<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih Kalah dari China, Bagaimana Cara Kota di RI Tingkatkan Perekonomian?</title><description>Pertumbuhan 1% penduduk perkotaan di Indonesia akan meningkatkan 1,4% PDB/kapita.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/07/470/2126778/masih-kalah-dari-china-bagaimana-cara-kota-di-ri-tingkatkan-perekonomian</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/07/470/2126778/masih-kalah-dari-china-bagaimana-cara-kota-di-ri-tingkatkan-perekonomian"/><item><title>Masih Kalah dari China, Bagaimana Cara Kota di RI Tingkatkan Perekonomian?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/07/470/2126778/masih-kalah-dari-china-bagaimana-cara-kota-di-ri-tingkatkan-perekonomian</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/07/470/2126778/masih-kalah-dari-china-bagaimana-cara-kota-di-ri-tingkatkan-perekonomian</guid><pubDate>Kamis 07 November 2019 10:05 WIB</pubDate><dc:creator>Fabbiola Irawan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/07/470/2126778/masih-kalah-dari-china-bagaimana-cara-kota-di-ri-tingkatkan-perekonomian-z4aqRldwao.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perkotaan (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/07/470/2126778/masih-kalah-dari-china-bagaimana-cara-kota-di-ri-tingkatkan-perekonomian-z4aqRldwao.jpg</image><title>Perkotaan (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bukan rahasia lagi jika pertumbuhan penduduk perkotaan berkontribusi pada peningkatan PDB per kapita.
&amp;nbsp;Baca Juga: Alasan Kota Besar Dirancang Tak Ramah Akan Kebutuhan Anak
Berdasarkan kajian Bapennas, pertumbuhan 1% penduduk perkotaan di Indonesia akan meningkatkan 1,4% PDB/kapita. Hal ini berbeda jauh dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1% di kota China yang menyumbang 3% PBD/kapita atau rata-rata PDB/kapita di Asia Timur sejumlah 2,7%.

&amp;ldquo;Dari angka-angka di atas, bisa dilihat jika Indonesia belum cukup efisien dan produktif dibanding negara-negara tetangga,&amp;rdquo; demikian seperti dikutip dalam akun instagram resmi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, Jakarta, Kamis (7/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: 5 Kota Termahal di Asia, Hong Kong Jadi Juaranya!
Namun, Kemenpupr juga membagikan strategi yang tengah diupayakan oleh pemerintah untuk mengatasi hal tersebut:
&amp;nbsp;1. Evaluasi dan Merelaksasi

Mengevaluasi dan merelaksasi semua aturan yang dinilai menghambat  investasi perkotaan. &quot;Rencananya, di tahap ini akan banyak  peraturan-peraturan yang direspon lebih jauh untuk mempermudah datangnya  investasi ke wilayah pembangunan kota,&amp;rdquo; tulisnya.
&amp;nbsp;
 
2. Urbanisasi Terencana

Mengelola urbanisasi dengan matang (well-planed) didukung oleh regulasi yang baik, dan dibiayai secara terencana dan cermat.

Dengan cara tersebut, diharapkan wilayah kota dapat menjadi tumpuan  pertumbuhan ekonomi dan berkontribusi lebih besar pada peningkatan PDB  nasional.
&amp;nbsp;</description><content:encoded>JAKARTA - Bukan rahasia lagi jika pertumbuhan penduduk perkotaan berkontribusi pada peningkatan PDB per kapita.
&amp;nbsp;Baca Juga: Alasan Kota Besar Dirancang Tak Ramah Akan Kebutuhan Anak
Berdasarkan kajian Bapennas, pertumbuhan 1% penduduk perkotaan di Indonesia akan meningkatkan 1,4% PDB/kapita. Hal ini berbeda jauh dengan tingkat pertumbuhan penduduk sebesar 1% di kota China yang menyumbang 3% PBD/kapita atau rata-rata PDB/kapita di Asia Timur sejumlah 2,7%.

&amp;ldquo;Dari angka-angka di atas, bisa dilihat jika Indonesia belum cukup efisien dan produktif dibanding negara-negara tetangga,&amp;rdquo; demikian seperti dikutip dalam akun instagram resmi Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) @kemenpupr, Jakarta, Kamis (7/11/2019).
&amp;nbsp;Baca Juga: 5 Kota Termahal di Asia, Hong Kong Jadi Juaranya!
Namun, Kemenpupr juga membagikan strategi yang tengah diupayakan oleh pemerintah untuk mengatasi hal tersebut:
&amp;nbsp;1. Evaluasi dan Merelaksasi

Mengevaluasi dan merelaksasi semua aturan yang dinilai menghambat  investasi perkotaan. &quot;Rencananya, di tahap ini akan banyak  peraturan-peraturan yang direspon lebih jauh untuk mempermudah datangnya  investasi ke wilayah pembangunan kota,&amp;rdquo; tulisnya.
&amp;nbsp;
 
2. Urbanisasi Terencana

Mengelola urbanisasi dengan matang (well-planed) didukung oleh regulasi yang baik, dan dibiayai secara terencana dan cermat.

Dengan cara tersebut, diharapkan wilayah kota dapat menjadi tumpuan  pertumbuhan ekonomi dan berkontribusi lebih besar pada peningkatan PDB  nasional.
&amp;nbsp;</content:encoded></item></channel></rss>
