<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Hati-Hati, Ada Sekumpulan Hewan Laut 'Serang' Lapangan Migas Offshore</title><description>PT Pertamina EP melalui PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field mencegah pertumbuhan marine growth.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/10/320/2127979/hati-hati-ada-sekumpulan-hewan-laut-serang-lapangan-migas-offshore</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2019/11/10/320/2127979/hati-hati-ada-sekumpulan-hewan-laut-serang-lapangan-migas-offshore"/><item><title>   Hati-Hati, Ada Sekumpulan Hewan Laut 'Serang' Lapangan Migas Offshore</title><link>https://economy.okezone.com/read/2019/11/10/320/2127979/hati-hati-ada-sekumpulan-hewan-laut-serang-lapangan-migas-offshore</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2019/11/10/320/2127979/hati-hati-ada-sekumpulan-hewan-laut-serang-lapangan-migas-offshore</guid><pubDate>Minggu 10 November 2019 13:23 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2019/11/10/320/2127979/hati-hati-ada-sekumpulan-hewan-laut-serang-lapangan-migas-offshore-Srh24THXIp.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lapangan Migas Offshore (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2019/11/10/320/2127979/hati-hati-ada-sekumpulan-hewan-laut-serang-lapangan-migas-offshore-Srh24THXIp.jpg</image><title>Lapangan Migas Offshore (Foto: Shutterstock)</title></images><description> 
JATIBARANG - PT Pertamina EP melalui PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field mencegah pertumbuhan marine growth yang menggangu produksi minyak dan gas (migas) di lapangan migas lepas pantainya (offshore).
&amp;nbsp;Baca Juga: Produksi Migas RI Capai 1,7 Juta Barel, 89% dari Target
Marine growth adalah sekumpulan hewan/tumbuhan laut yang tumbuh dan berkoloni di permukaan bangunan/struktur di laut.

&quot;Kondisi bahan makanan/nutrisi, cahaya matahari, faktor pH (derajat keasaman) dan kondisi lingkungan lain cocok bagi pertumbuhan mereka di sini,&amp;rdquo; ujar Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field Manager Hari Widodo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (10/11/2019).
Baca Juga: Kejar Target Produksi, Pertamina EP Bor Sumur Migas Baru
Menurut Hari, tumbuhnya marine growth pada permukaan bangunan/struktur ini dapat menimbulkan berbagai masalah.

Pada struktur platform, adanya marine growth akan menyebabkan struktur menjadi lebih berat (penambahan massa) sehingga menyebabkan perubahan respons struktur tersebut terhadap beban-beban dinamis yang diterimanya (ada perubahan frekuensi natural, ragam getar, dan sebagainya).

&amp;ldquo;Di samping itu, marine growth akan menyebabkan pertambahan diameter efektif tiang struktur sehingga menyebabkan beban arus dan beban gelombang yang diterima struktur menjadi lebih besar. Hal ini tentu akan berdampak negatif pada kekuatan struktur platform,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;Untuk itu, Pertamina EP Field Jatibarang  menemukan alat baru yang  bisa menggantikan kerja manual yang dilakukan untuk mengatasi marine  growth yang diberi nama Sea Waroc (Sea Wave Ring Automatic).

Alat ini didesain untuk menghilangkan salah satu unsur penyebab  pertumbuhan marine growth tersebut, yaitu bahan makanan/nutrisi. Sea  Waroc membersihkan tiang struktur platform dari bahan-bahan makanan  marine growth sehingga pertumbuhan marine growth di tiang struktur  platform dapat dicegah.

SeaWaroc didesain dalam bentuk ring menggunakan prinsip mekanis dan  Buoyancy untuk menghilangkan bahan makanan / nutrisi yang menempel di  tiang struktur platform. Alat Sea-Waroc merupakan inovasi baru di dunia  migas offshore, bukan adopsi dari model lain.

&amp;ldquo;Invensi Sea Waroc ini akan mengurangi biaya secara signifikan dengan  mengubah cara lama dalam mengatasi marine growth sekaligus meningkatkan  integritas platform offshore yang akan menjamin keberlangsungan bisnis  perusahaan,&amp;rdquo; ujar Pertamina EP Asset General Manager Wisnu Hindadari.
&amp;nbsp;Sebelumnya, demi mengatasi marine growth dengan menggunakan alat   water jet yang dioperasikan oleh penyelam membutuhkan biaya sekitar   Rp23,2 miliar, dengan alat Sea Waroc hanya membutuhkan biaya sekitar   Rp31,5 juta.

Dengan demkian terdapat efisiensi sebesar 99,86%. Implementasi tersebut sudah berjalan sekitar lima bulan. Jatibarang Field merupakan lapangan migas yang terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Memasuki semester akhir 2019, telah mencatat produksi minyak sebesar   7.924  BOPD (110.5% terhadap target), sedangkan produksi gas 41.9    MMSCFD, (99.3% terhadap target).
&amp;nbsp;
</description><content:encoded> 
JATIBARANG - PT Pertamina EP melalui PT Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field mencegah pertumbuhan marine growth yang menggangu produksi minyak dan gas (migas) di lapangan migas lepas pantainya (offshore).
&amp;nbsp;Baca Juga: Produksi Migas RI Capai 1,7 Juta Barel, 89% dari Target
Marine growth adalah sekumpulan hewan/tumbuhan laut yang tumbuh dan berkoloni di permukaan bangunan/struktur di laut.

&quot;Kondisi bahan makanan/nutrisi, cahaya matahari, faktor pH (derajat keasaman) dan kondisi lingkungan lain cocok bagi pertumbuhan mereka di sini,&amp;rdquo; ujar Pertamina EP Asset 3 Jatibarang Field Manager Hari Widodo dalam keterangan tertulisnya, Jakarta, Minggu (10/11/2019).
Baca Juga: Kejar Target Produksi, Pertamina EP Bor Sumur Migas Baru
Menurut Hari, tumbuhnya marine growth pada permukaan bangunan/struktur ini dapat menimbulkan berbagai masalah.

Pada struktur platform, adanya marine growth akan menyebabkan struktur menjadi lebih berat (penambahan massa) sehingga menyebabkan perubahan respons struktur tersebut terhadap beban-beban dinamis yang diterimanya (ada perubahan frekuensi natural, ragam getar, dan sebagainya).

&amp;ldquo;Di samping itu, marine growth akan menyebabkan pertambahan diameter efektif tiang struktur sehingga menyebabkan beban arus dan beban gelombang yang diterima struktur menjadi lebih besar. Hal ini tentu akan berdampak negatif pada kekuatan struktur platform,&amp;rdquo; ujarnya.
&amp;nbsp;Untuk itu, Pertamina EP Field Jatibarang  menemukan alat baru yang  bisa menggantikan kerja manual yang dilakukan untuk mengatasi marine  growth yang diberi nama Sea Waroc (Sea Wave Ring Automatic).

Alat ini didesain untuk menghilangkan salah satu unsur penyebab  pertumbuhan marine growth tersebut, yaitu bahan makanan/nutrisi. Sea  Waroc membersihkan tiang struktur platform dari bahan-bahan makanan  marine growth sehingga pertumbuhan marine growth di tiang struktur  platform dapat dicegah.

SeaWaroc didesain dalam bentuk ring menggunakan prinsip mekanis dan  Buoyancy untuk menghilangkan bahan makanan / nutrisi yang menempel di  tiang struktur platform. Alat Sea-Waroc merupakan inovasi baru di dunia  migas offshore, bukan adopsi dari model lain.

&amp;ldquo;Invensi Sea Waroc ini akan mengurangi biaya secara signifikan dengan  mengubah cara lama dalam mengatasi marine growth sekaligus meningkatkan  integritas platform offshore yang akan menjamin keberlangsungan bisnis  perusahaan,&amp;rdquo; ujar Pertamina EP Asset General Manager Wisnu Hindadari.
&amp;nbsp;Sebelumnya, demi mengatasi marine growth dengan menggunakan alat   water jet yang dioperasikan oleh penyelam membutuhkan biaya sekitar   Rp23,2 miliar, dengan alat Sea Waroc hanya membutuhkan biaya sekitar   Rp31,5 juta.

Dengan demkian terdapat efisiensi sebesar 99,86%. Implementasi tersebut sudah berjalan sekitar lima bulan. Jatibarang Field merupakan lapangan migas yang terletak di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Memasuki semester akhir 2019, telah mencatat produksi minyak sebesar   7.924  BOPD (110.5% terhadap target), sedangkan produksi gas 41.9    MMSCFD, (99.3% terhadap target).
&amp;nbsp;
</content:encoded></item></channel></rss>
