<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Jumlah PNS Terbatas, Media Sosial Jadi Andalan</title><description>Peranan media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram saat ini sangat penting dalam membantu kinerja pegawai (PNS).</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/05/320/2125918/jumlah-pns-terbatas-media-sosial-jadi-andalan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/05/320/2125918/jumlah-pns-terbatas-media-sosial-jadi-andalan"/><item><title>   Jumlah PNS Terbatas, Media Sosial Jadi Andalan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/05/320/2125918/jumlah-pns-terbatas-media-sosial-jadi-andalan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/05/320/2125918/jumlah-pns-terbatas-media-sosial-jadi-andalan</guid><pubDate>Selasa 05 November 2019 12:53 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/05/320/2125918/jumlah-pns-terbatas-media-sosial-jadi-andalan-KoytSmRnYX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jumlah PNS Terbatas (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/05/320/2125918/jumlah-pns-terbatas-media-sosial-jadi-andalan-KoytSmRnYX.jpg</image><title>Jumlah PNS Terbatas (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Peranan media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram saat ini sangat penting dalam membantu kinerja pegawai (PNS) pemerintahan, salah satunya Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkum HAM.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kekurangan 5.000 PNS, Pemda DIY Cuma Buka 718 Formasi CPNS 2019
Analis Pengaduan Masyarakat Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Fijar Sulistyo mengungkapkan pada tahun 2014 di mana Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru pertama kali menjabat, Jokowi mengatakan kepada para lembaga pemerintahan untuk menggencarkan penggunaan media sosial. Pasalnya, media sosial menurutnya bisa membantu pelayanan publik.

&quot;Waktu itu 2014 Jokowi menggencarkan penggunaan medsos ke lembaga pemerintahan untuk mempublikasi, membantu layanan publik. Kemudian kami gunakan. Sebagai contoh ketika harus berurusan dengan imigrasi, kalian harus antre sejak jam 3 pagi untuk mengurus, nah sekarang bisa dilayani dengan WhatsApp,&quot; ujar Fijar di Kantor Facebook Indonesia Central Place, Selasa (5/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Kemenkumham Buka Lowongan 2.875 Formasi Penjaga Tahanan untuk Lulusan SLTA
Selain itu, dia juga menjelaskan apa saja kemudahan yang dia dapatkan dari penggunaan media sosial. Salah satunya adalah pelayanan informasi.

&quot;Buat pelayanan informasi juga. Kalau orang-orang pasti datang ke Kantor Imigrasi cuma buat nanya yang menurut kami rumit. Akhirnya itu kita pangkas dan kami balas lewat DM atau kolom komentar. Itulah bentuk informasi yang kami bagikan,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Bahkan, Fijar juga mengaku kalau jika dia ingin memperkenalkan produk  terbaru dari Ditjen Imigrasi, maka dia akan menyampaikannya melalui  Instagram. Lebih-lebih, seluruh pegawai Ditjen Imigrasi ditekan oleh  pimpinan untuk menyebarluaskannya.

&quot;Produk-produk imigrasi kami publish, maka itu kami mulai belajar  Instagram. Posting pertama kami yang ngelike cuman 3 loh. Akhirnya ada  kebijakan dari pimpinan meminta orang kantor, keluarganya, untuk  sebarluaskan,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/06/17/57698/294103_medium.jpg&quot; alt=&quot;Melihat Lebih Dekat Aktivitas PNS Pemprov DKI Jakarta&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Keuntungan pun juga dirasakan oleh lembaga pemerintahan ini. Sebab, media sosial bisa membantu untuk mengecilkan anggaran.

&quot;Kalau keuntungan, sangat menghemat biaya. Kami sudah arahkan  campaign melalui medsos. Dan anggaran kami jauh lebih kecil dari  tahun-tahun lalu. Sangat efektif juga untuk sampaikan info. Kami juga  terbantu dengan hemat tenaga dan pikiran dari PNS kami yang dikit ini,&quot;  tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Peranan media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan Instagram saat ini sangat penting dalam membantu kinerja pegawai (PNS) pemerintahan, salah satunya Direktorat Jenderal Imigrasi Kemenkum HAM.
&amp;nbsp;Baca Juga: Kekurangan 5.000 PNS, Pemda DIY Cuma Buka 718 Formasi CPNS 2019
Analis Pengaduan Masyarakat Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Fijar Sulistyo mengungkapkan pada tahun 2014 di mana Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru pertama kali menjabat, Jokowi mengatakan kepada para lembaga pemerintahan untuk menggencarkan penggunaan media sosial. Pasalnya, media sosial menurutnya bisa membantu pelayanan publik.

&quot;Waktu itu 2014 Jokowi menggencarkan penggunaan medsos ke lembaga pemerintahan untuk mempublikasi, membantu layanan publik. Kemudian kami gunakan. Sebagai contoh ketika harus berurusan dengan imigrasi, kalian harus antre sejak jam 3 pagi untuk mengurus, nah sekarang bisa dilayani dengan WhatsApp,&quot; ujar Fijar di Kantor Facebook Indonesia Central Place, Selasa (5/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Kemenkumham Buka Lowongan 2.875 Formasi Penjaga Tahanan untuk Lulusan SLTA
Selain itu, dia juga menjelaskan apa saja kemudahan yang dia dapatkan dari penggunaan media sosial. Salah satunya adalah pelayanan informasi.

&quot;Buat pelayanan informasi juga. Kalau orang-orang pasti datang ke Kantor Imigrasi cuma buat nanya yang menurut kami rumit. Akhirnya itu kita pangkas dan kami balas lewat DM atau kolom komentar. Itulah bentuk informasi yang kami bagikan,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Bahkan, Fijar juga mengaku kalau jika dia ingin memperkenalkan produk  terbaru dari Ditjen Imigrasi, maka dia akan menyampaikannya melalui  Instagram. Lebih-lebih, seluruh pegawai Ditjen Imigrasi ditekan oleh  pimpinan untuk menyebarluaskannya.

&quot;Produk-produk imigrasi kami publish, maka itu kami mulai belajar  Instagram. Posting pertama kami yang ngelike cuman 3 loh. Akhirnya ada  kebijakan dari pimpinan meminta orang kantor, keluarganya, untuk  sebarluaskan,&quot; katanya.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/06/17/57698/294103_medium.jpg&quot; alt=&quot;Melihat Lebih Dekat Aktivitas PNS Pemprov DKI Jakarta&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;
Keuntungan pun juga dirasakan oleh lembaga pemerintahan ini. Sebab, media sosial bisa membantu untuk mengecilkan anggaran.

&quot;Kalau keuntungan, sangat menghemat biaya. Kami sudah arahkan  campaign melalui medsos. Dan anggaran kami jauh lebih kecil dari  tahun-tahun lalu. Sangat efektif juga untuk sampaikan info. Kami juga  terbantu dengan hemat tenaga dan pikiran dari PNS kami yang dikit ini,&quot;  tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
