deposito dan suku bunga kredit  yang searah dengan pelonggaran suku bunga kebijakan moneter,&quot; jelasnya.
Menurut Sri Mulyani, koordinasi kebijakan KSSK akan terus diarahkan  untuk mempertahankan stabilitas sistem keuangan, sehingga tetap  mendorong momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global  yang masih tinggi.
&quot;Selain itu, sinergi kebijakan juga diarahkan untuk memperkuat  ketahanan eksternal melalui berbagai upaya meningkatkan ekspor barang  dan jasa, serta menarik aliran masuk modal asing, termasuk penanaman  modal asing,&quot; jelas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyimpulkan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terkendali di kuartal III-2019, di tengah tingginya ketidakpastian perekonomian global. Hal itu berdasarkan hasil rapat berkala yang dilakukan KSSK pada Kamis, 31 Oktober 2019.
Komite ini diketuai oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan terdiri dari Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, Ketua Dewan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Halim Alamsyah.
Baca Juga: Jurus Jokowi Keluarkan RI dari Middle Income Trap
&quot;Ketidakpastian global tersebut masih dipengaruhi ketegangan hubungan dagang AS-China, meskipun pada Oktober 2019 sedikit mereda,&quot; ujar Sri Mulyani dalam keterangan tertulis, Jumat (1/11/2019).
Perkembangan global tersebut menyebabkan penurunan volume perdagangan dan revisi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia diikuti dengan melemahnya harga komoditas dan tekanan inflasi. Sehingga berbagai negara merespons perkembangan ini dengan melonggarkan kebijakan moneter dan memberikan stimulus fiskal, yang kemudian mendorong masuknya aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

&quot;Dari sisi domestik, pertumbuhan ekonomi masih tetap baik meskipun kontraksi kinerja ekspor perlu mendapat perhatian karena berdampak pada kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi,&quot; kata dia.
KSSK juga menyebut Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) di kuartal III-2019 diperkirakan membaik didukung oleh surplus transaksi modal dan finansial serta defisit transaksi berjalan yang terkendali. Cadangan devisa juga masih berada jauh di atas standar kecukupan internasional.
&quot;Kinerja NPI yang membaik berdampak pada nilai tukar rupiah yang menguat,&quot; katanya.Sementara itu, inflasi terkendali pada level yang rendah dan stabil  di dalam target 3,5+1%. Ketahanan ekonomi tersebut mendukung stabilitas  sistem keuangan.
Stabilitas sistem keuangan yang terkendali turut didukung ketahanan  perbankan yang terjaga, likuiditas yang memadai, serta pasar uang yang  stabil. Hal ini tercermin dari rasio kecukupan modal (Capital Adequacy  Ratio/CAR) yang tinggi dan risiko kredit bermasalah (Non Performing  Loan/NPL) yang tetap rendah.

Kecukupan likuiditas tetap baik, tergambar dari rasio Alat Likuid  terhadap Dana Pihak Ketiga (AL/DPK) yang tinggi. &quot;Perkembangan ini  berkontribusi pada penurunan suku bunga deposito dan suku bunga kredit  yang searah dengan pelonggaran suku bunga kebijakan moneter,&quot; jelasnya.
Menurut Sri Mulyani, koordinasi kebijakan KSSK akan terus diarahkan  untuk mempertahankan stabilitas sistem keuangan, sehingga tetap  mendorong momentum pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global  yang masih tinggi.
&quot;Selain itu, sinergi kebijakan juga diarahkan untuk memperkuat  ketahanan eksternal melalui berbagai upaya meningkatkan ekspor barang  dan jasa, serta menarik aliran masuk modal asing, termasuk penanaman  modal asing,&quot; jelas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
