<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Inflasi Oktober 0,02%, Ini Catatan dari BI   </title><description>Inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Oktober sebesar 0,02% (mtm).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/20/2124784/inflasi-oktober-0-02-ini-catatan-dari-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/20/2124784/inflasi-oktober-0-02-ini-catatan-dari-bi"/><item><title>Inflasi Oktober 0,02%, Ini Catatan dari BI   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/20/2124784/inflasi-oktober-0-02-ini-catatan-dari-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/20/2124784/inflasi-oktober-0-02-ini-catatan-dari-bi</guid><pubDate>Jum'at 01 November 2019 20:31 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/01/20/2124784/inflasi-oktober-0-02-ini-catatan-dari-bi-iIgXaH4aqz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI soal Inflasi Oktober (Foto: Okezone.com/Giri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/01/20/2124784/inflasi-oktober-0-02-ini-catatan-dari-bi-iIgXaH4aqz.jpg</image><title>BI soal Inflasi Oktober (Foto: Okezone.com/Giri)</title></images><description>
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Oktober sebesar 0,02% (mtm), setelah pada bulan sebelumnya mencatat deflasi 0,27% (mtm).

Bank Indonesia (BI) menyatakan, inflasi yang tetap rendah pada Oktober 2019 ditopang oleh menurunnya inflasi pada kelompok inti dan deflasi pada kelompok volatile food.
&amp;nbsp;Baca Juga: Inflasi 0,02% di Oktober, BI: Daya Beli Terjaga
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, inflasi administered prices tercatat stabil. Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK sampai dengan bulan Oktober 2019 mencapai 2,22% (ytd), atau secara tahunan tercatat 3,13% (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi September 2019 sebesar 3,39% (yoy).

&quot;Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan terkendalinya inflasi,&quot; katanya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

BI memperkirakan inflasi 2019 berada di bawah titik tengah kisaran sasarannya 3,5&amp;plusmn;1% dan terjaga dalam kisaran sasaran 3,0&amp;plusmn;1% pada 2020.
Baca Juga: BPS: Inflasi Oktober 0,02%
Inflasi inti terus menurun sehingga menopang terkendalinya inflasi IHK. Inflasi inti tercatat sebesar 0,17% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,29% (mtm). Penurunan inflasi inti terutama dipengaruhi oleh melambatnya harga emas perhiasan sedangkan komoditas lainnya seperti mie dan nasi dengan lauk masih menjadi penyumbang inflasi.

Secara tahunan, inflasi inti tercatat 3,20% (yoy), menurun dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,32% (yoy). Inflasi inti yang terkendali tidak terlepas dari ekspektasi inflasi yang baik seiring dengan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga, permintaan agregat yang terkelola baik, nilai tukar yang bergerak sesuai dengan fundamentalnya, dan pengaruh harga global yang minimal.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/17/55399/280540_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Pertahankan BI7DRR Sebesar 6,00%&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Harga kelompok volatile food kembali mengalami deflasi, meski tidak  sedalam perkembangan bulan sebelumnya. Kelompok volatile food kembali  mengalami deflasi 0,47% (mtm), lebih kecil dibandingkan dengan deflasi  bulan sebelumnya sebesar 2,26% (mtm).

Deflasi pada kelompok volatile food terutama disebabkan oleh koreksi  harga pada komoditas aneka cabai, telur ayam ras, ikan segar, kentang,  dan bawang putih. Sementara itu, komoditas daging ayam ras, bawang  merah, beras, ketimun, tomat sayur, dan jeruk mengalami kenaikan harga,  sehingga menahan deflasi lebih lanjut.

&quot;Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar  4,82% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya  sebesar 5,49% (yoy),&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/17/55399/280541_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Pertahankan BI7DRR Sebesar 6,00%&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Inflasi kelompok administered prices tercatat stabil. Inflasi  administered prices tercatat sebesar 0,03% (mtm), tidak banyak berbeda  dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,01% (mtm).  Inflasi tersebut disumbang terutama oleh komoditas rokok dan bahan bakar  rumah tangga sedangkan tarif angkutan udara melanjutkan tren deflasi  seiring pola musiman penurunan permintaan.

Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar  1,58% (yoy) menurun dibandingkan dengan 1,88% (yoy) pada bulan  sebelumnya.</description><content:encoded>
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Oktober sebesar 0,02% (mtm), setelah pada bulan sebelumnya mencatat deflasi 0,27% (mtm).

Bank Indonesia (BI) menyatakan, inflasi yang tetap rendah pada Oktober 2019 ditopang oleh menurunnya inflasi pada kelompok inti dan deflasi pada kelompok volatile food.
&amp;nbsp;Baca Juga: Inflasi 0,02% di Oktober, BI: Daya Beli Terjaga
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko mengatakan, inflasi administered prices tercatat stabil. Dengan perkembangan tersebut, inflasi IHK sampai dengan bulan Oktober 2019 mencapai 2,22% (ytd), atau secara tahunan tercatat 3,13% (yoy), menurun dibandingkan dengan inflasi September 2019 sebesar 3,39% (yoy).

&quot;Ke depan, Bank Indonesia tetap konsisten menjaga stabilitas harga dan memperkuat koordinasi kebijakan dengan Pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah, guna memastikan terkendalinya inflasi,&quot; katanya dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (1/11/2019).

BI memperkirakan inflasi 2019 berada di bawah titik tengah kisaran sasarannya 3,5&amp;plusmn;1% dan terjaga dalam kisaran sasaran 3,0&amp;plusmn;1% pada 2020.
Baca Juga: BPS: Inflasi Oktober 0,02%
Inflasi inti terus menurun sehingga menopang terkendalinya inflasi IHK. Inflasi inti tercatat sebesar 0,17% (mtm), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,29% (mtm). Penurunan inflasi inti terutama dipengaruhi oleh melambatnya harga emas perhiasan sedangkan komoditas lainnya seperti mie dan nasi dengan lauk masih menjadi penyumbang inflasi.

Secara tahunan, inflasi inti tercatat 3,20% (yoy), menurun dibandingkan inflasi bulan sebelumnya sebesar 3,32% (yoy). Inflasi inti yang terkendali tidak terlepas dari ekspektasi inflasi yang baik seiring dengan konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas harga, permintaan agregat yang terkelola baik, nilai tukar yang bergerak sesuai dengan fundamentalnya, dan pengaruh harga global yang minimal.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/17/55399/280540_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Pertahankan BI7DRR Sebesar 6,00%&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Harga kelompok volatile food kembali mengalami deflasi, meski tidak  sedalam perkembangan bulan sebelumnya. Kelompok volatile food kembali  mengalami deflasi 0,47% (mtm), lebih kecil dibandingkan dengan deflasi  bulan sebelumnya sebesar 2,26% (mtm).

Deflasi pada kelompok volatile food terutama disebabkan oleh koreksi  harga pada komoditas aneka cabai, telur ayam ras, ikan segar, kentang,  dan bawang putih. Sementara itu, komoditas daging ayam ras, bawang  merah, beras, ketimun, tomat sayur, dan jeruk mengalami kenaikan harga,  sehingga menahan deflasi lebih lanjut.

&quot;Secara tahunan, inflasi kelompok volatile food tercatat sebesar  4,82% (yoy), lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya  sebesar 5,49% (yoy),&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/01/17/55399/280541_medium.jpg&quot; alt=&quot;Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia Pertahankan BI7DRR Sebesar 6,00%&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Inflasi kelompok administered prices tercatat stabil. Inflasi  administered prices tercatat sebesar 0,03% (mtm), tidak banyak berbeda  dibandingkan dengan inflasi pada bulan sebelumnya sebesar 0,01% (mtm).  Inflasi tersebut disumbang terutama oleh komoditas rokok dan bahan bakar  rumah tangga sedangkan tarif angkutan udara melanjutkan tren deflasi  seiring pola musiman penurunan permintaan.

Secara tahunan, kelompok administered prices mencatat inflasi sebesar  1,58% (yoy) menurun dibandingkan dengan 1,88% (yoy) pada bulan  sebelumnya.</content:encoded></item></channel></rss>
