<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Defisit Transaksi Berjalan Kuartal III USD7,7 Miliar, Setara 2,7% dari PDB</title><description>Bank Indonesia (BI) mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III 2019 menunjukkan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/08/20/2127282/defisit-transaksi-berjalan-kuartal-iii-usd7-7-miliar-setara-2-7-dari-pdb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/08/20/2127282/defisit-transaksi-berjalan-kuartal-iii-usd7-7-miliar-setara-2-7-dari-pdb"/><item><title>Defisit Transaksi Berjalan Kuartal III USD7,7 Miliar, Setara 2,7% dari PDB</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/08/20/2127282/defisit-transaksi-berjalan-kuartal-iii-usd7-7-miliar-setara-2-7-dari-pdb</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/08/20/2127282/defisit-transaksi-berjalan-kuartal-iii-usd7-7-miliar-setara-2-7-dari-pdb</guid><pubDate>Jum'at 08 November 2019 11:02 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/08/20/2127282/defisit-transaksi-berjalan-kuartal-iii-usd7-7-miliar-setara-2-7-dari-pdb-B51eFvEe4M.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BI soal Defisit Transaksi Berjalan (Foto: Okezone.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/08/20/2127282/defisit-transaksi-berjalan-kuartal-iii-usd7-7-miliar-setara-2-7-dari-pdb-B51eFvEe4M.jpg</image><title>BI soal Defisit Transaksi Berjalan (Foto: Okezone.com)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III 2019 menunjukkan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia yang tetap terjaga, di tengah kondisi ekonomi global yang melambat.

Melansir keterangan resmi BI, Jakarta, Jumat (8/11/2019), NPI pada triwulan III 2019 menunjukkan perbaikan dengan mencatat defisit USD46 juta, jauh lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya sebesar USD2,0 miliar.
&amp;nbsp;Baca Juga: Defisit Transaksi Berjalan Kuartal II-2019 Naik Jadi Setara 3,04% dari PDB
Kondisi tersebut ditopang oleh defisit neraca transaksi berjalan yang membaik serta surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat.

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir September 2019 mencapai USD124,3 miliar, meningkat dari USD123,8 miliar pada akhir Juni 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: Defisit Transaksi Berjalan Bisa Melebar di Atas 3%? Ini Kata Bos BI
Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 6,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor.
&amp;nbsp;Defisit neraca transaksi berjalan membaik didukung oleh menurunnya  defisit neraca perdagangan migas di tengah surplus neraca perdagangan  nonmigas yang stabil.

Defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan III 2019 tercatat  sebesar USD7,7 miliar (2,7% dari PDB), lebih rendah dibandingkan dengan  defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai USD8,2 miliar (2,9% dari  PDB).

Perbaikan kinerja neraca transaksi berjalan terutama ditopang oleh  meningkatnya surplus neraca perdagangan barang, sejalan dengan  menurunnya defisit neraca perdagangan migas di tengah surplus neraca  perdagangan nonmigas yang stabil.

Membaiknya defisit neraca perdagangan migas dipengaruhi oleh impor  migas yang menurun sejalan dengan dampak positif kebijakan pengendalian  impor, misalnya program B20. Sementara itu, surplus neraca perdagangan  nonmigas tercatat stabil di tengah perekonomian dunia yang melambat dan  harga komoditas ekspor Indonesia yang menurun.

Defisit neraca transaksi berjalan yang membaik juga didukung oleh  penurunan defisit neraca pendapatan primer akibat lebih rendahnya  repatriasi dividen dan pembayaran bunga utang luar negeri.

Surplus transaksi modal dan finansial meningkat, mencerminkan masih  tingginya keyakinan investor terhadap prospek perekonomian domestik.
&amp;nbsp;Surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan III 2019 tercatat   sebesar USD7,6 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada   triwulan sebelumnya sebesar USD6,5 miliar.

Peningkatan surplus transaksi modal dan finansial terutama didukung   oleh membaiknya kinerja investasi portofolio, seiring meningkatnya   aliran masuk modal asing pada aset keuangan domestik.

Peningkatan surplus juga disebabkan oleh menurunnya defisit investasi   lainnya yang dipengaruhi oleh lebih tingginya penarikan neto pinjaman   luar negeri sektor swasta dan lebih rendahnya pembayaran neto pinjaman   luar negeri pemerintah.

Ke depan, kinerja NPI diprakirakan tetap baik sehingga dapat terus   menopang ketahanan sektor eksternal. Prospek NPI tersebut didukung oleh   defisit transaksi berjalan 2019 dan 2020 yang diprakirakan tetap   terkendali dalam kisaran 2,5%&amp;ndash;3,0% PDB dan aliran masuk modal asing yang   tetap besar.

Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan   Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal,   termasuk berupaya mendorong peningkatan Penanaman Modal Asing (PMA).</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III 2019 menunjukkan ketahanan eksternal ekonomi Indonesia yang tetap terjaga, di tengah kondisi ekonomi global yang melambat.

Melansir keterangan resmi BI, Jakarta, Jumat (8/11/2019), NPI pada triwulan III 2019 menunjukkan perbaikan dengan mencatat defisit USD46 juta, jauh lebih rendah dibandingkan dengan defisit pada triwulan sebelumnya sebesar USD2,0 miliar.
&amp;nbsp;Baca Juga: Defisit Transaksi Berjalan Kuartal II-2019 Naik Jadi Setara 3,04% dari PDB
Kondisi tersebut ditopang oleh defisit neraca transaksi berjalan yang membaik serta surplus transaksi modal dan finansial yang meningkat.

Dengan perkembangan tersebut, posisi cadangan devisa pada akhir September 2019 mencapai USD124,3 miliar, meningkat dari USD123,8 miliar pada akhir Juni 2019.
&amp;nbsp;Baca Juga: Defisit Transaksi Berjalan Bisa Melebar di Atas 3%? Ini Kata Bos BI
Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,2 bulan impor atau 6,9 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sebesar 3 bulan impor.
&amp;nbsp;Defisit neraca transaksi berjalan membaik didukung oleh menurunnya  defisit neraca perdagangan migas di tengah surplus neraca perdagangan  nonmigas yang stabil.

Defisit neraca transaksi berjalan pada triwulan III 2019 tercatat  sebesar USD7,7 miliar (2,7% dari PDB), lebih rendah dibandingkan dengan  defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai USD8,2 miliar (2,9% dari  PDB).

Perbaikan kinerja neraca transaksi berjalan terutama ditopang oleh  meningkatnya surplus neraca perdagangan barang, sejalan dengan  menurunnya defisit neraca perdagangan migas di tengah surplus neraca  perdagangan nonmigas yang stabil.

Membaiknya defisit neraca perdagangan migas dipengaruhi oleh impor  migas yang menurun sejalan dengan dampak positif kebijakan pengendalian  impor, misalnya program B20. Sementara itu, surplus neraca perdagangan  nonmigas tercatat stabil di tengah perekonomian dunia yang melambat dan  harga komoditas ekspor Indonesia yang menurun.

Defisit neraca transaksi berjalan yang membaik juga didukung oleh  penurunan defisit neraca pendapatan primer akibat lebih rendahnya  repatriasi dividen dan pembayaran bunga utang luar negeri.

Surplus transaksi modal dan finansial meningkat, mencerminkan masih  tingginya keyakinan investor terhadap prospek perekonomian domestik.
&amp;nbsp;Surplus transaksi modal dan finansial pada triwulan III 2019 tercatat   sebesar USD7,6 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada   triwulan sebelumnya sebesar USD6,5 miliar.

Peningkatan surplus transaksi modal dan finansial terutama didukung   oleh membaiknya kinerja investasi portofolio, seiring meningkatnya   aliran masuk modal asing pada aset keuangan domestik.

Peningkatan surplus juga disebabkan oleh menurunnya defisit investasi   lainnya yang dipengaruhi oleh lebih tingginya penarikan neto pinjaman   luar negeri sektor swasta dan lebih rendahnya pembayaran neto pinjaman   luar negeri pemerintah.

Ke depan, kinerja NPI diprakirakan tetap baik sehingga dapat terus   menopang ketahanan sektor eksternal. Prospek NPI tersebut didukung oleh   defisit transaksi berjalan 2019 dan 2020 yang diprakirakan tetap   terkendali dalam kisaran 2,5%&amp;ndash;3,0% PDB dan aliran masuk modal asing yang   tetap besar.

Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi kebijakan dengan   Pemerintah dan otoritas terkait untuk meningkatkan ketahanan eksternal,   termasuk berupaya mendorong peningkatan Penanaman Modal Asing (PMA).</content:encoded></item></channel></rss>
