<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Heboh soal De-dolarisasi, Yuan China Bakal Berkuasa?</title><description>Penggunaan mata uang dolar ke depannya akan semakin melemah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/278/2124185/heboh-soal-de-dolarisasi-yuan-china-bakal-berkuasa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/278/2124185/heboh-soal-de-dolarisasi-yuan-china-bakal-berkuasa"/><item><title>Heboh soal De-dolarisasi, Yuan China Bakal Berkuasa?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/278/2124185/heboh-soal-de-dolarisasi-yuan-china-bakal-berkuasa</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/278/2124185/heboh-soal-de-dolarisasi-yuan-china-bakal-berkuasa</guid><pubDate>Jum'at 01 November 2019 05:44 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/31/278/2124185/heboh-soal-de-dolarisasi-yuan-china-bakal-berkuasa-VQqOiqyWn9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dolar AS (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/31/278/2124185/heboh-soal-de-dolarisasi-yuan-china-bakal-berkuasa-VQqOiqyWn9.jpg</image><title>Dolar AS (Foto: Shutterstock)</title></images><description> 
JAKARTA - Penggunaan mata uang dolar ke depannya akan semakin melemah. Pasalnya, ini disebabkan karena negara-negara akan semakin mengedepankan kepentingannya.

Institut Analisis Keamanan Global Anne Korin mengatakan, penggerak utama seperti China, Rusia dan Uni Eropa memiliki motivasi kuat untuk melakukan de-dollarisasi (mengganti penggunaan mata uang dolar).

&quot;Kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi yang kami tahu adalah situasi saat ini tidak akan berkelanjutan,&quot; ujar Korin seperti dilansir dari CNBC.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280679_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Jika kekuatan dolar sebagai mata uang utama di dunia menurun pengaruhnya, maka mata uang lainnya dapat mengisi peran yang secara tradisional dimainkan oleh greenback, terutama yuan China.

 
Baca Selengkapnya: Dolar Terancam Lemah karena China hingga Rusia Akan Melakukan Dedollarisasi


</description><content:encoded> 
JAKARTA - Penggunaan mata uang dolar ke depannya akan semakin melemah. Pasalnya, ini disebabkan karena negara-negara akan semakin mengedepankan kepentingannya.

Institut Analisis Keamanan Global Anne Korin mengatakan, penggerak utama seperti China, Rusia dan Uni Eropa memiliki motivasi kuat untuk melakukan de-dollarisasi (mengganti penggunaan mata uang dolar).

&quot;Kami tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya, tetapi yang kami tahu adalah situasi saat ini tidak akan berkelanjutan,&quot; ujar Korin seperti dilansir dari CNBC.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/01/18/55421/280679_medium.jpg&quot; alt=&quot;Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Menguat 14 Poin&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Jika kekuatan dolar sebagai mata uang utama di dunia menurun pengaruhnya, maka mata uang lainnya dapat mengisi peran yang secara tradisional dimainkan oleh greenback, terutama yuan China.

 
Baca Selengkapnya: Dolar Terancam Lemah karena China hingga Rusia Akan Melakukan Dedollarisasi


</content:encoded></item></channel></rss>
