<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kecerdasan Buatan Marak di Dunia Usaha, Ini Plus Minusnya   </title><description>Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sudah mulai menjamur di Indonesia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/05/320/2126028/kecerdasan-buatan-marak-di-dunia-usaha-ini-plus-minusnya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/05/320/2126028/kecerdasan-buatan-marak-di-dunia-usaha-ini-plus-minusnya"/><item><title>Kecerdasan Buatan Marak di Dunia Usaha, Ini Plus Minusnya   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/05/320/2126028/kecerdasan-buatan-marak-di-dunia-usaha-ini-plus-minusnya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/05/320/2126028/kecerdasan-buatan-marak-di-dunia-usaha-ini-plus-minusnya</guid><pubDate>Selasa 05 November 2019 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Adhyasta Dirgantara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/05/320/2126028/kecerdasan-buatan-marak-di-dunia-usaha-ini-plus-minusnya-7MtQFFVwZt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Kecerdasan Buatan atau AI. (Foto: Okezone.com/Savvy)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/05/320/2126028/kecerdasan-buatan-marak-di-dunia-usaha-ini-plus-minusnya-7MtQFFVwZt.jpg</image><title>Ilustrasi Kecerdasan Buatan atau AI. (Foto: Okezone.com/Savvy)</title></images><description>JAKARTA - Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sudah mulai menjamur di Indonesia. Beberapa layanan finansial dan usaha kecil menengah (UKM) sudah menggunakan teknologi ini.
Menurut CEO sekaligus Co-Foundet Kata AI Irzan Raditya, para pelaku usaha turut menggunakan teknologi AI. Dia pun menjelaskan bagaimana cara mengembangkan bisnis dengan AI.
Baca Juga: Pesan Ilham Habibie soal Era 4.0: Kita Harus Bersiap untuk Masa Depan
&quot;Mereka harus terlebih dahulu tahu tujuannya apa. Apakah mereka ingin menurunkan cost, atau mengembangkan konsumen di media sosial sehingga menciptakan jalur baru seperti metode sales yang lain,&quot; ujar Irzan ketika ditemui dalam acara Interact 2019 di Hallf Patiunus, Selasa (5/11/2019).

Sebenarnya, AI sudah tidak asing di kuping. Saking canggihnya, AI justru digadang-gadang akan merebut pekerjaan manusia. Hanya saja, menurut Irzan pandangan tersebut tidak benar.
&quot;AI ini membantu mereka untuk bekerja lebih produktif, bukan menghilangkan mereka (para pengusaha),&quot; tegasnya.
Baca Juga: Generasi Milenial Diajak Bijak Kelola Keuangan di Era Industri 4.0
Pasalnya, industri AI di Indonesia masuk dengan cepat. Perusahaan-perusahaan baik berbentuk instansi maupun UMKM pun sudah mulai mengadopsi AI.&quot;Industri AI di indo itu cepat tumbuhnya. Banyak sekali inisiatif  untuk membuat asosiasi AI Indonesia. 14% perusahaan Indonesia sudah atau  ingin mengadopsi AI. Pertumbuhannya sangat bagus,&quot; bongkar Irzan.
Perlu diketahui, kata AI sendiri sudah menyuntik teknologi AI ke  beberapa layanan finansial di Indonesia. Contohnya adalah Bank BRI dan  CIMB Niaga.
&quot;Kita juga mendorong klien finansial di Indonesia. Maka dari itu kita  berkolaborasi dengan BRI, CIMB Niaga. Dan kita gak cuman di instansi,  tapi juga di UMKM,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sudah mulai menjamur di Indonesia. Beberapa layanan finansial dan usaha kecil menengah (UKM) sudah menggunakan teknologi ini.
Menurut CEO sekaligus Co-Foundet Kata AI Irzan Raditya, para pelaku usaha turut menggunakan teknologi AI. Dia pun menjelaskan bagaimana cara mengembangkan bisnis dengan AI.
Baca Juga: Pesan Ilham Habibie soal Era 4.0: Kita Harus Bersiap untuk Masa Depan
&quot;Mereka harus terlebih dahulu tahu tujuannya apa. Apakah mereka ingin menurunkan cost, atau mengembangkan konsumen di media sosial sehingga menciptakan jalur baru seperti metode sales yang lain,&quot; ujar Irzan ketika ditemui dalam acara Interact 2019 di Hallf Patiunus, Selasa (5/11/2019).

Sebenarnya, AI sudah tidak asing di kuping. Saking canggihnya, AI justru digadang-gadang akan merebut pekerjaan manusia. Hanya saja, menurut Irzan pandangan tersebut tidak benar.
&quot;AI ini membantu mereka untuk bekerja lebih produktif, bukan menghilangkan mereka (para pengusaha),&quot; tegasnya.
Baca Juga: Generasi Milenial Diajak Bijak Kelola Keuangan di Era Industri 4.0
Pasalnya, industri AI di Indonesia masuk dengan cepat. Perusahaan-perusahaan baik berbentuk instansi maupun UMKM pun sudah mulai mengadopsi AI.&quot;Industri AI di indo itu cepat tumbuhnya. Banyak sekali inisiatif  untuk membuat asosiasi AI Indonesia. 14% perusahaan Indonesia sudah atau  ingin mengadopsi AI. Pertumbuhannya sangat bagus,&quot; bongkar Irzan.
Perlu diketahui, kata AI sendiri sudah menyuntik teknologi AI ke  beberapa layanan finansial di Indonesia. Contohnya adalah Bank BRI dan  CIMB Niaga.
&quot;Kita juga mendorong klien finansial di Indonesia. Maka dari itu kita  berkolaborasi dengan BRI, CIMB Niaga. Dan kita gak cuman di instansi,  tapi juga di UMKM,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
