<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Harga Cabai Turun, Daging Ayam Ras hingga Beras Justru Naik   </title><description>Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan adalah seperti daging ayam ras yang mengalami kenaikan 0,05%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/320/2124479/harga-cabai-turun-daging-ayam-ras-hingga-beras-justru-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/320/2124479/harga-cabai-turun-daging-ayam-ras-hingga-beras-justru-naik"/><item><title>Harga Cabai Turun, Daging Ayam Ras hingga Beras Justru Naik   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/320/2124479/harga-cabai-turun-daging-ayam-ras-hingga-beras-justru-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/320/2124479/harga-cabai-turun-daging-ayam-ras-hingga-beras-justru-naik</guid><pubDate>Jum'at 01 November 2019 11:14 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/01/320/2124479/harga-cabai-turun-daging-ayam-ras-hingga-beras-justru-naik-KFfyWjQa43.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Bahan Pangan. (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/01/320/2124479/harga-cabai-turun-daging-ayam-ras-hingga-beras-justru-naik-KFfyWjQa43.jpg</image><title>Ilustrasi Bahan Pangan. (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan harga pangan di sepanjang Oktober 2019. Hal tersebut dibuktikan dengan data bahwa pada Oktober kelompok bahan makanan justru mengalami deflasi sebesar 0,41%.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan adalah seperti daging ayam ras yang mengalami kenaikan 0,05%. Kemudian disusul oleh bawang merah dengan 0,02% dan terakhir beras ketimun, tomat sayur dan jeruk dengan masing-masing inflasi 0,01%.
Baca Juga: Harga Rokok Naik Jadi Penyebab Inflasi Oktober 0,02%
&quot;Selain penurunan ada kenaikan daging ayam ras memberikan andil kepada inflasi 0,05%. Bawang merah 0,02%,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (1/11/2019).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/02/21/47534/242972_medium.jpg&quot; alt=&quot;Sepedas Rasanya, Harga Cabai Rawit Mulai Meroket di Surabaya&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu untuk komoditas lainnya justru mengalami penurunan harga. Misalnya cabai merah yang mengalami deflasi 0,09%, lalu ada juga telur ayam ras yang mengalami penurunan harga sebesar 0,03%.
Kemudian disusul oleh cabai rawit dengan angka inflasi 0,02%. Dan terakhir adalah ikan segar, kentang, cabe hijau, dan bawang putih masing-masing turun 0,01%.
Baca Juga: BPS: Inflasi Oktober 0,02%
&quot;Jadi ada penurunan harga cabai merah ini menyumbang kepada deflasi. Ada penurunan harga komoditas cabai rawit juga yang mengalami penurunan,&quot; jelasnya.Selain bahan makanan, pada Oktober juga ada penurunan harga pada  kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,08%. Dari  empat subkelompok ada dua  yang mengalami penurunan harga.
Keduanya adalah sub kelompok transpor mengalami deflasi 0,16% dan sub  kelompok komunikasi dan pengiriman sebesar 0,01%. Sedangkan subkelompok  saran penunjang transportasi justru mengalami kenaikan 0,16% dan jasa  keuangan juga naik 0,05%.
&quot;Tarif angkutan udara ini menyumbang deflasi pada Oktober 2019,&quot; ucapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan harga pangan di sepanjang Oktober 2019. Hal tersebut dibuktikan dengan data bahwa pada Oktober kelompok bahan makanan justru mengalami deflasi sebesar 0,41%.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan adalah seperti daging ayam ras yang mengalami kenaikan 0,05%. Kemudian disusul oleh bawang merah dengan 0,02% dan terakhir beras ketimun, tomat sayur dan jeruk dengan masing-masing inflasi 0,01%.
Baca Juga: Harga Rokok Naik Jadi Penyebab Inflasi Oktober 0,02%
&quot;Selain penurunan ada kenaikan daging ayam ras memberikan andil kepada inflasi 0,05%. Bawang merah 0,02%,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Jumat (1/11/2019).
&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2018/02/21/47534/242972_medium.jpg&quot; alt=&quot;Sepedas Rasanya, Harga Cabai Rawit Mulai Meroket di Surabaya&quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Sementara itu untuk komoditas lainnya justru mengalami penurunan harga. Misalnya cabai merah yang mengalami deflasi 0,09%, lalu ada juga telur ayam ras yang mengalami penurunan harga sebesar 0,03%.
Kemudian disusul oleh cabai rawit dengan angka inflasi 0,02%. Dan terakhir adalah ikan segar, kentang, cabe hijau, dan bawang putih masing-masing turun 0,01%.
Baca Juga: BPS: Inflasi Oktober 0,02%
&quot;Jadi ada penurunan harga cabai merah ini menyumbang kepada deflasi. Ada penurunan harga komoditas cabai rawit juga yang mengalami penurunan,&quot; jelasnya.Selain bahan makanan, pada Oktober juga ada penurunan harga pada  kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,08%. Dari  empat subkelompok ada dua  yang mengalami penurunan harga.
Keduanya adalah sub kelompok transpor mengalami deflasi 0,16% dan sub  kelompok komunikasi dan pengiriman sebesar 0,01%. Sedangkan subkelompok  saran penunjang transportasi justru mengalami kenaikan 0,16% dan jasa  keuangan juga naik 0,05%.
&quot;Tarif angkutan udara ini menyumbang deflasi pada Oktober 2019,&quot; ucapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
