<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anggarannya Paling Besar, Penyerapan Kementerian PUPR Paling Rendah</title><description>Kemenkeu mencatatkan penyerapan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru mencapai 48,5%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/04/20/2125619/anggarannya-paling-besar-penyerapan-kementerian-pupr-paling-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/04/20/2125619/anggarannya-paling-besar-penyerapan-kementerian-pupr-paling-rendah"/><item><title>Anggarannya Paling Besar, Penyerapan Kementerian PUPR Paling Rendah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/04/20/2125619/anggarannya-paling-besar-penyerapan-kementerian-pupr-paling-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/04/20/2125619/anggarannya-paling-besar-penyerapan-kementerian-pupr-paling-rendah</guid><pubDate>Senin 04 November 2019 17:58 WIB</pubDate><dc:creator>Yohana Artha Uly</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/04/20/2125619/anggarannya-paling-besar-penyerapan-kementerian-pupr-paling-rendah-oXnGi6LhPJ.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/04/20/2125619/anggarannya-paling-besar-penyerapan-kementerian-pupr-paling-rendah-oXnGi6LhPJ.jpeg</image><title>Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Okezone.com/Yohana)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan penyerapan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru mencapai 48,5% hingga akhir September 2019. Padahal kementerian yang dipimpin Basuki Hadimuljono tersebut mendapatkan alokasi anggaran terbesar yakni Rp110,7 triliun dalam APBN 2019.
&quot;Dari sisi jumlah penyerapan hingga akhir September, PUPR yang memiliki anggaran terbesar masih belum menyelesaikan 50% dari anggarannya,&quot; ujar Sri Mulyani saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/11/2019).
Baca Juga: Anggaran Subsidi Sudah Tersedot Rp103,4 Triliun
Realisasi penyerapan itu lebih rendah dari periode yang sama di dua tahun sebelumnya yang mampu menyerap lebih dari 50% alokasi dalam APBN. Menurut Sri Mulyani, minimnya serapan Kementerian PUPR di tahun ini karena adanya proyek pembangunan yang memang berlanjut ke tahun-tahun selanjutnya.
&quot;Karena ada pembangunan yang multiyears, sehingga pembangunan infrastruktur tersebut enggak harus selesai tahun ini,&quot; ungkap dia.

Sementara itu, 9 kementerian/lembaga (K/L) lainnya yang memiliki anggaran besar, tingkat serapannya hingga akhir September 2019 jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Paling tinggi ada pada Kementerian Sosial yang serapannya mencapai 83,3% dari anggaran yang didapatkan sebesar Rp58,9 triliun dalam APBN 2019.
Lalu Kepolisian RI serapannya mencapai 76,8% dari alokasi anggaran yang didapatkan sebesar Rp86,2 triliun di 2019. Adapun Kementerian Kesehatan penyerapannya mencapai 75,5% dari alokasi anggaran sebesar Rp58,7 triliun.Penyerapan di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi  (Ristekdikti) mencapai 68,6% hingga akhir September 2019 dari alokasi  anggaran sebesar Rp41,3 triliun. Lalu Kementerian Agama serapannya 68%  dari alokasi anggaran sebesar Rp62,1 triliun.
Selanjutnya serapan di Kementerian Pertahanan sebesar 66,4% dari  alokasi anggaran sebesar Rp108,4 triliun di tahun 2019. Untuk  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serapannya 61,4% dari alokasi  anggaran sebesar Rp36 triliun.

Serta serapan di Kementerian Keuangan mencapai 60,8% dari alokasi  anggaran sebesar Rp31,6 triliun. Kemudian Kementerian Perhubungan  serapannya sebesar 50,4% dari alokasi anggaran sebesar Rp41,6 triliun di  tahun 2019.
&quot;Dibanding tahun lalu, dari 10 kementerian/lemabaga dengan anggaran  terbesar, tahun ini serapannya lebih tinggi, kecuali PUPR,&quot; kata Sri  Mulyani.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatatkan penyerapan anggaran dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) baru mencapai 48,5% hingga akhir September 2019. Padahal kementerian yang dipimpin Basuki Hadimuljono tersebut mendapatkan alokasi anggaran terbesar yakni Rp110,7 triliun dalam APBN 2019.
&quot;Dari sisi jumlah penyerapan hingga akhir September, PUPR yang memiliki anggaran terbesar masih belum menyelesaikan 50% dari anggarannya,&quot; ujar Sri Mulyani saat melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Gedung DPR, Jakarta, Senin (4/11/2019).
Baca Juga: Anggaran Subsidi Sudah Tersedot Rp103,4 Triliun
Realisasi penyerapan itu lebih rendah dari periode yang sama di dua tahun sebelumnya yang mampu menyerap lebih dari 50% alokasi dalam APBN. Menurut Sri Mulyani, minimnya serapan Kementerian PUPR di tahun ini karena adanya proyek pembangunan yang memang berlanjut ke tahun-tahun selanjutnya.
&quot;Karena ada pembangunan yang multiyears, sehingga pembangunan infrastruktur tersebut enggak harus selesai tahun ini,&quot; ungkap dia.

Sementara itu, 9 kementerian/lembaga (K/L) lainnya yang memiliki anggaran besar, tingkat serapannya hingga akhir September 2019 jauh lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya. Paling tinggi ada pada Kementerian Sosial yang serapannya mencapai 83,3% dari anggaran yang didapatkan sebesar Rp58,9 triliun dalam APBN 2019.
Lalu Kepolisian RI serapannya mencapai 76,8% dari alokasi anggaran yang didapatkan sebesar Rp86,2 triliun di 2019. Adapun Kementerian Kesehatan penyerapannya mencapai 75,5% dari alokasi anggaran sebesar Rp58,7 triliun.Penyerapan di Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi  (Ristekdikti) mencapai 68,6% hingga akhir September 2019 dari alokasi  anggaran sebesar Rp41,3 triliun. Lalu Kementerian Agama serapannya 68%  dari alokasi anggaran sebesar Rp62,1 triliun.
Selanjutnya serapan di Kementerian Pertahanan sebesar 66,4% dari  alokasi anggaran sebesar Rp108,4 triliun di tahun 2019. Untuk  Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serapannya 61,4% dari alokasi  anggaran sebesar Rp36 triliun.

Serta serapan di Kementerian Keuangan mencapai 60,8% dari alokasi  anggaran sebesar Rp31,6 triliun. Kemudian Kementerian Perhubungan  serapannya sebesar 50,4% dari alokasi anggaran sebesar Rp41,6 triliun di  tahun 2019.
&quot;Dibanding tahun lalu, dari 10 kementerian/lemabaga dengan anggaran  terbesar, tahun ini serapannya lebih tinggi, kecuali PUPR,&quot; kata Sri  Mulyani.</content:encoded></item></channel></rss>
