<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Duet Wishnutama-Angela Targetkan Pariwisata Jadi Penyumbang Devisa Terbesar Indonesia</title><description>Menjadikan pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar di Tanah Air adalah target Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/06/320/2126270/duet-wishnutama-angela-targetkan-pariwisata-jadi-penyumbang-devisa-terbesar-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/06/320/2126270/duet-wishnutama-angela-targetkan-pariwisata-jadi-penyumbang-devisa-terbesar-indonesia"/><item><title>Duet Wishnutama-Angela Targetkan Pariwisata Jadi Penyumbang Devisa Terbesar Indonesia</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/06/320/2126270/duet-wishnutama-angela-targetkan-pariwisata-jadi-penyumbang-devisa-terbesar-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/06/320/2126270/duet-wishnutama-angela-targetkan-pariwisata-jadi-penyumbang-devisa-terbesar-indonesia</guid><pubDate>Rabu 06 November 2019 07:34 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/06/320/2126270/duet-wishnutama-angela-targetkan-pariwisata-jadi-penyumbang-devisa-terbesar-indonesia-L5UfF47a28.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Duet Wishnutama-Angela Targetkan Pariwisata Jadi Penyumbang Devisa Terbesar (Foto: MNC Media)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/06/320/2126270/duet-wishnutama-angela-targetkan-pariwisata-jadi-penyumbang-devisa-terbesar-indonesia-L5UfF47a28.jpg</image><title>Duet Wishnutama-Angela Targetkan Pariwisata Jadi Penyumbang Devisa Terbesar (Foto: MNC Media)</title></images><description> 
JAKARTA - Menjadikan pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar di Tanah Air adalah target Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo.

&quot;Dengan didukung ekonomi kreatif, menjadikan sektor ini bisa menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia,&quot; ungkap Wishnutama dalam acara Ngopi Bareng Mas Tama &amp;amp; Mbak Angela di Jakarta, Selasa (5/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Angela Tanoesoedibjo: Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Harus Disinergikan
Untuk itu, kata Wishnutama, koordinasi dengan sejumlah kementerian telah dilakukan. Menurutnya, untuk memajukan pariwisata membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Akselerasi dari hal-hal yang sebelumnya telah berjalan pun dilakukan.

Strategi ke depan, Kemenparekraf akan membuat even-even yang menarik wisatawan untuk datang. &quot;Calendar of events, selain keindahan alam juga event-nya bisa menampilkan budaya, seni dan kreativitas supaya jadi salah satu nilai jual. Bukan hanya keindahan alam, tapi juga bagaimana daerah itu jadi lebih menarik,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jokowi Bentuk Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ini Tugasnya
Sebagai contoh, gelaran MotoGP yang rencananya digelar di Mandalika, Nusa Tenggara Barat akan dikemas lengkap dengan konser musik hingga pasar malam. Para pelaku industri kreatif dari berbagai daerah bisa menjual produk-produknya selama gelaran tersebut.

Setiap daerah, lanjut Wishnutama, memiliki karakter atau kekuatan yang berbeda. Jadi, target, event dan cara pengemasannya pun akan berbeda. &quot;Ada daerah yang premium, ada yang massal. Ada yang kuantitas, ada kualitas,&quot; katanya.

Untuk detail target waktu, menurutnya masih membutuhkan feasibility study alias studi kelayakan, kesempatan maupun stabilitas.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/25/59300/304746_medium.jpg&quot; alt=&quot;Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Namun, dia sudah memasang target, pariwisata harus bisa menjadi  penghasil devisa terbesar di bawah lima tahun. &quot;Harus di bawah lima  tahun, pariwisata jadi penghasil devisa terbesar,&quot; tegas Wishnutama.

Angela yang mendampingi, memuji kinerja Wishutama yang dinilai  cekatan dan mampu menjalin komunikasi dengan setiap kementerian dan  badan pemerintah guna mempermudah kinerja Kemenparekraf ke depan.

&quot;Mas Tama orangnya kerja cepat. Terus, koordinasi ke semua kementerian bagus,&quot; kata Angela.

Sebagaimana diketahui, Kemenparekraf telah berkoordinasi dengan  sejumlah kementerian dan badan pemerintahan. Seperti Kementerian PUPR,  Perhubungan, Kemendikbud, BNPB hingga Kapolri. Koordinasi tersebut  dimaksudkan agar visi misi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di  Indonesia bisa disokong oleh banyak pihak.

Ada lima destinasi wisata super prioritas yang terus dikembangkan  Kemenparekraf yakni Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika dan  Likupang. Dari lima destinasi tersebut ditargetkan tambahan kunjungan  wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 6 juta.

Rinciannya, Danau Toba 1 juta wisman, Borobudur dan Mandalika  masing-masing 2 juta wisman, sementara Labuan Bajo dan Likupang  masing-masing 500 ribu wisman.

Tambahan 6 juta kunjungan wisman akan memberikan tambahan devisa  sekitar USD7,3 miliar. Perhitungan tersebut mengacu pada rerata  pengeluaran atau spending wisman di Indonesia sekitar USD1.220 per  kunjungan.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/25/59289/304678_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jadi Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo Bertekad Kembangkan Pariwisata Indonesia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Tercatat, kunjungan wisman ke Indonesia naik signifikan sepanjang   2015-2017. Pada 2015 sebanyak 10,41 juta, tahun 2016 menjadi 12,01 juta   dan tahun 2017 naik jadi 14,04 juta.

Sampai Agustus 2018, jumlah wisman tercatat 10,58 juta. Wisatawan   nusantara juga terus naik. Pada 2015 sebanyak 256 juta wisman, 2016   berkembang menjadi 264,33 juta dan meningkat menjadi 270,82 juta pada   2017.

Sementara itu, sumbangan devisa dari sektor pariwisata meningkat dari   USD12,2 miliar pada 2015 menjadi USD13,6 miliar di 2016. Angkanya naik   lagi menjadi USD15 miliar pada 2017. Mengutip situs Kemenpar.go.id,  pada  2018 devisa dari sektor pariwisata pada tutup buku 2018 mencapai  angka  USD19,29 miliar.

Selain menjadikan pariwisata pendulang devisa terbesar, duet   Wishutama dan Angela bertekad menjadikan produk ekonomi kreatif   Indonesia yang terbaik di Asia Tenggara.
</description><content:encoded> 
JAKARTA - Menjadikan pariwisata sebagai penghasil devisa terbesar di Tanah Air adalah target Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio dan Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo.

&quot;Dengan didukung ekonomi kreatif, menjadikan sektor ini bisa menjadi penghasil devisa terbesar di Indonesia,&quot; ungkap Wishnutama dalam acara Ngopi Bareng Mas Tama &amp;amp; Mbak Angela di Jakarta, Selasa (5/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: Angela Tanoesoedibjo: Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Harus Disinergikan
Untuk itu, kata Wishnutama, koordinasi dengan sejumlah kementerian telah dilakukan. Menurutnya, untuk memajukan pariwisata membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Akselerasi dari hal-hal yang sebelumnya telah berjalan pun dilakukan.

Strategi ke depan, Kemenparekraf akan membuat even-even yang menarik wisatawan untuk datang. &quot;Calendar of events, selain keindahan alam juga event-nya bisa menampilkan budaya, seni dan kreativitas supaya jadi salah satu nilai jual. Bukan hanya keindahan alam, tapi juga bagaimana daerah itu jadi lebih menarik,&quot; tuturnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: Jokowi Bentuk Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ini Tugasnya
Sebagai contoh, gelaran MotoGP yang rencananya digelar di Mandalika, Nusa Tenggara Barat akan dikemas lengkap dengan konser musik hingga pasar malam. Para pelaku industri kreatif dari berbagai daerah bisa menjual produk-produknya selama gelaran tersebut.

Setiap daerah, lanjut Wishnutama, memiliki karakter atau kekuatan yang berbeda. Jadi, target, event dan cara pengemasannya pun akan berbeda. &quot;Ada daerah yang premium, ada yang massal. Ada yang kuantitas, ada kualitas,&quot; katanya.

Untuk detail target waktu, menurutnya masih membutuhkan feasibility study alias studi kelayakan, kesempatan maupun stabilitas.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a.okezone.com/photos/2019/10/25/59300/304746_medium.jpg&quot; alt=&quot;Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo &quot;  width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Namun, dia sudah memasang target, pariwisata harus bisa menjadi  penghasil devisa terbesar di bawah lima tahun. &quot;Harus di bawah lima  tahun, pariwisata jadi penghasil devisa terbesar,&quot; tegas Wishnutama.

Angela yang mendampingi, memuji kinerja Wishutama yang dinilai  cekatan dan mampu menjalin komunikasi dengan setiap kementerian dan  badan pemerintah guna mempermudah kinerja Kemenparekraf ke depan.

&quot;Mas Tama orangnya kerja cepat. Terus, koordinasi ke semua kementerian bagus,&quot; kata Angela.

Sebagaimana diketahui, Kemenparekraf telah berkoordinasi dengan  sejumlah kementerian dan badan pemerintahan. Seperti Kementerian PUPR,  Perhubungan, Kemendikbud, BNPB hingga Kapolri. Koordinasi tersebut  dimaksudkan agar visi misi industri pariwisata dan ekonomi kreatif di  Indonesia bisa disokong oleh banyak pihak.

Ada lima destinasi wisata super prioritas yang terus dikembangkan  Kemenparekraf yakni Danau Toba, Labuan Bajo, Borobudur, Mandalika dan  Likupang. Dari lima destinasi tersebut ditargetkan tambahan kunjungan  wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 6 juta.

Rinciannya, Danau Toba 1 juta wisman, Borobudur dan Mandalika  masing-masing 2 juta wisman, sementara Labuan Bajo dan Likupang  masing-masing 500 ribu wisman.

Tambahan 6 juta kunjungan wisman akan memberikan tambahan devisa  sekitar USD7,3 miliar. Perhitungan tersebut mengacu pada rerata  pengeluaran atau spending wisman di Indonesia sekitar USD1.220 per  kunjungan.
&amp;nbsp;&amp;lt;img src=&quot;https://a-k.okeinfo.net/photos/2019/10/25/59289/304678_medium.jpg&quot; alt=&quot;Jadi Wamenparekraf, Angela Tanoesoedibjo Bertekad Kembangkan Pariwisata Indonesia&quot;&amp;nbsp; width=&quot;100%&quot; /&amp;gt;Tercatat, kunjungan wisman ke Indonesia naik signifikan sepanjang   2015-2017. Pada 2015 sebanyak 10,41 juta, tahun 2016 menjadi 12,01 juta   dan tahun 2017 naik jadi 14,04 juta.

Sampai Agustus 2018, jumlah wisman tercatat 10,58 juta. Wisatawan   nusantara juga terus naik. Pada 2015 sebanyak 256 juta wisman, 2016   berkembang menjadi 264,33 juta dan meningkat menjadi 270,82 juta pada   2017.

Sementara itu, sumbangan devisa dari sektor pariwisata meningkat dari   USD12,2 miliar pada 2015 menjadi USD13,6 miliar di 2016. Angkanya naik   lagi menjadi USD15 miliar pada 2017. Mengutip situs Kemenpar.go.id,  pada  2018 devisa dari sektor pariwisata pada tutup buku 2018 mencapai  angka  USD19,29 miliar.

Selain menjadikan pariwisata pendulang devisa terbesar, duet   Wishutama dan Angela bertekad menjadikan produk ekonomi kreatif   Indonesia yang terbaik di Asia Tenggara.
</content:encoded></item></channel></rss>
