<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peluang Ekonomi Pariwisata, Liburan Musim Dingin Potensi Wisman</title><description>Kadin Indonesia Rosan P Roeslani  mengaku optimistis target angka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa  tercapai.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/07/320/2126997/peluang-ekonomi-pariwisata-liburan-musim-dingin-potensi-wisman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/07/320/2126997/peluang-ekonomi-pariwisata-liburan-musim-dingin-potensi-wisman"/><item><title>Peluang Ekonomi Pariwisata, Liburan Musim Dingin Potensi Wisman</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/07/320/2126997/peluang-ekonomi-pariwisata-liburan-musim-dingin-potensi-wisman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/07/320/2126997/peluang-ekonomi-pariwisata-liburan-musim-dingin-potensi-wisman</guid><pubDate>Kamis 07 November 2019 16:51 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/07/320/2126997/peluang-ekonomi-pariwisata-liburan-musim-dingin-potensi-wisman-9vZyrUKAtk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bandara (Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/07/320/2126997/peluang-ekonomi-pariwisata-liburan-musim-dingin-potensi-wisman-9vZyrUKAtk.jpg</image><title>Bandara (Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengaku optimistis target angka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tercapai. Asal tahu saja, dalam outlook pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2%.

Menurut Rosan, untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi adalah menggenjot industri pariwisata. Apalagi dalam, dua bulan terakhir di 2019 ini, sudah memasuki musim liburan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kadin Beri PR ke Wishnutama, dari Jumlah Wisman hingga Unicorn
&quot;Yang paling (berpengaruh) kalau saya bilang ya pariwisata, karena liburan anak sekolah pas Desember. Dan Desember adalah bulan yang bagus untuk menarik pariwisata,&quot; ujarnya saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).
&amp;nbsp;
Apalagi, lanjut Rosan, biasanya wisatawan asing akan berlibur pada musim dingin. Musim dingin biasanya datang pada bulan November, Desember dan Januari 2019.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Duet Wishnutama-Angela Targetkan Pariwisata Jadi Penyumbang Devisa Terbesar Indonesia
&quot;Karena di luar negeri ini lagi musim dingin. Kalau datanya, orang Rusia paling banyak datang saat November, Desember, dan Januari,&quot; ucapnya.

Menurut Rosan, pemerintah harus pintar-pintar promosi objek wisata kepada negara-negara di luar negeri.  Misalnya ke Rusia yang biasannya selalu aktif liburan pada bulan November dan Desember untuk merayakan Natal dan Tahun Baru.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ini Kawasan Pariwisata di Sulawesi yang Mulai Ditata 
Di sisi lain pemerintah juga harus membenahi pelayan pada objek-objek wisata yang ada. Sehingga wisatawan pun tertarik untuk berkunjung jauh jauh ke Indonesia.
&quot;Jadi kita mesti pintar juga lihatnya. Oh ini musim dingin, jadi kita  mungkin aktif promosi ke negara-negara tersebut. Kalau di pariwisata  saya rasa itu salah satu yang  mesti didorong,&quot; jelasnya.

Sementara untuk investasi dirinya menilai akan sangat sulit  memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.  Karena  menurutnya, saat ini ekonomi global sedang sulit.

Ditambah lagi kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan juga tidak akan  langsung memberikan dampak cepat. Sebab sifat dari investasi adalah  membutuhkan waktu dari mulai negosiasi hingga realisasi

&quot;Secara industri dan investasi itu pasti makan waktu. Dan bukan hanya  sampai Desember, tetapi ke depannya pariwisata mesti didorong. Tetapi  untuk menjaga daya beli, menjaga ekonomi berputar, ya pariwisata dalam 2  bulan ini. Saya sih lihatnya begitu,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani mengaku optimistis target angka pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa tercapai. Asal tahu saja, dalam outlook pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2%.

Menurut Rosan, untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi adalah menggenjot industri pariwisata. Apalagi dalam, dua bulan terakhir di 2019 ini, sudah memasuki musim liburan.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Kadin Beri PR ke Wishnutama, dari Jumlah Wisman hingga Unicorn
&quot;Yang paling (berpengaruh) kalau saya bilang ya pariwisata, karena liburan anak sekolah pas Desember. Dan Desember adalah bulan yang bagus untuk menarik pariwisata,&quot; ujarnya saat ditemui di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (7/11/2019).
&amp;nbsp;
Apalagi, lanjut Rosan, biasanya wisatawan asing akan berlibur pada musim dingin. Musim dingin biasanya datang pada bulan November, Desember dan Januari 2019.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Duet Wishnutama-Angela Targetkan Pariwisata Jadi Penyumbang Devisa Terbesar Indonesia
&quot;Karena di luar negeri ini lagi musim dingin. Kalau datanya, orang Rusia paling banyak datang saat November, Desember, dan Januari,&quot; ucapnya.

Menurut Rosan, pemerintah harus pintar-pintar promosi objek wisata kepada negara-negara di luar negeri.  Misalnya ke Rusia yang biasannya selalu aktif liburan pada bulan November dan Desember untuk merayakan Natal dan Tahun Baru.
 
&amp;nbsp;Baca juga: Ini Kawasan Pariwisata di Sulawesi yang Mulai Ditata 
Di sisi lain pemerintah juga harus membenahi pelayan pada objek-objek wisata yang ada. Sehingga wisatawan pun tertarik untuk berkunjung jauh jauh ke Indonesia.
&quot;Jadi kita mesti pintar juga lihatnya. Oh ini musim dingin, jadi kita  mungkin aktif promosi ke negara-negara tersebut. Kalau di pariwisata  saya rasa itu salah satu yang  mesti didorong,&quot; jelasnya.

Sementara untuk investasi dirinya menilai akan sangat sulit  memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.  Karena  menurutnya, saat ini ekonomi global sedang sulit.

Ditambah lagi kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan juga tidak akan  langsung memberikan dampak cepat. Sebab sifat dari investasi adalah  membutuhkan waktu dari mulai negosiasi hingga realisasi

&quot;Secara industri dan investasi itu pasti makan waktu. Dan bukan hanya  sampai Desember, tetapi ke depannya pariwisata mesti didorong. Tetapi  untuk menjaga daya beli, menjaga ekonomi berputar, ya pariwisata dalam 2  bulan ini. Saya sih lihatnya begitu,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
