<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gagal Investasi di WeWork, Bos Softbank: Kami Ciptakan Monster</title><description>CEO SoftBank Masayoshi Son mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa &quot;kami menciptakan monster&quot; di WeWork.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/07/320/2126919/gagal-investasi-di-wework-bos-softbank-kami-ciptakan-monster</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/07/320/2126919/gagal-investasi-di-wework-bos-softbank-kami-ciptakan-monster"/><item><title>Gagal Investasi di WeWork, Bos Softbank: Kami Ciptakan Monster</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/07/320/2126919/gagal-investasi-di-wework-bos-softbank-kami-ciptakan-monster</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/07/320/2126919/gagal-investasi-di-wework-bos-softbank-kami-ciptakan-monster</guid><pubDate>Kamis 07 November 2019 14:41 WIB</pubDate><dc:creator>Maylisda Frisca Elenor Solagracia</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/07/320/2126919/gagal-investasi-di-wework-bos-softbank-kami-ciptakan-monster-1Ycbnhriqn.png" expression="full" type="image/jpeg">Bos Softbank (Foto: Business Insider)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/07/320/2126919/gagal-investasi-di-wework-bos-softbank-kami-ciptakan-monster-1Ycbnhriqn.png</image><title>Bos Softbank (Foto: Business Insider)</title></images><description>JAKARTA - CEO SoftBank Masayoshi Son mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa &quot;kami menciptakan monster&quot; di WeWork setelah menginvestasikan miliaran dolar AS, hanya untuk menyelamatkan perusahaan.

SoftBank memberi jaminan kepada perusahaan real estate yang kekurangan uang hingga USD8 miliar atau setara Rp112,35 triliun (kurs Rp14.043) bulan lalu, dengan pembayaran dipercepat USD1,5 miliar.
&amp;nbsp;Baca Juga: Akui Salah Langkah, Bos SoftBank Ungkap Rugi USD6,5 Miliar dari Uber dan WeWork
SoftBank yang menjadi salah satu penyokong utama perusahaan, saat ini sedang dalam pengawasan.

SoftBank dilaporkan akan memberlakukan standar tata kelola yang lebih ketat pada struktur saham kelas ganda setelah kegagalan yang terjadi pada WeWork. Tindakan ini tidak biasa dilakukan Son yang dicap sebagai pembuat kesepakatan yang berisiko.
&amp;nbsp;Baca Juga: Viral, 4 Karyawan WeWork Tak Bisa Masuk Ruangan Gara-Gara Payung
Dilansir dari Businessinsider, Jakarta, Kamis (7/11/2019), SoftBank diperkirakan akan mengambil tindakan untuk mengurangi nilai buku sebesar jutaan dolar di WeWork.

Sebelum memberi jaminan, SoftBank menginvestasikan lebih dari USD10 miliar di WeWork dan perusahaan office-sharing tersebut dihargai USD47 miliar. Perusahaan berencana untuk IPO dan para penyokong untuk mendapatkan nilai lebih dari USD100 miliar.
&amp;nbsp;Pengawasan ketat atas tata kelola dan model bisnis WeWork membuat  perusahaan menunda IPO tanpa batas waktu. Salah seorang pendiri Adam  Neumann mengundurkan diri sebagai CEO pada September lalu, diikuti  dengan pemberian jaminan pada bulan lalu.

Financial Times mengutip, Son telah terguncang dengan permasalahan  ini. Dia telah sedikit berbicara di depan umum tentang WeWork sejak  kesepakatan pendanaan, walaupun bahwa ia merasa malu dengan tindakannya  yang salah untuk SoftBank.

&quot;Kami menciptakan monster,&quot; kata Son kepada rekan-rekannya.

Bersama dengan Uber, yang telah kehilangan lebih dari seperempat  nilainya sejak go public, membuat para investor khawatir tentang nilai  riil dari usaha SoftBank.

&quot;Jika SoftBank mengatakan ini adalah  nilainya, berapa banyak yang  harus Anda percayai?&quot; ucap seorang analis teknologi Redex Holdings Kirk  Boodry.

</description><content:encoded>JAKARTA - CEO SoftBank Masayoshi Son mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa &quot;kami menciptakan monster&quot; di WeWork setelah menginvestasikan miliaran dolar AS, hanya untuk menyelamatkan perusahaan.

SoftBank memberi jaminan kepada perusahaan real estate yang kekurangan uang hingga USD8 miliar atau setara Rp112,35 triliun (kurs Rp14.043) bulan lalu, dengan pembayaran dipercepat USD1,5 miliar.
&amp;nbsp;Baca Juga: Akui Salah Langkah, Bos SoftBank Ungkap Rugi USD6,5 Miliar dari Uber dan WeWork
SoftBank yang menjadi salah satu penyokong utama perusahaan, saat ini sedang dalam pengawasan.

SoftBank dilaporkan akan memberlakukan standar tata kelola yang lebih ketat pada struktur saham kelas ganda setelah kegagalan yang terjadi pada WeWork. Tindakan ini tidak biasa dilakukan Son yang dicap sebagai pembuat kesepakatan yang berisiko.
&amp;nbsp;Baca Juga: Viral, 4 Karyawan WeWork Tak Bisa Masuk Ruangan Gara-Gara Payung
Dilansir dari Businessinsider, Jakarta, Kamis (7/11/2019), SoftBank diperkirakan akan mengambil tindakan untuk mengurangi nilai buku sebesar jutaan dolar di WeWork.

Sebelum memberi jaminan, SoftBank menginvestasikan lebih dari USD10 miliar di WeWork dan perusahaan office-sharing tersebut dihargai USD47 miliar. Perusahaan berencana untuk IPO dan para penyokong untuk mendapatkan nilai lebih dari USD100 miliar.
&amp;nbsp;Pengawasan ketat atas tata kelola dan model bisnis WeWork membuat  perusahaan menunda IPO tanpa batas waktu. Salah seorang pendiri Adam  Neumann mengundurkan diri sebagai CEO pada September lalu, diikuti  dengan pemberian jaminan pada bulan lalu.

Financial Times mengutip, Son telah terguncang dengan permasalahan  ini. Dia telah sedikit berbicara di depan umum tentang WeWork sejak  kesepakatan pendanaan, walaupun bahwa ia merasa malu dengan tindakannya  yang salah untuk SoftBank.

&quot;Kami menciptakan monster,&quot; kata Son kepada rekan-rekannya.

Bersama dengan Uber, yang telah kehilangan lebih dari seperempat  nilainya sejak go public, membuat para investor khawatir tentang nilai  riil dari usaha SoftBank.

&quot;Jika SoftBank mengatakan ini adalah  nilainya, berapa banyak yang  harus Anda percayai?&quot; ucap seorang analis teknologi Redex Holdings Kirk  Boodry.

</content:encoded></item></channel></rss>
