<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Bahas Ketahanan Pangan RI, Pengusaha: Bibit Masih Mahal</title><description>Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/05/320/2125889/bahas-ketahanan-pangan-ri-pengusaha-bibit-masih-mahal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/05/320/2125889/bahas-ketahanan-pangan-ri-pengusaha-bibit-masih-mahal"/><item><title>   Bahas Ketahanan Pangan RI, Pengusaha: Bibit Masih Mahal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/05/320/2125889/bahas-ketahanan-pangan-ri-pengusaha-bibit-masih-mahal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/05/320/2125889/bahas-ketahanan-pangan-ri-pengusaha-bibit-masih-mahal</guid><pubDate>Selasa 05 November 2019 11:37 WIB</pubDate><dc:creator>Taufik Fajar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/05/320/2125889/bahas-ketahanan-pangan-ri-pengusaha-bibit-masih-mahal-fZ43V55uVE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pengusaha soal Kedaulatan Pangan (Foto: Okezone.com/Taufik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/05/320/2125889/bahas-ketahanan-pangan-ri-pengusaha-bibit-masih-mahal-fZ43V55uVE.jpg</image><title>Pengusaha soal Kedaulatan Pangan (Foto: Okezone.com/Taufik)</title></images><description> 
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Rapat tersebut, fokus pada ketahanan pangan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ketahanan Pangan Harus Berlandasan Kedaulatan dan Kemandirian
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengatakan bahwa ketahanan pangan harus terus diupayakan di Indonesia. Pasalnya negara ini memiliki penduduk yang sangat banyak.

&quot;Jadi, ketahanan pangan mutlak kita perlukan apalagi pertumbuhan masyarakat yang hampir 270 juta. Dan perlu pemikiran dari kita semua,&quot; ujar dia, Selasa (5/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada 88 Daerah Rentan Rawan Pangan, Ini Ciri-cirinya!
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky O. Widjaja mengatakan bahwa tahun 2045, jumlah populasi dunia diperkirakan akan menembus 9 miliar jiwa. Sementara itu, populasi penduduk Indonesia akan mencapai 350 juta jiwa.

&quot;Artinya, kita harus bisa meningkatkan produksi pangan secara signifikan untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;Menurut dia, peningkatan produksi pangan tersebut memerlukan bibit  tanaman pangan yang unggul dan berproduksi tinggi. Namun, kondisi  perbibitan dan perbenihan komoditas pangan saat ini masih belum  terkoordinasikan secara baik. Sehari-harinya, bibit dan benih yang  beredar sangat beragam, banyak yang belum terstandarisasi dan  kadang-kadang hilang dari pasaran.

&quot;Bibit dan benih bersertifikat yang masih sangat terbatas berakibat  pada harga yang cukup mahal, dan banyaknya impor bibit untuk memenuhi  kekurangan pasokan. Padahal, banyak bibit impor yang tidak sesuai dengan  kebutuhan para petani,&quot; pungkas dia.

Pada acara tersebut hadir Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan  Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro  serta Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Bidang  Perekonomian Musdhalifah Machmud, Kepala Kadin Indonesia, Rosan  Roeslani, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan  Franky O. Widjaja dan beberapa pihak lainnya.
</description><content:encoded> 
JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas). Rapat tersebut, fokus pada ketahanan pangan.
&amp;nbsp;Baca Juga: Ketahanan Pangan Harus Berlandasan Kedaulatan dan Kemandirian
Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengatakan bahwa ketahanan pangan harus terus diupayakan di Indonesia. Pasalnya negara ini memiliki penduduk yang sangat banyak.

&quot;Jadi, ketahanan pangan mutlak kita perlukan apalagi pertumbuhan masyarakat yang hampir 270 juta. Dan perlu pemikiran dari kita semua,&quot; ujar dia, Selasa (5/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Ada 88 Daerah Rentan Rawan Pangan, Ini Ciri-cirinya!
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan Franky O. Widjaja mengatakan bahwa tahun 2045, jumlah populasi dunia diperkirakan akan menembus 9 miliar jiwa. Sementara itu, populasi penduduk Indonesia akan mencapai 350 juta jiwa.

&quot;Artinya, kita harus bisa meningkatkan produksi pangan secara signifikan untuk bisa memenuhi kebutuhan pangan nasional,&quot; kata dia.
&amp;nbsp;Menurut dia, peningkatan produksi pangan tersebut memerlukan bibit  tanaman pangan yang unggul dan berproduksi tinggi. Namun, kondisi  perbibitan dan perbenihan komoditas pangan saat ini masih belum  terkoordinasikan secara baik. Sehari-harinya, bibit dan benih yang  beredar sangat beragam, banyak yang belum terstandarisasi dan  kadang-kadang hilang dari pasaran.

&quot;Bibit dan benih bersertifikat yang masih sangat terbatas berakibat  pada harga yang cukup mahal, dan banyaknya impor bibit untuk memenuhi  kekurangan pasokan. Padahal, banyak bibit impor yang tidak sesuai dengan  kebutuhan para petani,&quot; pungkas dia.

Pada acara tersebut hadir Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan  Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro  serta Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian Kemenko Bidang  Perekonomian Musdhalifah Machmud, Kepala Kadin Indonesia, Rosan  Roeslani, Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Agribisnis, Pangan dan Kehutanan  Franky O. Widjaja dan beberapa pihak lainnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
