<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jembatan Singapura-Malaysia, PM Mahathir Tuding Singapura Tolak Proyek Baru</title><description>Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad secara resmi mengumumkan kemajuan proyek sistem lintas batas bersama Singapura.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/04/470/2125478/jembatan-singapura-malaysia-pm-mahathir-tuding-singapura-tolak-proyek-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/04/470/2125478/jembatan-singapura-malaysia-pm-mahathir-tuding-singapura-tolak-proyek-baru"/><item><title>Jembatan Singapura-Malaysia, PM Mahathir Tuding Singapura Tolak Proyek Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/04/470/2125478/jembatan-singapura-malaysia-pm-mahathir-tuding-singapura-tolak-proyek-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/04/470/2125478/jembatan-singapura-malaysia-pm-mahathir-tuding-singapura-tolak-proyek-baru</guid><pubDate>Senin 04 November 2019 13:56 WIB</pubDate><dc:creator>Fabbiola Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/04/470/2125478/jembatan-singapura-malaysia-pm-mahathir-tuding-singapura-tolak-proyek-baru-ABRfifSMZO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">PM Mahathir dengan PM Singapura (Foto: CNBC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/04/470/2125478/jembatan-singapura-malaysia-pm-mahathir-tuding-singapura-tolak-proyek-baru-ABRfifSMZO.jpg</image><title>PM Mahathir dengan PM Singapura (Foto: CNBC)</title></images><description>JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad secara resmi mengumumkan kemajuan proyek sistem lintas batas bersama Singapura atau yang disebut RTS Link.

Tapi Mahathir menilai proyek jembatan penghubung Malaysia-Singapura senilai 3,16 miliar ringgit (USD1 miliar) ini, bukan sebagai solusi mengatasi masalah kemacetan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Singapura-Malaysia Akan Tersambung dengan Jembatan Baru
Justru, Mahathir percaya dengan adanya jembatan baru akan membuat masyarakat Malaysia yang berpergian ke Singapura dengan sepeda motor akan lebih mudah. Sebab penggunaan sepeda tidak diperbolehkan di RTS.

&quot;RTS hanya akan menyelesaikan sebagian masalah kemacetan karena banyak pengguna sepeda motor berasal dari Johor, khususnya penggendara sepeda motor, tidak bisa membawa sepeda motor miliknya ke RTS dan mereka akan merasa sulit untuk berpergian ke tempat kerja,&quot; kutip The Star dari PM Malaysia seperti dilansir Business Insider, Jakarta, Senin (4/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Malaysia-Singapura Sepakat Tunda Proyek Kereta Cepat Selama 2 Tahun
&quot;Kami ingin membangun jembatan tapi Singapura tidak menyetujuinya,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;Kantor Berita Malaysia Bernama memberitakan, PM Malaysia  mengungkapkan 'kebingungannya' atas penolakan Singapura mengenai gagasan  jembatan yang katanya akan menyelesaikan masalah kemacetan lalu lintas  terutama selama akhir pekan dan musim liburan seperti Hari Raya.

Perdana Menteri berusia 94 tahun itu juga mengatakan, &quot;Pada tahun  3.000, saya sudah tiada. Pada saat itu, akan ada 100 juta orang di Johor  yang ingin berpergian ke Singapura tapi masih tidak ada jembatan baru.  Jadi saya tidak tahu bagaimana berakomodasi ke Singapura tanpa Singapura  mengakomodasi kita.&quot;

&quot;Kami mungkin meningkatkan efisiensi tapi selama tidak ada jembatan,  kami tidak akan bisa menyelesaikan masalah di Tol Johor,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Dalam laporannya, Bernama menyatakan sekitar 70.000 sepeda motor  melewati Kompleks Kepabeanan, Imigrasi dan Karantina Bangunan Sultan  Iskandar yang terhubung dengan Woodlands Singapura lewat jalan tol  setiap hari.

&quot;Anda lihat, kami bersedia untuk mengorbankan uang untuk mendukung  Singapura sehingga mereka bisa membeli air murah untuk diri mereka. Tapi  ketika kami mau membangun jembatan untuk memecahkan masalah lalu  lintas, mereka menolak. Saya tidak tahu kenapa,&quot; ungkap PM Malaysia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad secara resmi mengumumkan kemajuan proyek sistem lintas batas bersama Singapura atau yang disebut RTS Link.

Tapi Mahathir menilai proyek jembatan penghubung Malaysia-Singapura senilai 3,16 miliar ringgit (USD1 miliar) ini, bukan sebagai solusi mengatasi masalah kemacetan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Singapura-Malaysia Akan Tersambung dengan Jembatan Baru
Justru, Mahathir percaya dengan adanya jembatan baru akan membuat masyarakat Malaysia yang berpergian ke Singapura dengan sepeda motor akan lebih mudah. Sebab penggunaan sepeda tidak diperbolehkan di RTS.

&quot;RTS hanya akan menyelesaikan sebagian masalah kemacetan karena banyak pengguna sepeda motor berasal dari Johor, khususnya penggendara sepeda motor, tidak bisa membawa sepeda motor miliknya ke RTS dan mereka akan merasa sulit untuk berpergian ke tempat kerja,&quot; kutip The Star dari PM Malaysia seperti dilansir Business Insider, Jakarta, Senin (4/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Malaysia-Singapura Sepakat Tunda Proyek Kereta Cepat Selama 2 Tahun
&quot;Kami ingin membangun jembatan tapi Singapura tidak menyetujuinya,&quot; tambahnya.
&amp;nbsp;Kantor Berita Malaysia Bernama memberitakan, PM Malaysia  mengungkapkan 'kebingungannya' atas penolakan Singapura mengenai gagasan  jembatan yang katanya akan menyelesaikan masalah kemacetan lalu lintas  terutama selama akhir pekan dan musim liburan seperti Hari Raya.

Perdana Menteri berusia 94 tahun itu juga mengatakan, &quot;Pada tahun  3.000, saya sudah tiada. Pada saat itu, akan ada 100 juta orang di Johor  yang ingin berpergian ke Singapura tapi masih tidak ada jembatan baru.  Jadi saya tidak tahu bagaimana berakomodasi ke Singapura tanpa Singapura  mengakomodasi kita.&quot;

&quot;Kami mungkin meningkatkan efisiensi tapi selama tidak ada jembatan,  kami tidak akan bisa menyelesaikan masalah di Tol Johor,&quot; katanya.
&amp;nbsp;
Dalam laporannya, Bernama menyatakan sekitar 70.000 sepeda motor  melewati Kompleks Kepabeanan, Imigrasi dan Karantina Bangunan Sultan  Iskandar yang terhubung dengan Woodlands Singapura lewat jalan tol  setiap hari.

&quot;Anda lihat, kami bersedia untuk mengorbankan uang untuk mendukung  Singapura sehingga mereka bisa membeli air murah untuk diri mereka. Tapi  ketika kami mau membangun jembatan untuk memecahkan masalah lalu  lintas, mereka menolak. Saya tidak tahu kenapa,&quot; ungkap PM Malaysia.
</content:encoded></item></channel></rss>
