<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pusing Mikirin Biaya Skripsi? Cobain Tips Ini</title><description>Mahasiswa yang sedang skripsian diharuskan untuk melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing masing-masing.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/03/320/2124285/pusing-mikirin-biaya-skripsi-cobain-tips-ini</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/03/320/2124285/pusing-mikirin-biaya-skripsi-cobain-tips-ini"/><item><title>Pusing Mikirin Biaya Skripsi? Cobain Tips Ini</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/03/320/2124285/pusing-mikirin-biaya-skripsi-cobain-tips-ini</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/03/320/2124285/pusing-mikirin-biaya-skripsi-cobain-tips-ini</guid><pubDate>Minggu 03 November 2019 06:34 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124285/pusing-mikirin-biaya-skripsi-cobain-tips-ini-Iq5XeuiDQI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Trik Hemat (Ilustrasi: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/10/31/320/2124285/pusing-mikirin-biaya-skripsi-cobain-tips-ini-Iq5XeuiDQI.jpg</image><title>Trik Hemat (Ilustrasi: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Baik mahasiswa baru maupun tua pasti memiliki masalah dalam keuangan. Jika mahasiswa baru sering kehabisan uang karena membeli buku untuk keperluan mata kuliah, mahasiswa lama justru sering kehabisan uang karena menjelang skripsi.
Bagaimana tidak, biasanya, mahasiswa yang sedang skripsian diharuskan untuk melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing masing-masing. Pada saat itu, mereka akan membawa print-an dari hasil apa yang sudah mereka kerjakan sejauh ini.
Baca Juga: Ingin Hidup Hemat? Ini 6 Hal yang Harus Kamu Lakukan!
Sayangnya, para dosen pembimbing sering kali kurang puas dengan hasil kerja dari sang mahasiswa. Dengan demikian, revisian pun menghantui mereka dan mahasiswa diharuskan untuk mengeprint ulang hasil dari apa yang sudah diperbaiki. Setelah itu, mereka akan mengajukan kembali hasilnya kepada para dosen pembimbing.
Nah, dari situ, uang mahasiswa sering terkuras. Pasalnya, di zaman sekarang di mana para milenial yang mendominasi, mereka sangat senang nongkrong dan jajan. Maka dari itu para mahasiswa sering keteteran dalam hal finansial ketika akan mengerjakan skripsi.

Untuk itu, Perencana Keuangan Agustina Fitria memberikan solusi yang lebih baik bagi para mahasiswa pejuang skripsi. Menurutnya, tidak hanya dalam bentuk hardcopy, mereka juga bisa mempresentasikan hasil kerja mereka melalui softcopy.&quot;Untuk menyiapkan skripsi, lebih baik semua dokumen dalam bentuk  softcopy. Jika memungkinkan, pembahasan dengan dosen pembimbing  disampaikan dalam bentuk presentasi, atau dikirimkan dalam bentuk  softcopy. Kalaupun memberikan hardcopy hanya 1 kali draft dan 1 kali  final saja,&quot; jelas Agustina saat dihubungi Okezone, Kamis (31/10/2019).
Namun, mengingat mayoritas dosen menginginkan hardcopy, maka Agustina  menyarankan kepada mahasiswa untuk menyiapkan anggaran sejak dini.  Nantinya, anggaran tersebut akan digunakan untuk mengeprint.

&quot;Disiapkan saja anggarannya untuk print ya,&quot; sarannya.
Dengan demikian, mahasiswa harus bisa menghemat. Atau, bisa pula dengan mencari penghasilan tambahan, seperti bekerja.
&quot;Pilihannya ada 2, mengurangi jajan atau menambah penghasilan,  misalnya dengan keahlian dan hobinya,&quot; pungkas Perencana Keuangan ini.</description><content:encoded>JAKARTA - Baik mahasiswa baru maupun tua pasti memiliki masalah dalam keuangan. Jika mahasiswa baru sering kehabisan uang karena membeli buku untuk keperluan mata kuliah, mahasiswa lama justru sering kehabisan uang karena menjelang skripsi.
Bagaimana tidak, biasanya, mahasiswa yang sedang skripsian diharuskan untuk melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing masing-masing. Pada saat itu, mereka akan membawa print-an dari hasil apa yang sudah mereka kerjakan sejauh ini.
Baca Juga: Ingin Hidup Hemat? Ini 6 Hal yang Harus Kamu Lakukan!
Sayangnya, para dosen pembimbing sering kali kurang puas dengan hasil kerja dari sang mahasiswa. Dengan demikian, revisian pun menghantui mereka dan mahasiswa diharuskan untuk mengeprint ulang hasil dari apa yang sudah diperbaiki. Setelah itu, mereka akan mengajukan kembali hasilnya kepada para dosen pembimbing.
Nah, dari situ, uang mahasiswa sering terkuras. Pasalnya, di zaman sekarang di mana para milenial yang mendominasi, mereka sangat senang nongkrong dan jajan. Maka dari itu para mahasiswa sering keteteran dalam hal finansial ketika akan mengerjakan skripsi.

Untuk itu, Perencana Keuangan Agustina Fitria memberikan solusi yang lebih baik bagi para mahasiswa pejuang skripsi. Menurutnya, tidak hanya dalam bentuk hardcopy, mereka juga bisa mempresentasikan hasil kerja mereka melalui softcopy.&quot;Untuk menyiapkan skripsi, lebih baik semua dokumen dalam bentuk  softcopy. Jika memungkinkan, pembahasan dengan dosen pembimbing  disampaikan dalam bentuk presentasi, atau dikirimkan dalam bentuk  softcopy. Kalaupun memberikan hardcopy hanya 1 kali draft dan 1 kali  final saja,&quot; jelas Agustina saat dihubungi Okezone, Kamis (31/10/2019).
Namun, mengingat mayoritas dosen menginginkan hardcopy, maka Agustina  menyarankan kepada mahasiswa untuk menyiapkan anggaran sejak dini.  Nantinya, anggaran tersebut akan digunakan untuk mengeprint.

&quot;Disiapkan saja anggarannya untuk print ya,&quot; sarannya.
Dengan demikian, mahasiswa harus bisa menghemat. Atau, bisa pula dengan mencari penghasilan tambahan, seperti bekerja.
&quot;Pilihannya ada 2, mengurangi jajan atau menambah penghasilan,  misalnya dengan keahlian dan hobinya,&quot; pungkas Perencana Keuangan ini.</content:encoded></item></channel></rss>
