<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iuran BPJS Naik, Apa Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Ikut Naik?   </title><description>Kualitas pelayanan di rumah sakit yang optimal itu tergantung masalah pembiayaan dari BPJS Kesehatan</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/02/320/2124908/iuran-bpjs-naik-apa-kualitas-pelayanan-rumah-sakit-ikut-naik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/02/320/2124908/iuran-bpjs-naik-apa-kualitas-pelayanan-rumah-sakit-ikut-naik"/><item><title>Iuran BPJS Naik, Apa Kualitas Pelayanan Rumah Sakit Ikut Naik?   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/02/320/2124908/iuran-bpjs-naik-apa-kualitas-pelayanan-rumah-sakit-ikut-naik</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/02/320/2124908/iuran-bpjs-naik-apa-kualitas-pelayanan-rumah-sakit-ikut-naik</guid><pubDate>Sabtu 02 November 2019 12:07 WIB</pubDate><dc:creator>Maghfira Nursyabila</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/02/320/2124908/iuran-bpjs-naik-apa-kualitas-pelayanan-rumah-sakit-ikut-naik-zRhjWZWFiC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskusi Polemik MNC Trijaya soal Iuran BPJS Kesehatan. (Okezone.com/Fira)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/02/320/2124908/iuran-bpjs-naik-apa-kualitas-pelayanan-rumah-sakit-ikut-naik-zRhjWZWFiC.jpg</image><title>Diskusi Polemik MNC Trijaya soal Iuran BPJS Kesehatan. (Okezone.com/Fira)</title></images><description>JAKARTA - Kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang akan naik mulai 2020 akan memberikan banyak dampak. Namun, bagaimana dengan kualitas pelayanan rumah sakit (RS) yang akan diterima oleh peserta BPJS nantinya?
Anggota Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Dr Herman Saputra mengatakan, ketika membicarakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit yang optimal itu tergantung masalah pembiayaan dari BPJS Kesehatan.
Baca Juga: Iuran Naik, Perhimpunan Rumah Sakit Khawatir Peserta BPJS Migrasi Semuanya ke Kelas 3
&quot;Kalau kita bicara soal meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit yang optimal maka itu sangat tergantung pada sarana dan prasarana dan masalah pembiayaan,&quot; ujar Dr Herman Saputra dalam acara Polemik MNC Trijaya, di Ibis Tamarin, Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

Rumah Sakit sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, tetapi ketika peserta menunggak membayar tagihan premi, hal ini menjadi sangat krusial ketika perusahaan jaminan social ini telat membayar ke rumah sakit. Jadi dampak itu bukan hanya untuk rumah sakit, kualitas sarana dan prasarana yang ada juga terkena dampaknya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Diminta Cari Cara Selain Kenaikan Iuran
&quot;Pada saat 80% rumah sakit bekerjasama dengan BPJS dan kemudian malah ditunggakan dalam pembayaran BPJS dan ini yang saya rasa menjadi hal yang sangat krusial. Kualitas yang akan kita berikan terdampak,&quot; tambahnya.Selain itu,  Persi juga mengatakan bahwa kenaikan iuran ini hanya  mengatasi defisit bukan soal peningkatan pelayanan yang ada di Rumah  Sakit. Dan yang paling ironisnya, menurut Herman bukan hanya Rumah sakit  yang belum dibayar, melainkan para dokter yang ada di Rumah Sakit juga  belum di bayar oleh tunggakan BPJS Kesehatan.
&quot;Kenaikan iuran ini hanya mengatasi defisit, bukan kenaikan pelayanan  di rumah sakit. Bukan rs saja yang belum dibayar, tapi dokternya pun  belum dibayar, bukan masalah menuntut defisit saja tapi menaikan  kualitas pelayanan di Rumah Sakit,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang akan naik mulai 2020 akan memberikan banyak dampak. Namun, bagaimana dengan kualitas pelayanan rumah sakit (RS) yang akan diterima oleh peserta BPJS nantinya?
Anggota Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Dr Herman Saputra mengatakan, ketika membicarakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit yang optimal itu tergantung masalah pembiayaan dari BPJS Kesehatan.
Baca Juga: Iuran Naik, Perhimpunan Rumah Sakit Khawatir Peserta BPJS Migrasi Semuanya ke Kelas 3
&quot;Kalau kita bicara soal meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit yang optimal maka itu sangat tergantung pada sarana dan prasarana dan masalah pembiayaan,&quot; ujar Dr Herman Saputra dalam acara Polemik MNC Trijaya, di Ibis Tamarin, Jakarta, Sabtu (2/11/2019).

Rumah Sakit sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, tetapi ketika peserta menunggak membayar tagihan premi, hal ini menjadi sangat krusial ketika perusahaan jaminan social ini telat membayar ke rumah sakit. Jadi dampak itu bukan hanya untuk rumah sakit, kualitas sarana dan prasarana yang ada juga terkena dampaknya.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Diminta Cari Cara Selain Kenaikan Iuran
&quot;Pada saat 80% rumah sakit bekerjasama dengan BPJS dan kemudian malah ditunggakan dalam pembayaran BPJS dan ini yang saya rasa menjadi hal yang sangat krusial. Kualitas yang akan kita berikan terdampak,&quot; tambahnya.Selain itu,  Persi juga mengatakan bahwa kenaikan iuran ini hanya  mengatasi defisit bukan soal peningkatan pelayanan yang ada di Rumah  Sakit. Dan yang paling ironisnya, menurut Herman bukan hanya Rumah sakit  yang belum dibayar, melainkan para dokter yang ada di Rumah Sakit juga  belum di bayar oleh tunggakan BPJS Kesehatan.
&quot;Kenaikan iuran ini hanya mengatasi defisit, bukan kenaikan pelayanan  di rumah sakit. Bukan rs saja yang belum dibayar, tapi dokternya pun  belum dibayar, bukan masalah menuntut defisit saja tapi menaikan  kualitas pelayanan di Rumah Sakit,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
