<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Oktober, Harga Minyak Indonesia Turun ke USD59,8/Barel</title><description>Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia bulan Oktober 2019 berdasarkan perhitungan Formula ICP.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/07/320/2126751/oktober-harga-minyak-indonesia-turun-ke-usd59-8-barel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/07/320/2126751/oktober-harga-minyak-indonesia-turun-ke-usd59-8-barel"/><item><title>Oktober, Harga Minyak Indonesia Turun ke USD59,8/Barel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/07/320/2126751/oktober-harga-minyak-indonesia-turun-ke-usd59-8-barel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/07/320/2126751/oktober-harga-minyak-indonesia-turun-ke-usd59-8-barel</guid><pubDate>Kamis 07 November 2019 08:47 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/07/320/2126751/oktober-harga-minyak-indonesia-turun-ke-usd59-8-barel-BSGd62gdSb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Harga Minyak Indonesia Turun (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/07/320/2126751/oktober-harga-minyak-indonesia-turun-ke-usd59-8-barel-BSGd62gdSb.jpg</image><title>Harga Minyak Indonesia Turun (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia bulan Oktober 2019 berdasarkan perhitungan Formula ICP, mengalami penurunan sebesar USD1,02 per barel menjadi USD59,82 per bulan dari USD60,84 per barel pada bulan sebelumnya.
Penurunan ini, antara lain disebabkan oleh pesimisme pasar akan tercapainya kesepakatan dalam pembicaraan dagang Amerika Serikat (AS)-China Tahap 1.
&amp;nbsp;Baca Juga: Harga Minyak Mentah RI Turun USD4,05/Barel Akibat Perang Dagang AS-China
Sementara ICP SLC turun sebesar USD1,08 per barel dari USD61,06 per barel menjadi USD59,98 per barel. Demikian dilansir dari situs resmi Ditjen Migas, Jakarta, Kamis (7/11/2019).
Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Oktober 2019, mengalami penurunan dibandingkan bulan September 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Imbas Ditundanya Kesepakatan Dagang AS-China
Selain disebabkan oleh pesimisme terhadap kesepakatan dalam pembicaraan dagang Amerika Serikat (AS)-China Tahap 1, penurunan harga minyak juga disebabkan oleh meningkatnya keyakinan pasar atas jaminan pasokan minyak mentah global (security of supply) seiring dengan semakin meningkatnya stok minyak mentah komersial negara-negara OECD, seperti dilansir oleh laporan International Energy Agency (IEA) periode Oktober 2019, yang mencapai rekor lebih dari 3 juta barel serta tambahan stok dari negara-negara anggota IEA sebesar 1,6 juta barel yang setiap saat dapat dilepas ke pasar.
&quot;Asumsi pasar bahwa permintaan minyak mentah global akan tetap melemah seiring memburuknya pertumbuhan ekonomi global, juga menyebabkan penurunan harga minyak Oktober,&quot; papar Tim Harga Minyak Indonesia.
&amp;nbsp;Pemicu lainnya adalah keraguan pasar terhadap realisasi dari wacana  OPEC+ untuk memperbesar volume pemotongan produksi dalam pertemuan bulan  Desember 2019 mendatang, setelah Rusia menunjukan sikap waspada dalam  menanggapi wacana tersebut.
Terakhir, respon pasar minyak yang negatif atas sejumlah serangan di  beberapa fasilitas minyak mentah di Arab serta kepastian bahwa Arab  Saudi dapat mengembalikan sebagian besar pasokan minyak yang hilang,  lebih cepat dari yang diperkirakan.
Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah juga  dipengaruhi oleh melemahnya perekonomian regional yang ditandai dengan  keterlibatan pemerintah yang terus-menerus dalam pemberian stimulus,  terutama penyesuaian tingkat suku bunga, seperti yang terjadi di China  dan India.
Selain itu, melemahnya marjin kilang di Asia seiring peningkatan  biaya pengangkutan akibat pengenaan sanksi AS terhadap sejumlah  perusahaan pelayaran China, serta berkurangnya ketersediaan kapal akibat  proses perbaikan untuk mematuhi ketentuan pembatasan sulfur oleh IMO.
&quot;Faktor lainnya adalah berlimpahnya pasokan produk minyak akibat  peningkatan aktifitas kilang di beberapa negara Asia,&quot; tambah Tim Harga  Minyak Indonesia.
&amp;nbsp;Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional, sebagai berikut:
- Dated Brent turun sebesar USD3,05 per barel dari USD62,77 per barel menjadi USD59,72 per barel.
- WTI (Nymex) turun sebesar US$ 2,96 per barel dari US$ 56,97 per barel menjadi US$ 54,01 per barel.
- Basket OPEC turun sebesar USD2,48 per barel dari USD62,36 per barel menjadi USD59,88 per barel.
- Brent (ICE) turun sebesar USD2,66 per barel dari USD62,29 per barel menjadi USD59,63 per barel.</description><content:encoded>JAKARTA - Rata-rata ICP minyak mentah Indonesia bulan Oktober 2019 berdasarkan perhitungan Formula ICP, mengalami penurunan sebesar USD1,02 per barel menjadi USD59,82 per bulan dari USD60,84 per barel pada bulan sebelumnya.
Penurunan ini, antara lain disebabkan oleh pesimisme pasar akan tercapainya kesepakatan dalam pembicaraan dagang Amerika Serikat (AS)-China Tahap 1.
&amp;nbsp;Baca Juga: Harga Minyak Mentah RI Turun USD4,05/Barel Akibat Perang Dagang AS-China
Sementara ICP SLC turun sebesar USD1,08 per barel dari USD61,06 per barel menjadi USD59,98 per barel. Demikian dilansir dari situs resmi Ditjen Migas, Jakarta, Kamis (7/11/2019).
Tim Harga Minyak Indonesia menyatakan, harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional pada bulan Oktober 2019, mengalami penurunan dibandingkan bulan September 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: Harga Minyak Anjlok Imbas Ditundanya Kesepakatan Dagang AS-China
Selain disebabkan oleh pesimisme terhadap kesepakatan dalam pembicaraan dagang Amerika Serikat (AS)-China Tahap 1, penurunan harga minyak juga disebabkan oleh meningkatnya keyakinan pasar atas jaminan pasokan minyak mentah global (security of supply) seiring dengan semakin meningkatnya stok minyak mentah komersial negara-negara OECD, seperti dilansir oleh laporan International Energy Agency (IEA) periode Oktober 2019, yang mencapai rekor lebih dari 3 juta barel serta tambahan stok dari negara-negara anggota IEA sebesar 1,6 juta barel yang setiap saat dapat dilepas ke pasar.
&quot;Asumsi pasar bahwa permintaan minyak mentah global akan tetap melemah seiring memburuknya pertumbuhan ekonomi global, juga menyebabkan penurunan harga minyak Oktober,&quot; papar Tim Harga Minyak Indonesia.
&amp;nbsp;Pemicu lainnya adalah keraguan pasar terhadap realisasi dari wacana  OPEC+ untuk memperbesar volume pemotongan produksi dalam pertemuan bulan  Desember 2019 mendatang, setelah Rusia menunjukan sikap waspada dalam  menanggapi wacana tersebut.
Terakhir, respon pasar minyak yang negatif atas sejumlah serangan di  beberapa fasilitas minyak mentah di Arab serta kepastian bahwa Arab  Saudi dapat mengembalikan sebagian besar pasokan minyak yang hilang,  lebih cepat dari yang diperkirakan.
Untuk kawasan Asia Pasifik, penurunan harga minyak mentah juga  dipengaruhi oleh melemahnya perekonomian regional yang ditandai dengan  keterlibatan pemerintah yang terus-menerus dalam pemberian stimulus,  terutama penyesuaian tingkat suku bunga, seperti yang terjadi di China  dan India.
Selain itu, melemahnya marjin kilang di Asia seiring peningkatan  biaya pengangkutan akibat pengenaan sanksi AS terhadap sejumlah  perusahaan pelayaran China, serta berkurangnya ketersediaan kapal akibat  proses perbaikan untuk mematuhi ketentuan pembatasan sulfur oleh IMO.
&quot;Faktor lainnya adalah berlimpahnya pasokan produk minyak akibat  peningkatan aktifitas kilang di beberapa negara Asia,&quot; tambah Tim Harga  Minyak Indonesia.
&amp;nbsp;Selengkapnya perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar internasional, sebagai berikut:
- Dated Brent turun sebesar USD3,05 per barel dari USD62,77 per barel menjadi USD59,72 per barel.
- WTI (Nymex) turun sebesar US$ 2,96 per barel dari US$ 56,97 per barel menjadi US$ 54,01 per barel.
- Basket OPEC turun sebesar USD2,48 per barel dari USD62,36 per barel menjadi USD59,88 per barel.
- Brent (ICE) turun sebesar USD2,66 per barel dari USD62,29 per barel menjadi USD59,63 per barel.</content:encoded></item></channel></rss>
