<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Ingin Naik Kelas, Bos Tokopedia: UMKM Jangan Dikasihani</title><description>Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan menginginkan agar para pelaku UMKM bisa naik kelas.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/04/320/2125465/ingin-naik-kelas-bos-tokopedia-umkm-jangan-dikasihani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/04/320/2125465/ingin-naik-kelas-bos-tokopedia-umkm-jangan-dikasihani"/><item><title>   Ingin Naik Kelas, Bos Tokopedia: UMKM Jangan Dikasihani</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/04/320/2125465/ingin-naik-kelas-bos-tokopedia-umkm-jangan-dikasihani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/04/320/2125465/ingin-naik-kelas-bos-tokopedia-umkm-jangan-dikasihani</guid><pubDate>Senin 04 November 2019 13:34 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/04/320/2125465/ingin-naik-kelas-bos-tokopedia-umkm-jangan-dikasihani-ecvOpnwZht.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bos Tokopedia soal UMKM (Foto: Okezone.com/Giri)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/04/320/2125465/ingin-naik-kelas-bos-tokopedia-umkm-jangan-dikasihani-ecvOpnwZht.jpg</image><title>Bos Tokopedia soal UMKM (Foto: Okezone.com/Giri)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan menginginkan agar para pelaku UMKM bisa naik kelas. Apalagi UMKM mampu memberikan dampak secara langsung terhadap kehidupan masyarakat di sektor bawah.
&amp;nbsp;Baca Juga: Obrolan Teten Masduki dengan CEO Gojek: Digitalisasi UMKM
CEO Tokopedia William Tanuwijaya pun memberikan masukan kepada pemerintah agar para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bisa naik kelas. Salah satunya adalah jangan memanjakan para pelaku UMKM.

Bagaimana tidak, para pelaku UMKM ini diberikan fasilitas yang melimpah oleh pemerintah. Misalnya adalah memangkas pajak UMKM dari sebelumnya 1% menjadi 0,5% saja.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Koperasi dan UKM Panggil Gojek, Ada Apa?
&quot;Kalau UMKM masalahnya kompleks sekali. Satu UMKM itu kalau bisa jangan dikasihani. Kalau kita lihat program-program selama ini UMKM itu perlu bantuan dan perlu dikasihani,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM), Jakarta, Senin (4/11/2019).
&amp;nbsp;Menurut William, para pelaku UMKM ini sebenarnya sudah berjiwa  petarung. Tanpa ada kebijakan pemangkasan pajak sekalipun, para para  pelaku UMKM ini diyakini akan bisa survive.

&quot;Padahal UMKM yang sebenarnya entrepreneurship tinggi sekali. Mereka  itu fighter dan bagaimana mereka bisa buat ini itu jadi keren,&quot; katanya.

Justru yang harus diberikan pemerintah adalah bagaimana mempermudah  izin. Perizinan yang dimaksud adalah dari mulai izin produk hingga izin  pemasaran diharapkan bisa menjadi satu agar tidak mempersulit para  pelaku UMKM.
&amp;nbsp;
Menurutnya, perizinan ini sangat penting dibandingkan kebijakan yang  memanjakan UMKM lainya. Karena jika izin dipermudah, maka para pelaku  UMKM ini bisa dengan cepat menyalurkan produknya atau bahkan bisa untuk  diekspor.

&quot;Dan tadi itu kita bahas dari hulu ke hilir masalahnya tuh apa saja  misalnya perizinan membuat produksi produksi sendiri tapi ketika mereka  mau buat produk tersebut menjadi skala nasional tentunya mereka harus  punya izin,&quot; kata William.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan menginginkan agar para pelaku UMKM bisa naik kelas. Apalagi UMKM mampu memberikan dampak secara langsung terhadap kehidupan masyarakat di sektor bawah.
&amp;nbsp;Baca Juga: Obrolan Teten Masduki dengan CEO Gojek: Digitalisasi UMKM
CEO Tokopedia William Tanuwijaya pun memberikan masukan kepada pemerintah agar para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bisa naik kelas. Salah satunya adalah jangan memanjakan para pelaku UMKM.

Bagaimana tidak, para pelaku UMKM ini diberikan fasilitas yang melimpah oleh pemerintah. Misalnya adalah memangkas pajak UMKM dari sebelumnya 1% menjadi 0,5% saja.
&amp;nbsp;Baca Juga: Menteri Koperasi dan UKM Panggil Gojek, Ada Apa?
&quot;Kalau UMKM masalahnya kompleks sekali. Satu UMKM itu kalau bisa jangan dikasihani. Kalau kita lihat program-program selama ini UMKM itu perlu bantuan dan perlu dikasihani,&quot; ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop dan UKM), Jakarta, Senin (4/11/2019).
&amp;nbsp;Menurut William, para pelaku UMKM ini sebenarnya sudah berjiwa  petarung. Tanpa ada kebijakan pemangkasan pajak sekalipun, para para  pelaku UMKM ini diyakini akan bisa survive.

&quot;Padahal UMKM yang sebenarnya entrepreneurship tinggi sekali. Mereka  itu fighter dan bagaimana mereka bisa buat ini itu jadi keren,&quot; katanya.

Justru yang harus diberikan pemerintah adalah bagaimana mempermudah  izin. Perizinan yang dimaksud adalah dari mulai izin produk hingga izin  pemasaran diharapkan bisa menjadi satu agar tidak mempersulit para  pelaku UMKM.
&amp;nbsp;
Menurutnya, perizinan ini sangat penting dibandingkan kebijakan yang  memanjakan UMKM lainya. Karena jika izin dipermudah, maka para pelaku  UMKM ini bisa dengan cepat menyalurkan produknya atau bahkan bisa untuk  diekspor.

&quot;Dan tadi itu kita bahas dari hulu ke hilir masalahnya tuh apa saja  misalnya perizinan membuat produksi produksi sendiri tapi ketika mereka  mau buat produk tersebut menjadi skala nasional tentunya mereka harus  punya izin,&quot; kata William.</content:encoded></item></channel></rss>
