<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>      Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi Akhir November</title><description>Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempercepat pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/320/2124792/tol-layang-jakarta-cikampek-beroperasi-akhir-november</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/320/2124792/tol-layang-jakarta-cikampek-beroperasi-akhir-november"/><item><title>      Tol Layang Jakarta-Cikampek Beroperasi Akhir November</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/320/2124792/tol-layang-jakarta-cikampek-beroperasi-akhir-november</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/01/320/2124792/tol-layang-jakarta-cikampek-beroperasi-akhir-november</guid><pubDate>Jum'at 01 November 2019 21:03 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/01/320/2124792/tol-layang-jakarta-cikampek-beroperasi-akhir-november-o1zFu9YUaL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tol Layang Jakarta-Cikampek (Foto: Dok PUPR)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/01/320/2124792/tol-layang-jakarta-cikampek-beroperasi-akhir-november-o1zFu9YUaL.jpg</image><title>Tol Layang Jakarta-Cikampek (Foto: Dok PUPR)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempercepat pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II sepanjang 36,4 Km.

Jalan Tol ini dibangun untuk memperlancar arus barang dan mendukung kegiatan masyarakat kawasan metropolitan yang saat ini sudah sangat padat.
&amp;nbsp;Baca Juga: Fakta-Fakta Tol Layang Jakarta-Cikampek, Terpanjang di Indonesia
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan selesainya tol ini sudah sangat ditunggu oleh masyarakat karena akan menunjang kelancaran mobilitas angkutan logistik dari Pelabuhan Tanjung Priok ke 3 kawasan industri di Cikarang, Karawang dan Cibitung maupun arus lalu lintas dari Jakarta ke arah Bandung dan ke arah Tol Trans Jawa.

&quot;Sesuai arahan Bapak Menteri PUPR, Tol Japek II agar segera dioperasikan akhir November atau awal Desember 2019 supaya bisa digunakan saat mudik Natal dan Tahun Baru mendatang,&quot; kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (1/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Japek Elevated Jadi Tol Layang Terpanjang di Indonesia
Adapun skema tarif tengah dibahas disesuaikan dengan tarif pada ruas tol eksisting atau dilakukan rebalancing. &quot;Masih kami bahas terus dengan Ditjen Bina Marga dan PT Jasa Marga,  mudah-mudahan dapat disepakati skemanya sebelum Natal,&quot; tambah Danang.

Adanya Tol Layang Japek II akan menambah kapasitas Tol Japek yang ada dibawahnya serta memisahkan antara arus lalu lintas jarak pendek dengan arus lalin jarak jauh. Kendaraan tujuan jarak pendek akan menggunakan Tol Japek, sementara kendaraan tujuan jarak jauh  terutama golongan I dan II menggunakan Tol Layang Japek II.
&amp;nbsp;Tol Layang Japek II berada tepat di sebagian ruas Tol  Jakarta-Cikampek eksisting, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang  Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500). Pengusahaannya dilakukan  oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek  (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT. Jasa Marga.

Proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek  II Elevated merupakan  bentuk kerja sama operasi (KSO) antara PT Waskita Karya (Persero) Tbk  bersama PT Acset Indonusa Tbk memiliki biaya konstruksi sebesar Rp11,69  triliun.

Selain itu memilki 9 Zona Konstruksi yakni, Zona I Cikunir &amp;ndash; Bekasi  Barat sepanjang 2,94 km, Zona II Bekasi Barat &amp;ndash; Bekasi Timur sepanjang  3,42 km, Zona III Bekasi Timur &amp;ndash; Tambun sepanjang 4,40 km, Zona IV  Tambun &amp;ndash; Cibitung sepanjang 3,30 km, Zona V Cibitung &amp;ndash; Cikarang Utama  sepanjang 4,66 km, Zona VI Cikarang Utama &amp;ndash; Cikarang Barat sepanjang  1,96 km, Zona VII Cikarang Barat &amp;ndash; Cibatu sepanjang 3,11 km, Zona VIII  Cibatu &amp;ndash; Cikarang Timur sepanjang 3,00 km, dan Zona IX Cikarang Timur &amp;ndash;  Karawang Barat sepanjang 9,58 km.
&amp;nbsp;
Selain itu, Kementerian PUPR bersama Komisi Keamanan Jembatan dan  Terowongan Jalan (KKJTJ) telah melakukan rangkaian uji beban pada Jalan  Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II.

Pengujian beban pertama dilakukan pada Rabu malam (2/10/2019) di ruas  KM 39 yang memiliki bentang jembatan sepanjang 75 meter dengan  menggunakan 16 truk berbobot masing-masing 40 ton terdiri dari uji  statis dan dinamis. Pengujian beban ke dua dilakukan pada Senin malam  (7/10/2019) pada Ruas KM 19.

Pengujian beban ke tiga dilakukan pada Selasa (15/10/2019) pada  Jembatan KM 10 dan pengujian beban terakhir pada Selasa malam  (29/10/2019) pada jembatan di area 2 (P194 &amp;ndash; P197) KM 22.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mempercepat pembangunan Jalan Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II sepanjang 36,4 Km.

Jalan Tol ini dibangun untuk memperlancar arus barang dan mendukung kegiatan masyarakat kawasan metropolitan yang saat ini sudah sangat padat.
&amp;nbsp;Baca Juga: Fakta-Fakta Tol Layang Jakarta-Cikampek, Terpanjang di Indonesia
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan selesainya tol ini sudah sangat ditunggu oleh masyarakat karena akan menunjang kelancaran mobilitas angkutan logistik dari Pelabuhan Tanjung Priok ke 3 kawasan industri di Cikarang, Karawang dan Cibitung maupun arus lalu lintas dari Jakarta ke arah Bandung dan ke arah Tol Trans Jawa.

&quot;Sesuai arahan Bapak Menteri PUPR, Tol Japek II agar segera dioperasikan akhir November atau awal Desember 2019 supaya bisa digunakan saat mudik Natal dan Tahun Baru mendatang,&quot; kata Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Jumat (1/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Japek Elevated Jadi Tol Layang Terpanjang di Indonesia
Adapun skema tarif tengah dibahas disesuaikan dengan tarif pada ruas tol eksisting atau dilakukan rebalancing. &quot;Masih kami bahas terus dengan Ditjen Bina Marga dan PT Jasa Marga,  mudah-mudahan dapat disepakati skemanya sebelum Natal,&quot; tambah Danang.

Adanya Tol Layang Japek II akan menambah kapasitas Tol Japek yang ada dibawahnya serta memisahkan antara arus lalu lintas jarak pendek dengan arus lalin jarak jauh. Kendaraan tujuan jarak pendek akan menggunakan Tol Japek, sementara kendaraan tujuan jarak jauh  terutama golongan I dan II menggunakan Tol Layang Japek II.
&amp;nbsp;Tol Layang Japek II berada tepat di sebagian ruas Tol  Jakarta-Cikampek eksisting, membentang dari ruas Cikunir hingga Karawang  Barat (Sta 9+500 sampai dengan Sta 47+500). Pengusahaannya dilakukan  oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalanlayang Cikampek  (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT. Jasa Marga.

Proyek pembangunan Jalan Tol Jakarta-Cikampek  II Elevated merupakan  bentuk kerja sama operasi (KSO) antara PT Waskita Karya (Persero) Tbk  bersama PT Acset Indonusa Tbk memiliki biaya konstruksi sebesar Rp11,69  triliun.

Selain itu memilki 9 Zona Konstruksi yakni, Zona I Cikunir &amp;ndash; Bekasi  Barat sepanjang 2,94 km, Zona II Bekasi Barat &amp;ndash; Bekasi Timur sepanjang  3,42 km, Zona III Bekasi Timur &amp;ndash; Tambun sepanjang 4,40 km, Zona IV  Tambun &amp;ndash; Cibitung sepanjang 3,30 km, Zona V Cibitung &amp;ndash; Cikarang Utama  sepanjang 4,66 km, Zona VI Cikarang Utama &amp;ndash; Cikarang Barat sepanjang  1,96 km, Zona VII Cikarang Barat &amp;ndash; Cibatu sepanjang 3,11 km, Zona VIII  Cibatu &amp;ndash; Cikarang Timur sepanjang 3,00 km, dan Zona IX Cikarang Timur &amp;ndash;  Karawang Barat sepanjang 9,58 km.
&amp;nbsp;
Selain itu, Kementerian PUPR bersama Komisi Keamanan Jembatan dan  Terowongan Jalan (KKJTJ) telah melakukan rangkaian uji beban pada Jalan  Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II.

Pengujian beban pertama dilakukan pada Rabu malam (2/10/2019) di ruas  KM 39 yang memiliki bentang jembatan sepanjang 75 meter dengan  menggunakan 16 truk berbobot masing-masing 40 ton terdiri dari uji  statis dan dinamis. Pengujian beban ke dua dilakukan pada Senin malam  (7/10/2019) pada Ruas KM 19.

Pengujian beban ke tiga dilakukan pada Selasa (15/10/2019) pada  Jembatan KM 10 dan pengujian beban terakhir pada Selasa malam  (29/10/2019) pada jembatan di area 2 (P194 &amp;ndash; P197) KM 22.</content:encoded></item></channel></rss>
