<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beda Nasib dengan Industri Manufaktur Besar, IMK Justru Tumbuh 6,19%</title><description>- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan industri mikro kecil (IMK) menunjukan kinerja yang cukup menjanjikan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/320/2124578/beda-nasib-dengan-industri-manufaktur-besar-imk-justru-tumbuh-6-19</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/320/2124578/beda-nasib-dengan-industri-manufaktur-besar-imk-justru-tumbuh-6-19"/><item><title>Beda Nasib dengan Industri Manufaktur Besar, IMK Justru Tumbuh 6,19%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/320/2124578/beda-nasib-dengan-industri-manufaktur-besar-imk-justru-tumbuh-6-19</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/320/2124578/beda-nasib-dengan-industri-manufaktur-besar-imk-justru-tumbuh-6-19</guid><pubDate>Jum'at 01 November 2019 14:45 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/01/320/2124578/beda-nasib-dengan-industri-manufaktur-besar-imk-justru-tumbuh-6-19-4NSFC01Xdw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">IKM Tumbuh (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/01/320/2124578/beda-nasib-dengan-industri-manufaktur-besar-imk-justru-tumbuh-6-19-4NSFC01Xdw.jpg</image><title>IKM Tumbuh (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan industri mikro kecil (IMK) menunjukan kinerja yang cukup menjanjikan pada kuartal III-2019. Bahkan kinerja IMK masih lebih baik dibandingkan Industri manufaktur besar.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,05% di Kuartal III-2019
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pada kuartal III IMK mengalami pertumbuhan 6,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan triwulan sebelumnya juga IMK mengalami pertumbuhan 0,29%.

&quot;Industri mikro dan kecil triwulan III naik 6,19% dibandingkan triwulan II. Ada beberapa industri mikro kecil yang bagus,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (1/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertumbuhan Industri Manufaktur RI Melambat di Kuartal III-2019
Menurut pria yang kerap disap Kecuk, kenaikan tersebut terutama ditopang oleh naiknya produksi industri pengolahan tembakau yang mencapai 42,25%. Sementara industri yang mengalami penurunan teresar adalah industri peralatan listrik yang turun 17,23%.

&quot;Kemudian juga industri tembakau juga bagus,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Sementara secara tahunan, IMK didorong oleh naiknya produksi industri  komputer, barang elektronika, dan optik sebesar 24,36%. Sedangkan,  industri peralatan listrik tercatat turun paling tajam sebesar 32,88%.

Utamanya adalah industri makanan, industri pakaian jadi tapi disini  industri komputer, elektronik mengalami penurunan. Begitupun juga  industri pengolahan listrik,&amp;rdquo; katanya.

Pertumbuhan produksi IMK TRIWULAN III-2019 dibandingkan tahun lalu  pada periode yang sama pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan  tertinggi adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang naik 30,32%.  Sementara provinsi DI Yogyakarta justru mengalami penurunan 0,0002%.

Sementara jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, Kalimantan  Utara menjadi provinsi yang mengalami kenaikan tertinggi 1514%.  Sedangkan Sumatera Utara jadi Provinsi yang mengalami penurunan paling  tinggi yakni 3%.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan industri mikro kecil (IMK) menunjukan kinerja yang cukup menjanjikan pada kuartal III-2019. Bahkan kinerja IMK masih lebih baik dibandingkan Industri manufaktur besar.
&amp;nbsp;Baca Juga: Sri Mulyani Ramal Ekonomi RI Tumbuh 5,05% di Kuartal III-2019
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pada kuartal III IMK mengalami pertumbuhan 6,19% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Sementara jika dibandingkan triwulan sebelumnya juga IMK mengalami pertumbuhan 0,29%.

&quot;Industri mikro dan kecil triwulan III naik 6,19% dibandingkan triwulan II. Ada beberapa industri mikro kecil yang bagus,&quot; ujarnya dalam acara konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (1/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Pertumbuhan Industri Manufaktur RI Melambat di Kuartal III-2019
Menurut pria yang kerap disap Kecuk, kenaikan tersebut terutama ditopang oleh naiknya produksi industri pengolahan tembakau yang mencapai 42,25%. Sementara industri yang mengalami penurunan teresar adalah industri peralatan listrik yang turun 17,23%.

&quot;Kemudian juga industri tembakau juga bagus,&quot; ucapnya.
&amp;nbsp;Sementara secara tahunan, IMK didorong oleh naiknya produksi industri  komputer, barang elektronika, dan optik sebesar 24,36%. Sedangkan,  industri peralatan listrik tercatat turun paling tajam sebesar 32,88%.

Utamanya adalah industri makanan, industri pakaian jadi tapi disini  industri komputer, elektronik mengalami penurunan. Begitupun juga  industri pengolahan listrik,&amp;rdquo; katanya.

Pertumbuhan produksi IMK TRIWULAN III-2019 dibandingkan tahun lalu  pada periode yang sama pada tingkat provinsi yang mengalami pertumbuhan  tertinggi adalah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang naik 30,32%.  Sementara provinsi DI Yogyakarta justru mengalami penurunan 0,0002%.

Sementara jika dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, Kalimantan  Utara menjadi provinsi yang mengalami kenaikan tertinggi 1514%.  Sedangkan Sumatera Utara jadi Provinsi yang mengalami penurunan paling  tinggi yakni 3%.
</content:encoded></item></channel></rss>
